IVAA is Indonesian Visual Art Archive. A research & documentation center on Indonesian contemporary art, based in Yogyakarta. Opens Monday–Friday: 9.00–17.00
The film focusses on transnational solidarity from a queer feminist perspective, and art, life, and activism as hopeful forms of transformation. Film and discussion will be held in English.
the Netherlands and Indonesia who resisted dominant patriarchal and nationalist politics, and contemporary collective movements waging a similar struggle.
16:00 conversation
.
short presentation by wendelien about her film project: Lyrical Vengeance which follows of girls. The work draws a parallel between three historical female writers from Japan,
Fumiko Hayashi and Yuriko Miyamoto both died young, in 1951. They each had a strong feminist and class consciousness as well as an impressive literary voice, but came from very different backgrounds and expressed their ideals through different paths.
15:00 start film
.
of girls (2023) by wendelien van oldenborgh - 43 min
Japanese with English subtitles
.
Filmed in Tokyo and Yokohama, of girls brings a variety of contemporary voices in resonance with two distinct female voices
Lyrical Vengeance
film screening followed by a conversation between wendelien van oldenborgh and Brigitta Isabella
Thursday, 15 August 2024
15:00 - 17:00
at Indonesian Visual Art Archive
Terimakasih untuk KawanIVAA yang sangat antusias merespon pengumuman Magang IVAA periode Juli - September 2024!
Berikut adalah nama-nama peserta magang periode ini. Selamat berproses dan bergabung di RumahIVAA 🎉
https://t.co/4XSF9I5GJO
Pameran hasil lokakarya olah arsip Pameran Seni Rupa Baru Indonesia 1979 diadakan pada tanggal 2-16 Agustus di Rumah IVAA pukul 09.00-17.00! Catat tanggalnya, jangan sampai ketinggalan!
"Eceng Gondok Berbunga Emas" adalah lokakarya mengolah arsip Pameran Seni Rupa Baru Indonesia (1979). Lokakarya ini diinisiasi oleh Hyphen (@hyphendotwebdotid) dan diadakan di Rumah IVAA pada tanggal 4-25 Juli 2024 lalu.
Pada tanggal 2 Juli 2024 lalu Agnes menghadirkan Performance Lecture dan Bincang Seniman yang menemani pamerannya Forbearance/Utang Emosi yang akan berlangsung di RumahKawan IVAA sampai tanggal 12 Juli 2024. https://t.co/djmpfOPQMQ
Melayani narasi-narasi "Kecil" yang sering diabaikan oleh kanon begitulah narasi dari komunitas ini, wawancara ini dalam rangka Kenduri Zine untuk melacak lebih jauh perihal pertumbuhan Zine. https://t.co/CJDgcTCDin
Memilih untuk bikin zine karena alasan suka aja dan nyaman dengan praktiknya. Kita bisa bebas berkarya tanpa ada aturan dan ternyata ada pegiat zine di luar negeri, bahkan ada kajian ilmiah yang mengangkat tentang zine. Ini sungguh keren! https://t.co/OLgRAWJncC
Perjalanan Mita dengan zine dimulai saat ia kuliah di Jakarta pada tahun 2000. Pada waktu itu, Mita aktif di skena punk rock. Ia banyak terlibat dalam kegiatan-kegiatan dengan semangat Do It Yourself (DIY) https://t.co/gTSn28rb4s
Tomi Wibisono dengan zine bermula dari kesukaannya pada musik punk saat bersekolah SMP di kota asalnya, Balikpapan. Di sana, Tomi melihat zine sebagai media komunikasi dan berbagi pengetahuan,
Wawancara Dalam rangka mempersiapkan program “Kenduri Zine” yang diinisiasi oleh peserta magang IVAA periode Januari-Maret, salah satu agenda yang dilakukan adalah wawancara dengan beberapa pembuat zine. Pada tanggal 20 Maret 2024. https://t.co/qhzJy59eef