Ketika rakyat yg paham situasi sampaikan kritik membangun, dimaksud sbg evaluasi diartikan keliru sbg protes dan kebencian, lalu dijawab dengan mobilisasi rakyat yang tak paham situasi, bukankan justru akan memicu disintegrasi bangsa? Cobalah cari jalan keluar yang lebih bijak…
Saat ini siapapun yang datang membantu pasti diterima dengan baik, tapi ingat, justru dalam kepedihan, naluri mereka bicara, hingga tahu, siapa yang datang dengan tulus atau siapa yang datang untuk maksud lain atau mencari simpati demi menutupi kesalahan yang sudah diperbuat
Cobalah diam dulu, mintalah petunjuk pada Tuhan, apa yang harus kalian perbuat, karena kesalahan kalian sudah bikin banyak orang menderita. Berlomba membela diri, padahal jelas2 salah, malah makin menunjukkan kebodohan kalian. Jangan2 Tuhan-pun tak suka dengan ulah kalian itu
Sudah ada bencana yang demikian hebat masih saja bertahan, merasa benar, tak tahu malu, tak punya rasa iba, bahkan bertahan dengan kelakuan palsu, pamer beri bantuan, belas kasihan, air mata. Sungguh bikin muak. Semoga Allah SWT menuntun mereka kembali ke jalan yang benar. Aamiin
Apa sih yang tidak bisa dilakukan penguasa? Wahai penguasa, begitukah caramu menjalankan kekuasaan yang diberikan? Dengan atau tanpa beribu dalih, tetap saja, sama sekali tak peduli pendapat berbeda. Ingin menjadikan pahlawan, kriminal, apa saja, semua mudah, bisa, pasti terjadi.
Nah kan? Deadline-nya ada! 05/09/2026 dan 31/08/2026. Mana jawabmu? Apa jawabmu? Tidak tahu? Pura2 lupa? Tidak peduli? Tanggapi lah! Apa harus terus diingatkan? Ditunggu sampai capek, berhenti dan lupa mengingatkan? Padahal bisa berakibat buruk lho!
Kenapa ya, ketika ada tuntutan dari rakyat, penguasa itu tidak mau dengar dulu, mengajak diskusi dan bersama temukan solusi atas kesepakatan? Kok malah membela diri, tak mau disalahkan, mencela dan tak peduli tuntutan, bahkan melanjutkan hal yang bertentangan dengan tuntutan?
Jangan sombong dulu, buktikan! Gak usah ngomong sok paling jago dan pamer keberhasilan yang sudah lewat. Tunjukkan saja buktinya! Awas jangan lagi pakai alasan macam2 kalau tidak bisa membuktikan omongan yang sudah diumbar itu
Tugas Ibu/Bpk itu mendengar tuntutan. Pahami & wujudkan yang bisa, sebagai bukti! Yang blm bisa, jelaskan alasannya. Mereka tak sepandai Ibu & Bpk, tapi jangan disebut tolol. Mereka hanya menuntut hak yang belum mereka dapat. Jangan dijawab dengan argumen orang pandai spt Ibu/Bpk
Makanya jangan omdo Pak. Di jaman digital ini anak SMP saja bisa buktikan bahwa program kerja Bapak gagal. Pahami saja seluruh tuntutan, buktikan dengan hasil kerja nyata, jangan dengan omdo pakai statistik rekayasa pula!
Kalau belum bisa menepati janji, bilang terus terang. Kok malah menyalahkan dan menuduh-nuduh penagih janji? Emang susah ngaku salah! Makanya jadi emosi, pakai alasan bodoh dan menipu, seolah semua penagih janji itu bodoh, tolol, dan nggak punya otak
Karena diberi kuasa, maka sebesar-besar kekuasaan yang diterima dipakainya untuk berterima kasih sekaligus menyanjung pemberi kuasa, melalui keputusan yang justru mencerminkan kerendahan martabat si pemberi dan penerima kuasa. Cis, sungguh tak tahu malu.
Laporan Bank Dunia bulan Juni 2025 menyebutkan bahwa tingkat kemiskinan di Indonesia mencapai 68,25% dari jumlah penduduk Indonesia, apakah berarti 194,58 juta orang Indonesia adalah orang miskin? Katanya Indonesia kaya?
Apakah karena korban perkosaan itu bukan anakmu, bukan isterimu, bukan saudara perempuanmu, atau bahkan bukan Ibumu, maka seperti tak ada empati mendalam terhadap kasus tersebut.
Tahu enggak sih bahwa mendiamkan sesuatu yang salah, jika tidak ada yang mengoreksi, lama kelamaan bisa jadi dianggap benar bahkan akan menjadi kebenaran
tak tahu atau pura-pura gak tahu? Kalau niatnya mau meniadakan fakta sejarah, sila musnahkan dulu data dan fakta yang sudah ditulis dan dibukukan. Apa mau musnahkan para penulis dan saksi?Walau mereka mulai tiada termakan waktu atau memilih lupa daripada mengingat kekejian itu
Tak tahu lagi harus bicara apa? Masukan positif dari yang ngerti konservasi lingkungan diabaikan mentah-mentah tapi tidak dijelaskan juga apa sih alasan segitu maksanya dengan penambangan yang jelas-jelas merusak lingkungan dan membahayakan manusia penghuni lokasi itu