kita percaya kalau paket yang kita pesan pasti bakal sampai, meskipun kita gatau kurirnya lewat mana
life is the same
belum sampai bukan berati tertinggal, bisa jadi rute yang diambil memang berbeda, dan engga harus sama juga kan..
guyss jangan jahat sama mereka-mereka yang mungkin tertinggal yaa. karena dari diri mereka pasti ada banyak keinginan untuk berjuang dan mengejar garis finishnya
📢PENDAFTARAN TRY OUT UTBK SNBT 13 2026 DIBUKA GRATIS!🚀🚀
SEMINGGU LAGI GUYSS! AYO ONE LAST PUSH
✨ Persyaratan daftarnya gampang kok!
📅Pendaftaran & Pengerjaan:
15 - 19 April 2026
Cara daftar Try Out UTBK SNBT 13 2026 SainsIn 👇🏻
1. Repost postingan ini
2. Buka web SainsIn (Bisa search "Sainsin" di Google)
3. Pilih Try Out UTBK SNBT 13 2026
4. Klik Daftar Sekarang
5. Pilih Daftar Gratis
6. Upload bukti screenshot Repost Postingan ini
7. Kamu bisa mengerjakan mulai tanggal 📝 15 - 19 April 2026 (Jam 23.59 WIB)
⚡MATERI DAN TIPS/TRICK LBE BIAR
BISA JAWAB KAYA ORANG BULE!!⚡
PART 1
(KALO RAME AKU LANJUT!!)
Disclamer:Ini cara yang aku pake Buat ngerjain soal text panjangg, sama buat kalian yang ngerasa 20mnt LBE itu kurang bangettt waktunya!!
Semoga bisa membantu 🥹
salah satu keuntungan jadi anak ilpus, kalo dikasih tugas observasi malah seneng karena SERUBGT DATENGIN PERPUSTAKAAN BARU baik itu perpustakaan umum, sekolah, perguruan tinggi, dll 🕺🏻🕺🏻🕺🏻 apalagi kalo kelompok dapet kesempatan obser di perpustakaan" keren ginii ih ailafyu ilpus
“Para bapak, sudahi prinsip: mendidik anak laki-laki itu mudah. Turun tangan, didik anak laki-lakimu”
Semalam 16 mahasiswa FH UI disidang sampai jam tiga pagi, sidang terbuka, disaksikan secara live oleh ribuan orang.
Kejadian ini tidak tiba-tiba. Ini akumulasi. Terlalu lama society menelan mentah-mentah prinsip: “mendidik anak laki-laki itu mudah.”
TIDAK.
Justru karena dianggap mudah, banyak hal yang tidak diajarkan. Lihat saja pola yang sering diremehkan:
Berawal dari obrolan santai yang melecehkan, jadi kebiasaan, jadi cara pandang, lalu jadi perilaku nyata (liat gambar piramida perkosaan)
Tidak semua langsung jadi pelaku kekerasan seksual. Tapi hampir semua berangkat dari titik yang sama: normalisasi.
Society sibuk mendidik anak perempuan: jaga diri, jaga batas, jaga perilaku. Tapi kendor pada anak laki-laki.
“Namanya juga laki-laki.”
“Cuma bercanda.”
“Nanti juga ngerti sendiri.”
"Boys will be boys"
Tidak.
Karakter tidak tumbuh sendiri. Ia dibentuk. Dilatih. Ditegaskan.
Orang tua, perhatikan obrolan anak laki-lakimu. Kalau sudah mulai ada convo yang melecehkan: Tegur. Luruskan. Jangan ditertawakan atau dianggap enteng. Karena di situlah fondasi dibangun.
Terutama para bapak. Anak laki-laki belajar bukan dari teori, tapi dari contoh.
Bagaimana kamu bicara tentang perempuan. Bagaimana kamu memperlakukan pasanganmu. Bagaimana kamu menempatkan perempuan sebagai manusia, bukan objek. Semua itu direkam.
Dan akan mereka ulang.
Ketika seorang bapak menganggap mendidik anak laki-laki itu mudah, dia sedang memilih untuk menjerumuskan anak dengan tidak hadir secara penuh, tidak waspada, hingga di satu titik si anak bisa jadi pelaku ataupun korban.
Anak kemudian dibesarkan oleh algoritma, oleh teman, oleh budaya yang seringkali permisif terhadap pelecehan dan standar moral yang yang tidak sehat.
Kalau kita tidak serius mendidik anak laki-laki hari ini, jangan kaget dengan realitas besok. Karena pelaku tidak lahir tiba-tiba. Mereka dibentuk pelan-pelan, dari hal-hal yang selama ini dianggap “sepele.”
Just incase ada yang komen: "emang siapa yang bilang mendidik anak laki-laki itu mudah? Saya dididik dengan sangat keras"
Oh well, cara pandang itu sudah mengakar sejak lama di masyarakat.