@fess10nopember nder, semangat. gw juga dulu gitu pertama kali masuk ITS, datang dari SMA kampung yang bahkan aku sebut namanya aja orang" ga tahu. But, jgn minder, banyak hal yang bisa dikejar di ITS, feel free buat tanya-tanya. Semangat
@fess10nopember kalau udah gini jangan ke menfess nder, ke psikolog di medcen, free kok itu untuk mahasiswa ITS, inget ortu yang udah bela belain biayain kuliah ke ITS, don't be selfish
@fess10nopember nanti kesempatan tuh bakal muncul sendiri. dan puji Tuhan itu terjadi di aku. tapi ya kalau kami diem dan pasrah gws aja sih kataku. modal ijazah ITS ga bakal jadi apa apa btw.
@fess10nopember nder, jangan minder, aku juga dulu gitu kok, datang dari kampung liat anak anak lain yang dari kota udah nge plan hidup kek aku masih planga plongo kek orang bego. tapi jangan diem aja, ikutin lah tim tim riset, magang ke perusahaan bagus, belajar yang benar, ikut proyek dosen
@myitsfess kalau mau utang sks aja ke doswal nder. kamu minta tolong dan yakinin dosennya kalau IP kamu naik. tapi next belajar semakin rajin nder, jangan ntar di kasih hutang SKS malah makin jeblok
@myitsfess semua dosen bagus dan baik nder, ga ada yang seram atau jelek. Itu antara kamu dibawah standar dia aja makanya kamu ga suka sama dosen. izin....
@fess10nopember ini keknya pov yang kurang tepat. Memang kader itu ada plus minus, apalagi dengan kasus baru-baru ini, tapi itu cara tercepat dan efektif juga untuk kenal dengan kating satu jurusan yang mana itu akan buka peluang. Tapi balik lagi, tiap orang punya pilihan masing-masing.
@fess10nopember ga wajib nder, tetap semangat kuliahnya dan jangan samakan semua kaderisasi (selalu ada plus minus) dan semoga kating jurusan mu normal nder (kalau ga normal ntar ya kek yang udah udah wkwkwk)
@fess10nopember cara nilainya gampang aja nder, liat kehidupan kampus mereka. If they're doing great berarti bener yang mereka omongin. Kalau kalian juga masih jumpa sekelas matkul semester bawah, ketawain aja next time di kader
@fess10nopember ga bisa kasih yang lebih baik jadi berlindung di balik "nanti kalian juga paham". Paham apa? paham untuk melanjutkan sistem yang jelek itu? ngakakk abiz