mau minta maaf sekaligus berterima kasih banyak buat orang yang selalu mau dan bersedia jadi tempat cerita gue. orang yg selalu kasih nasihat dan saran yang baik serta positif di setiap masalah yang gue hadepin.
Thank you for always listening. I’m sorry if I haven’t been a good listener for you too. You really mean a lot to me.
Melihat banjir, kebanyakan orang mungkin memilih untuk menghindar atau sekadar mengeluh.
Tapi pria ini memilih untuk menjadi bagian dari solusi. ✨
Dengan aksi spontan dan tulus, beliau membersihkan sampah yang menyumbat saluran air, hingga akhirnya aliran air kembali lancar. Tak hanya itu, di awal video beliau juga dengan sigap memastikan keselamatan seorang anak kecil di dekatnya.
Sebuah bukti nyata bahwa pahlawan tidak selalu memakai jubah. Terkadang, mereka memakai helm, menggendong ransel, dan membawa sekop kecil di tengah genangan air.
Mari kita belajar untuk lebih peduli dengan lingkungan sekitar. Karena perubahan besar selalu dimulai dari aksi-aksi kecil yang konsisten. 🫱🏼🫲🏽❤️
Ternyata benar ya, hidup itu jauh lebih tenang ketika kita tau batasan, not everything needs our deserve our energy, ada hal-hal yang lebih baik dibiarkan berlalu, tanpa perlu di dengar, dilihat ataupun dibahas.
Berulang kali bilang “kepala mau pecah”, ratusan kali bilang “stress bgt aku gila” dan ribuan kali bilang “gakuat mau nangis”, tapi nyatanya selalu berhasil menyelesaikan dengan baik meski kadang gak sepenuhnya puas.
intinya, you are more than what you think.
Melihat video bagaimana menstruasi terjadi ini harusnya bisa membuat kita lebih menghargai perempuan.
Menstruasi bukan “cuma keluar darah”.
Bagi jutaan perempuan di dunia, termasuk di Indonesia, setiap bulan adalah perjuangan dengan berbagai keluhan seperti kram perut, punggung pegal, kepala pusing, payudara nyeri, hingga mood berantakan karena hormon. Bahkan pada perempuan dengan endometriosis, mioma, atau PCOS, nyeri dan perdarahan menstruasinya bisa lebih berat.
Untuk para perempuan, kalian hebat banget!
Kalian tetap bangun pagi, tetap kerja, tetap tersenyum, tetap mengurus keluarga, meski di dalam tubuh sedang “perang”.
Terima kasih karena telah kuat.