Sejauh ini gue merasakan bahwa membaca buku2 feminisme itu berat. Bukan berat utk dipahami, tapi berat utk menyadari bahwa realita yg ada tuh emang sejahat itu bagi perempuan.
kata gue stop mengiming-imingi mi ayam atau bakso ke orang yang mau mati. karena kalo gue depresi, mau makan aja syukur.
lagipula, abis indomie terus apa? ngilang gitu aja lagi? wkwkw