Indonesia’s current situation:
- Kebakaran hutan di Kalimantan, Papua, Sumatera
- Blackout di Batam
- Kelangkaan BBM di Bali
- Banjir di Padang
- Banjir, longsor dan jalan terputus di Jawa Barat
- Gelombang tinggi, abrasi dan banjir rob di Pesisir Selatan Jawa
- Dana bencana di korupsi
- Aceh, Sumatera, NTT belum pulih
#PRAYFORINDONESIA
#ALLEYESONINDONESIA
Sedih banget ini. Bangsa kita sepertinya betul-betul sakit. Bencana terjadi dimana-mana tetapi dana untuk penanganan bencana dikorupsi di lembaga pemerintahan yg mengurusi bencana.
Bayangkan, OTT korupsi oleh KPK terjadi di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Indonesian fresh graduates have to create impressive CV, go through the humiliating process of job-seeking, and pass 8 rounds of interviews just to support their families, but some people doesn’t even have to graduate high school to become the vice president.
Unbelievable.
KEPUTUSAN FINALNYA: TIDAK DAPAT DITERIMA!!!
IJAZAHNYA GAK ADA.
GAK MEMENUHI SYARAT CALON WAKIL PRESIDEN~~~!!!
TAPI GAK DIDISKUALIFIKASI!!
KARENA STATUS CALON WAKIL PRESIDEN SUDAH BERUBAH JADI *WAKIL PRESIDEN*!!!
JADI MK GAK BISA DISKUALIFIKASI.
KEPUTUSAN YANG APAAAAAA... 😂🤣😂🤣
Anehnya, setiap kali bicara soal sekolah, guru, kesehatan. DIA SELALU BILANG KITA BUTUH UANG, SEOLAH UANGNYA TIDAK ADA.
Tapi kalau bicara soal MBG, Kopdes, Gaji Pejabat, Gaji Hakim. UANG KITA ADA, KITA NEGARA BESAR.
lucu ya, kalo rakyat mengkritisi wajib etis, berintelektualitas, sopan dan beradab. salah ngomong dikit, salah ketik dikit, bisa terancam pidana, diblokir komdgi. tapi giliran kepala negaranya, bebas goblok2in orang. mana ditepokin, disorakin pula.
BMKG sudah rilis Peta Simulasi Dampak dan Mitigasi Megathrust wiayah Jawa
Nah, apa yang bisa kita lakukan dan persiapkan?
1. Pahami Lingkungan Sekitar kita
- Cek peta kerawanan bencana di wilayah masing-masing
- Ketahui rute evakuasi menuju tempat tinggi
- Tandai titik kumpul aman terdekat di lingkungan rumah dan tempat kerja
- Ketahui lokasi pengungsian akhir yang sudah ditentukan pemerintah daerah
2. Persiapkan Tas Siaga Bencana (TSB) Isi satu tas ransel dengan kebutuhan dasar untuk 3 hari:
- Air minum dan makanan instan/tahan lama
- Kotak P3K, obat-obatan pribadi, dan sanitasi
- Senter, baterai cadangan, dan peluit untuk alat panggil bantuan
- Powerbank dan pakaian ganti secukupnya
3. Amankan Dokumen dan Aset Penting
- Simpan berkas penting (ijazah, sertifikat, akta, surat berharga) dalam wadah anti air
- Buat salinan digital di penyimpanan awan (cloud)
- Siapkan surat wasiat atau catatan aset keluarga di tempat aman sebagai antisipasi risiko terburuk
4. Diskusi dengan Keluarga terkait Rencana Darurat
- Buat kesepakatan jalur komunikasi jika jaringan seluler terputus
- Tentukan siapa bertugas membawa apa saat situasi darurat
- Simpan nomor-nomor darurat lokal di ponsel (BPBD, ambulan, polisi, pemadam dll)
Kalau ada simulasi mandiri bisa diikuti secara berkala ya manteman.
Bencana tidak bisa kita prediksi kapan datangnya, tapi dampaknya bisa kita tekan dengan persiapan yang matang.
Tetap tenang, rasional, dan terus tingkatkan literasi kebencanaan kita.
Mari saling jaga dan saling ingatkan...
imo semua masalah di indo ini lengkap: sistem pemerintahan bobrok, umr rendah, penyediaan loker bs diitung jari, sistem pendidikan yg selalu berubah tiap tahunnya, bencana alam dimana2, penanganan pemerintah yg lambat, kemiskinan struktual, korupsi, etc...
guys plis bantu repost, disini lagi chaos parah😭bbm antrian sampai 1km lebih, fasum transum tdk ada, mati listrik tiap hari 6-8jam, air bersih dan LPG langka TOLONG KAMI JUGA MASIH INDONESIA😭😭
klau saja ini terjadi dijawa pasti sudah cepat dicarikan solusi sayang kt anaktiri😔
ga nyangka gue bakal nganggur smpe hampir 5 bulan ini.. sdgkan pas kuliah aja gue gabisa tuh diem, pasti ada aja kerjaannya biar nambah uang buat iduppp
-Singapura jadi salah satu dari 10 kota paling berpolusi di dunia
-Brunei komplain soal asap ke ASEAN
-Filipina meliburkan sekolah
-Warga Malaysia demo di KBRI
-Sultan Malaysia menetapkan status darurat asap di Serian, Sarawak
Indonesia:
-"Kebakaran tidak separah apa yang kita lihat di media sosial"
-"Ketika sekolah libur, akan mengakibatkan dapur-dapur MBG mati"
-Demo menuntut berita karhutlah dihapus
Gua sebel kalo ada yg bilang, "ini tuh bencana, jangan dikit² nyalahin presiden atau pemerintah/pejabat". Yg bener aja njir, yg dipermasalahin tuh kehadiran pemerintah dalam mitigasi, anggaran bmkg aja dipangkas sampe update e terlambat, penanganan after bencana juga ga jelas