Air adalah kehidupan, dan hari Jumat lalu, kehidupan itu akhirnya mengalir kembali ke Desa Wudi, Manggarai, NTT.
Puluhan tahun terisolasi dan kesulitan air bersih sejak gempa 1992 (di mana pipa bantuan lama hancur tanpa perhatian pemerintah), warga Dusun Kaung dan Bae Welu kini bisa bernapas lega.
Melalui program utama Bonek Disaster Response Team pasca gempa yang terjadi pada Agustus lalu, instalasi pipa baru berhasil dibangun. Semua ini terwujud berkat gotong royong dan rezeki yang disisihkan oleh Bonek, Bonita, warga Surabaya, serta seluruh rakyat Indonesia.
Masih banyak titik di NTT yang menanti uluran tangan kita. Semoga gerakan ini menjadi pemantik dan membuka mata para pemangku negara untuk hadir menuntaskan krisis air bersih di negeri ini.
Terima kasih, Cak @BDRT_1927🤝💐
nadin amizah said :
“jangan lupa untuk sembuh dulu sebelum bertemu siapapun, karena kesembuhan kamu itu tanggung jawabmu. bukan cuma untuk kamu tapi untuk semuanya”
Allah
Allah
Allah
Allah
Allah
Allah
Allah
Allah
Allah
Allah
Allah
Allah
Allah
Allah
Allah
Allah
Allah
Allah
Allah
Allah
Allah
Allah
Allah
Allah
Allah
Allah
Allah
Allah
Allah
Allah
Allah
Allah
Allah
Allah
Allah
Allah
Allah
Allah
Allah
Allah
Sayangku...
Ternyata hubungan yang bertahan lama bukan tentang siapa yang paling benar, tapi siapa yang rela merendahkan ego, menadah kata maaf, lalu perlahan memperbaiki satu sama lain. Di antara dua hati yang memilih untuk tetap tinggal, ada sabar yang diam-diam bekerja, dan luka yang sembuh karena dipeluk dengan tulus.
Kita tidak selalu utuh, kadang retak oleh kata, kadang rapuh oleh diam. Namun selama "maaf" masih menemukan jalannya pulang, dan "aku akan berubah" tidak sekadar janji yang menguap, cinta ini akan selalu punya alasan untuk tetap hidup, meski pelan, meski tertatih.
Terima kasih sudah tetap di sini, di sisi yang sama, berjuang tanpa banyak suara. Terima kasih sudah memilihku, bahkan di saat aku tidak selalu mudah untuk dicintai.
Dan jika suatu hari lelah datang mengetuk, semoga kita tidak saling melepaskan, tapi justru saling menguatkan. Karena aku ingin kita seperti doa yang tak pernah putus-yang terus diulang, terus diperjuangkan, hingga akhirnya menemukan tenangnya dalam satu tujuan yang sama: bersama, sampai nanti.
Aku juga banyak kacaunya, ada badai yang belum bisa kuredakan. Jika hari ini kamu melihatku begitu tenang, percayalah aku berusaha keras untuk hal itu.
memaafkan orang itu balasannya tidak terbatas.
bayangin aja, kita yang ngerasain sakitnya, emosinya, nangisnya, sesaknya, kena mentalnya, trust issuenya, tapi kita yg harus bisa memaklumi.
sedangkan orang yang jadi penyebabnya, bisa langsung melanjutkan hidup setelahnya.
jatuh cintalah pada hidupmu sendiri.
bangun pagi, tahajud, witir, doa, baca Al-Qur'an, dhuha, dzikir pagi petang.
rawat diri, makan sehat, olahraga, pakai yang bikin kamu percaya diri, taat pada Allah, baca buku, ikut kajian, berteman dengan yang baik, isi harimu dengan hal-hal yang bermakna. rasakan bahagianya hidup saat kamu berhenti mengurus yang sia-sia.