Prabowo paling takut sama siapa?
Bukan 9 naga, pas ketemu di Hambalang katanya ada yg dibentak.
Bukan pengusaha, semua kebijakannya belakangan gak pro pengusaha
Bukan TNI, itu sudah dikuasai. Dan bukan rakyat jelata juga
Dia paling takut mahasiswa karena konon mertuanya lengser karena mahasiswa. Semangat buat yang demo, jangan sampai anarkis dan salah sasaran. Ingat sekali lagi, yg diperjuangkan jelas, yg disasar juga jelas. Jangan sampai salah sasaran karena kena provokasi mereka
@buruharloji@lynxluna ke aceh itu lebih ke menjaga konstituen bang. beliau menang di atas 70% di sana. sangat tidak beretika klo beliau tidak ambil andil disana.
@lalalant17@lezmandrakumara pedofil pala bapak kau. seenaknya menjudge orang. jurnal ilmiah mana yang kau baca untuk dapat menyimpulkan hubungan konsensual dengan manusia usia 18+ itu perilaku pedofilia? share disini
Jangan muliakan ibumu jika tujuanmu hanya demi mendapat rezeki yang berlimpah dan hidupmu dimudahkan.
Muliakan ibumu karena memang beliau wajib untuk dimuliakan, maka rezeki yang berlimpah dan kemudahan hidup akan datang dengan sendirinya.
Gila sih, obrolan antara Habib Jafar (Jafar) dan Fajar Sadboy (Fajar) ini bener-bener kayak tabrakan dua galaksi.
Yang satu ahli dakwah dengan logika langit, yang satu ahli quotes dengan logika bawah genteng.
Tapi kalau lu teliti, banyak banget pelajaran hidup yang pedas dan nampol dari Fajar.
Fajar ngasih kutipan yang bikin kita mikir keras soal finansial:
Duit nggak dibawa sampai mati, tapi kalau hidup nggak ada duit, rasanya hampir mati.
Jangan sok idealis bilang uang bukan segalanya kalau lu masih malas-malasan.
Tapi, Fajar juga setuju sama Habib Jafar kalau Waktu adalah mata uang tertinggi. Uang bisa dicari, tapi waktu luang buat keluarga nggak bisa dibeli balik.
Meskipun sering jadi bahan candaan, Fajar membuktikan mentalnya baja:
Pas ditanya kenapa dia berani ambil peran utama di film tanpa background akting, dia bilang:
Kita bekerja dengan tanggung jawab, bukan tanya jawab.
Kalau lu dikasih kesempatan, jangan kebanyakan nanya Kenapa gue?, tapi langsung tunjukin Ini gue.
Di tengah gempuran tren, Fajar milih buat nggak ikut-ikutan biar kelihatan keren.
Dia tetap dengan gaya khasnya karena menurut dia, konsistensi itu lebih mahal daripada sekadar viral sesaat.
Fajar ngasih pelajaran penting soal Kunci Sukses yang nggak bakal lu temuin di toko kunci mana pun:
Dia pernah nanya ke tukang kunci, dan nggak ada kunci kesuksesan di sana. Artinya, cuma lu yang pegang kendali.
Fajar bilang, Nggak ada perjalanan tanpa debu, nggak ada kesuksesan tanpa doa ibu.
Dia buktiin omongannya dengan memboyong ibunya dari Gorontalo ke Jakarta buat tinggal bareng di apartemennya. Dia nggak mau menghidupi anak orang (pacaran) sebelum membahagiakan orang tuanya.
Muliakan Ibu.
Kesuksesan lu itu cicilan dari doa-doa ibu yang nggak pernah putus.
Gimana, Guys?
Fajar yang lu kira cuma sad ternyata punya pemikiran yang lebih rad (keren) daripada kita yang cuma bisa scroll TikTok doang, kan?
Masih mau ngetawain quotes dia atau mau mulai belajar tanggung jawab kayak dia?
@parhaaannn@MafiaWasit Yakan ini awalnya krn si Mafia meragukan kebenaran berita yang menyebutkan WFH menghemat anggaran APBN. Makanya yg dibahas soal pengeluaran uang negara.
@aksa48393255406@MafiaWasit Instansi mana pun, pejabat yang diberikan kendaraan dinas, biasanya diberi tunjangan uang bensin kendaraan dinas juga. Cek aja DIPA nya msing msing
@MafiaWasit Malah klo wfh selasa atau kamis, masyarakat yang butuh layanan jadinya terbengkalai. Krn terbatas tenaga yang melayani di kantor. Bayangin klo dukcapil selasa atau kamis pejabatnya pada wfh, ga kelar kelar itu urusan masyarakat 😂
@MafiaWasit Terserah mau ke puncak/bandung/jogja atau mau ke timbuktu sekalian gapapa bang. Tapi kan klo statusnya wfh, tunjangan transport/uang bensin ga dibayar negara. Itu yang bikin hemat APBN.
[PRESS RELEASE: Pernyataan Sikap Resmi BEM FIA UI atas
Insiden dan Framing dalam Aksi Massa]
Halo, IKM FIA UI dan Indonesia!
BEM FIA UI menyampaikan beberapa poin penting sebagai bentuk pelurusan informasi dan komitmen dalam menjaga integritas perjuangan mahasiswa. (cont...)
Anda bertamu ke rumah orang, makan di piring orang, makanan dibeli dari uang orang lain. Lalu, dengan santainya berucap pantek meski dalam hati? Ga malu?
Gua pernah bertamu ke rumah salah satu kerabat, kalau gak salah gua baru kelas 1 atau 2 SMP. Abis makan, gua bawa piring gua ke wastafel di dapur, terus gua cuci.
Belom sempat selesai, langsung ditegur sama yang punya rumah (si Bapak) dia bilang "Ngapain cuci piringnya? Nanti aja itu kerjaan perempuan. Biar si X aja yang cuci nanti (anak perempuannya)."
Gua sempat nge-blank kayak "hah? Gimana pantek?"
Maksud gua, dilarang cuci piring misalnya "karena tamu" masih oke. Tapi ini karena "kerjaan perempuan"?