@noirestblank ㅤ
Selepas itu, Gon pun bangkit dari posisi nyaman dan menginisiasi langkah meninggalkan kamar yang keduanya huni.
Derap kakinya dibawa santai menuju kafetaria asrama sekolah.
ㅤ
@noirestblank ㅤ
"Oke, ayoㅡkalau begitu?" Sejujurnya, Gon tidak punya tujuan apapun. Dirinya memang dilanda lapar, kebetulan juga ingin mengajak serta kawan sekamarnya yangㅡbisa saja merasakan hal serupa? Ya, Gon selalu percaya akan beragam 𝑘𝑒𝑚𝑢𝑛𝑔𝑘𝑖𝑛𝑎𝑛.
ㅤ
@noirestblank ㅤ
Gon sudah menduga teman sekamarnya akan menjawab demikian. Sesuai 𝑑𝑢𝑔𝑎𝑎𝑛𝑛𝑦𝑎, bisa dibilang. Tapi, yah... Gon belum menyerah, "Mau temani aku makan? Kutraktir."
ㅤ
@NOCTWHY Wow... pasti bukan keputusan yang mudah, ya, hyung-nim? Lalu untuk prosesnya apakah menyenangkan? Karena menurut saya terlalu banyak tekanannya?
ㅤ
… menggunakan alas kaki polos, sama sekali tak berniat untuk meneruskan percakapan ini.
Kedatangan Na Gin sedikit mencairkan suasana, membuat nona Seo segera bangkit dari posisi duduk, “Aku akan ke sana,” ujarnya mantap.
ㅤㅤ
ㅤ
Ragu-ragu, Gon pada akhirnya 'memotong'. Sisipkan kembali dirinya di lingkup atmosfer.
"Acaranya sebentar lagi selesai. Dokter UKS juga akan kembali, kalian bisa diperiksa beliau nanti. Atauㅡyah, kalau mau istirahat di sini tanpa diperiksa juga tak masalah."
ㅤ