@tanyakanrl Gw klo jdi si R? Malu anjir, perkara ultah doang pdhal temen pun udh minta maaf dn bakalan nyiapin celebration khusus buat ku di hari bahagia dia😭
Mana umur udh 30 pula
Lihatlah lebih lama, lalu tanyakan pada nurani kalian sendiri: ketika hutan diratakan dan penghuninya kehilangan rumahnya, siapa sebenarnya yang sedang dibinasakan? Alam tidak butuh manusia untuk hidup. Manusialah yang tak bisa hidup tanpa alam.
.
repost vt. Anton Rudiyanto
Beberapa hari lalu Pandita Ratu bilang ke gw kalau nanti ada rezekinya, dia mau kurban sapi, tapi sapinya beli di Irfan Hakim.
Kata Pandita Ratu, sapi-sapi Pandita Ratu itu udah diajak ngobrol dulu sama Irfan Hakimnya. Pokoknya dijelaskanlah apa tujuan sang sapi dipelihara.
Bukan hal yang aneh buat gw karena benda mati pun gw ajak ngobrol. Laptop ngehang? Gw ajak ngobrol baik-baik biar dia berfungsi lagi. Jadi sapi diajak ngobrol buat gw adalah hal yang biasa.
Awalnya sih gw sempat mikir kenapa Pandita Ratu mau banget beli sapi di Irfan Hakim. Tadi sore gw memutuskan untuk nonton reels Irfan Hakim.
Gw nonton bagaimana sejak awal sang sapi diajak ngobrol tentang tujuan hidup dia, proses bonding dengan pembeli, hingga proses penyembelihan di mana ketika setelah selesai disembelih, Irfan Hakim menutup mata sang sapi.
Gw langsung bilang ke Pandita Ratu: "Nonton sapi dikurban gini kok bisa bikin sedih ya?"
Beneran deh ini orang tak tahu bagaimana caranya menjadi presiden. Wibawa tak punya. Kebijakan tak punya. Empati tak punya. Kinerja pun tak jelas. Legacy ini orang cuma MBG dan bagi-bagi jatah. Legacy jelek. Rakus.
guys semoga kalian berjodoh dengan seseorang yang baik, menikah dengan niat yang baik, mendapatkan mertua yang baik, memiliki keluarga yang baik, mendapatkan keturunan yang baik-baik, menghabiskan sisa hidup bersama pasangan dengan baik, dan dijauhkan dari hal yang tidak baik.
Telah nyata kerusakan di darat dan di laut karena ulah tangan manusia. (QS 30:41)
Catatan reflektif tentang bencana…
Rangkaian badai, tanah longsor, banjir bandang, gunung meletus, hingga satwa yang kelaparan belakangan ini jangan hanya kita pandang sebagai musibah alam, tetapi wajib dipandang sebagai cermin diri.
Badai, hujan lebat, gunung meletus, adalah peristiwa alam yang telah berlangsung jutaan tahun. Namun, kita memperparah dan mengubahnya menjadi bencana ketika kita memperlakukan alam tanpa etika. Tata ruang dilanggar, hutan ditebang habis, pesisir dicemari, habitat satwa dihancurkan.
Ingat kan di masa kampanye lalu kita pernah sama-sama membahas tentang pentingnya tobat ekologis, yaitu mengakui dosa kolektif kita pada bumi, lalu mengubah cara kita hidup dan cara negara mengelola kuasa?
Kita perlu mengakui bahwa kerusakan ini adalah hasil pilihan kolektif, mulai dari kebijakan yang lemah, mengabaikan analisis risiko, pengawasan yang longgar, serta ketidakpedulian ketika aturan dilanggar demi keuntungan jangka pendek yang hanya dinikmati sebagian orang.
Hari ini kita harus jujur bahwa kita terpaksa hidup berdampingan dengan bencana. Terlalu sulit untuk mencegah semuanya. Iklim sudah berubah, bentang alam sudah banyak dilukai. Namun, kita masih bisa mengurangi risikonya, sembari terus berusaha memperbaiki kerusakan alam.
Caranya, dengan tata kelola yang transparan, penegakan hukum yang tegas, gaya hidup yang lebih ramah bumi, keberanian berkata “tidak” pada proyek yang merusak, serta mendidik dan membiasakan mitigasi bencana secara serius bagi seluruh masyarakat.
Ini mungkin unpopular opinion: bumi tidak peduli pada kita, dan bumi tidak butuh kita peduli padanya. Bumi akan terus berputar, dengan atau tanpa manusia. Yang sedang terancam punah bukanlah planetnya, tapi keberlangsungan hidup kita sendiri. Maka kitalah yang butuh peduli pada bumi.
Tobat ekologis, sebuah pengingat dari Paus Fransiskus, adalah upaya yang harus kita jalankan untuk mengembalikan batas. Batas serakah, batas abai, batas melanggar aturan. Demi bumi yang lebih layak dihuni untuk anak dan cucu kita semua. •••
Sumatera berduka atas banjir bandang dan longsor di berbagai lokasi. Mohon doa dan perhatian agar bantuan segera tiba untuk semua yang terdampak. #PrayForSumatera
Ide yg bagus nih bikin Surat Izin Menstruasi. Tau gak sih ges, kalo cewe yg lagi sakit mens itu berhak untuk minta ijin tidak bekerja
Yuk normalize minta dan ngasih cuti mens, supaya para perempuan bisa relax pas sakit mens.
setahun lalu nnton Home Sweet Loan tapi feel jadi Kaluna nya masih on going sampe sekarang. Boleh gak sih gw hidup buat diri gw sendiri ajaaaa? Kapan bisa hidup tenang mikir buat diri sendiri tuh kapaaaannnnn
Lu pd bnrn ga marah? lu pada beneran ga kesel? Indonesia itu ya
1. Dokter ga dihargain (gaji kecil banget)
2. Guru ga dihargain (sama gaji juga kecil)
3. Anggaran gajelas kemana arahnya, ga berasa bagi gw middle class. Sekolah, medical check up, groceries mahal semua
Lu ga marah?
Udah gue bilang, negera ini harusnya ga dikelola laki-laki, tapi perempuan, terutama ibu yang selalu pingin anak-anaknya sehat & berpendidikan baik.
Dah jelas-jelas fatherless country. Itu bapak2 kl bukan pejabat ya cuma jadi bapak2 ga jelas yg dicerein istrinya gegara bego.
Kata siapa badan ga pernah ngajak kita ngomong?
- Nyeri perutmu?
- Dadamu yg tbtb sakit?
- Ga kepentok, ujug2 memar dimana2
- Mual2 terus
- Jalan kaki dikit/naik tangga baru 2 lantai, ngos2an
- Ga berenergi seharian
Jgn cuek!
Itu cara tubuh caper ke kamu, tlg diperhatiin 🥺
Baru pertama dalam hidup gua, plokis ngurusin kucing yang hilang. Mana gerak cepat sekali.
Sedangkan ada orang yang kehilangan barang berharga, bahkan nyawa orang, itu diurus dengan lambat dan blibet. Bahkan, direkayasa.
Brengsek
Work! Guys, semoga kita semua segera mendapatkan pekerjaan yg lebih baik lg ya♥️ yg gajinya baik, yg lingkungannya baik, yg sistemnya baik, yg dekat dgn rumah, yg jobdesknya sesuai dgn gaji, amiinnnn