Lionel Messi's recent stance, especially regarding Trump, may be open to criticism, but this photo is generally shared out of context.
The photo was taken in August 2013 during FC Barcelona's Middle East "Peace Tour," when Messi was playing for the club. The first leg of the tour was dedicated directly to Palestine.
Before traveling to Israel, the team visited the West Bank and met with Palestinians. At Dura Stadium near Hebron, a football training session and event was held with the participation of approximately 25,000 Palestinian fans and children. Messi and his teammates played football with Palestinian children on the pitch and gave them technical training.
I'm not saying this to defend Messi, but there is no concrete indication that he directly supports zionism. There is no need to hand the world's most famous footballer to zionists who are openly looking for supporters.
Cristiano Ronaldo ini adalah korban dari standar yang dia ciptakan sendiri.
Dia mengidentifikasikan dirinya sbg hero. Sosok yang mendefinisikan dirinya lewat penaklukan, kerja keras ekstrem, dan mentalitas nggak mau kalah.
Selama bertahun2, Ronaldo nggak pernah malu2 menyatakan secara verbal bahwa dirinya adalah yg terbaik, No. 1, dan sosok yg tak lelah mengejar kesempurnaan. Artinya Ronaldo telah menandatangani kontrak sosial dgn publik bahwa dia akan menaklukkan semuanya.
Konsekuensinya, publik sepakat dan mengamini standar tinggi itu. Maka, ketika Ronaldo gagal meraih Piala Dunia dan mencoba melunakkan kegagalannya itu dgn berkata Euro sudah cukup dan Euro dimensinya sama dengan Piala Dunia, maka publik merasa bahwa dia melakukan inkonsistensi.
Publik menuntut Ronaldo dengan standar tertinggi karena dia sendiri yang menolak diperlakukan sebagai manusia biasa saat berada di masa jayanya.
Lalu ketika dia mulai bersikap legawa yg dipaksakan saat kalah, publik melihatnya bukan sebagai kebijaksanaan. Tetapi sbg kerapuhan ego seorang pemenang yg sama sekali nggak paham cara utk memproses kekalahan.
Publik akhirnya menghakimi Ronaldo dengan narasi yang dia ciptakan sendiri.
Sepak bola dunia punya hierarki emosional dan sejarah yang sakral. Menyamakan Euro dengan Piala Dunia adalah bentuk penyerangan konyol terhadap mitos sepak bola itu sendiri.
Saat Ronaldo menyebut Euro setara dengan Piala Dunia, maka dia mengecilkan keringat, darah, dan sejarah komunal seluruh benua di luar Eropa demi mencocokkan realitas dunia dengan pencapaian dan ego pribadinya.
Ronaldo akhirnya tak lebih dari seekor rubah dalam fabel Aesop. Rubah itu gagal mencapai dan mengambil anggur di pucuk paling tinggi, lalu pergi sambil berkata, “Ah anggur itu pasti masam."
Fans sepak bola melihat tindakan ini sebagai bentuk kurangnya rasa hormat. Menolak mengakui Piala Dunia sebagai supremasi tertinggi adl tindakan yg tak sportif. Seorang pecundang yang tak mau menerima kekalahan dengan lapang dada.
Selamat tinggal Ronaldo.
Maaf, tdk ada farewell manis untukmu dan egomu.
🚨 ALERTA 🚨
Surat ini datang dari seorang kawan kita yang hingga hari ini masih berada di balik jeruji.
Di tengah situasi yang terus bergerak, tulisan ini mengingatkan kita bahwa mereka bukan sekadar angka dalam daftar tahanan. Mereka adalah manusia yang memiliki keluarga, cita-cita, dan kehidupan yang terpaksa tertunda karena keadaan.
Jangan biarkan mereka lenyap dari ingatan publik. Selama mereka masih bertahan di sana, kita punya tanggung jawab untuk terus menyuarakan keberadaan mereka dan memastikan bahwa perjuangan mereka tidak tenggelam dalam diam.
#BebaskanSeluruhTahananPolitik #demo
tuhan melindungi setiap langkah mereka yang turun ke jalan hari ini. terima kasih sudah memperjuangkan kepentingan semua orang. doa baik selalu. ✊🇮🇩 tinju ke atas.
Indonesian authorities have shut down several screenings of a new documentary about alleged human rights abuses in Papua, including Indigenous land seizures.
Al Jazeera’s @JesWashington explains the controversy.
Benarkah penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus hanya aksi spontan empat prajurit?
Investigasi Project M menemukan dugaan operasi intelijen terstruktur yang melibatkan belasan orang, personel TNI AD, AU, dan AL, hingga pencatutan identitas warga. https://t.co/20aUrQlcmK
📢BREAKING🚨
European Parliament resolution of 21 May 2026 on the cases of human rights and environmental defenders Andrie Yunus and Muhammad Rosidi in Indonesia.
For the first time after 10 years, the EU Parliament has passed a resolution in regards to human rights issue in Indonesia, specifically on the Case of Acid Attack Against @KontraS Deputy Coordinator Andrie Yunus and Environmental Activist from Bangka Belitung Muhammad Rosidi.
The Uni Eropa parliament also calls the Indonesian Government @Kemlu_RI for a swift, thorough, transparent and independent investigation to both attacks.
🔗Full version of the document
https://t.co/chC0iIkODo
Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya mengatur ketat arus informasi istana.
Mulai dari meminta wartawan memberitakan yang baik-baik saja, hingga menelpon manajemen dan petinggi media saat tidak suka dengan isi pemberitaan.
#DeadPressSociety#YaAkuBakalDibaca https://t.co/O6XCuqB4dA
Deretan kejanggalan kematian Farhan di Gedung ACC Kwitang.
Dua bulan setelah dinyatakan hilang dalam gelombang demonstrasi Agustus 2025, Farhan akhirnya ditemukan. Bukan dalam keadaan hidup, melainkan dalam bentuk kerangka di lantai dua Gedung ACC, Kwitang, Jakarta Pusat. Polisi menyebut mereka korban kebakaran.
Laporan kolaborasi Project Multatuli dan @BBCIndonesia menemukan sejumlah kejanggalan dalam kasus ini.
Selengkapnya dapat dibaca di - https://t.co/hReY6a4BV5