⠀
Ia mengambil cincin pernikahan yang akan dikenakan oleh Mahendra, lalu ia perlahan menggenggam tangan Mahendra, mengusapnya lembut sebagai bentuk sayang juga terima kasih hingga menyematkan cincin di jari manis Mahendra.
@sjeno
⠀
@spoqyy@rosenochte ⠀
“Dan kini, sebagai tanda ikatan yang tak berujung, silakan bertukar cincin. Lingkaran ini adalah lambang cinta yang tidak terputus oleh waktu.” Ia mundur setengah langkah, membiarkan kedua mempelai mengambil cincin indah kreasi @marshagouw
⠀
@rosenochte ⠀
. . Biarkan lembar ini menjadi pengingat, bahwa hari ini kalian memilih untuk mencintai, bukan hanya untuk sehari, tetapi untuk setiap hari setelah ini.”
Sertifikat itu diserahkan kepada Mahendra. Tepuk tangan lembut terdengar dari para tamu.
@spoqyy
⠀
⠀
“Saya Amaris, bersedia menerima saudara Mahendra sebagai pendamping hidup dan suami saya, menerimanya dalam suka maupun duka, sehat maupun sakit sampai maut memisahkan.”
@sjeno
⠀
⠀
Dengan suara yang pelan tapi tegas, Amaris berkata,
“Saya datang dengan hati yang bebas. Mahendra, saya tidak hanya memilihmu sebagai suami, tapi juga sebagai sahabat, penopang, dan rumah bagi jiwa saya. Dengan hati yang penuh cinta dan
⠀
ㅤ
️️ ️️️️️️ㅤ Selembar tisu diusapkannya pada air mata yang menetes tanpa sadar. Rasa syukur dan haru menyeruak ketika mendengarkan ikrar pernikahan sang kakak dangan suaminya.
️️ ️️️️️️
ㅤ
⠀
Dengan suara yang pelan tapi tegas, Amaris berkata,
“Saya datang dengan hati yang bebas. Mahendra, saya tidak hanya memilihmu sebagai suami, tapi juga sebagai sahabat, penopang, dan rumah bagi jiwa saya. Dengan hati yang penuh cinta dan
⠀
⠀
Matanya berkaca-kaca, bukan karena ragu, melainkan karena harapan dan keyakinan yang tak pernah ia rasakan sedalam ini. Ia menatap Mahendra—lelaki yang kini berdiri di hadapannya dengan hati terbuka.
⠀
@sjeno@spoqyy ⠀
Amaris terdiam sejenak, seolah waktu berhenti berputar. Dadanya berdebar begitu kencang, namun senyumnya lembut, penuh rasa syukur. Cahaya sore yang membalut dirinya terasa hangat, seakan semesta merestui langkah yang akan ia ambil.
⠀
@spoqyy@rosenochte ⠀
"Saya Amaris, bersedia menerima saudara Mahendra sebagai pendamping hidup dan suami saya, menerimanya dalam suka maupun duka, sehat maupun sakit sampai maut memisahkan."
@rosenochte
⠀
@spoqyy@rosenochte ⠀
Layev mendengarkan dengan kepala sedikit tertunduk, seperti turut mengamini setiap kata yang diucapkan. Setelah Mahendra menyelesaikan janjinya, Layev menoleh ke arah Amaris.
⠀
@sjeno@rosenochte ⠀
⠀
"Saya Mahendra, bersedia menerima saudari Amaris sebagai pendamping hidup dan istri saya, menerimanya dalam suka maupun duka, sehat maupun sakit sampai maut memisahkan."
⠀
@sjeno@rosenochte ⠀
⠀
“Saya datang dengan hati yang bebas… dan dengan seluruh kerelaan hidup saya, saya memilih Amaris sebagai istri saya, hari ini dan seterusnya.”
⠀
@rosenochte ⠀
“Saudara-saudara sekalian, hari ini kita hadir untuk menjadi saksi. Di hadapan kita, dua jiwa memilih untuk menjahit takdirnya menjadi satu. Apa yang akan mereka ucapkan bukan hanya kata-kata, melainkan janji yang akan mereka bawa.”
⠀
@rosenochte ⠀
Langkah Layev terdengar perlahan namun mantap, seolah setiap langkahnya membawa ketenangan ke dalam ruangan. Jas hitamnya jatuh lembut mengikuti gerak, memantulkan cahaya sore yang menembus jendela tinggi.
⠀
⠀
Tak lupa ia memberikan senyum kepada keluarga, sahabat, rekan kerja yang hadir pada acara hari ini, hingga dirinya telah tiba dihadapan Mahendra dan juga Priest.
@sjeno
⠀
⠀
Amaris saat ini sudah berada di luar pintu altar, didampingi oleh ketiga sahabatnya, Ella, Marsha, serta Ranika. Ketiga wanita kesayangan Amaris itu membantu Amaris untuk membawakan gaun bagian belakang yang dikenakan hari ini oleh Amaris.
⠀
⠀
Setelah diberi aba-aba oleh panitia, Amaris mengangguk paham, ia menatap sejenak Ella, Marsha, serta Ranika yang berada dibelakang Amaris. Senyuman tulus ia beri sebagai ucapan terima kasih kepada mereka,
⠀
ㅤ
ㅤ
Dan pada momen itu, dunia terasa berhenti. Waktu menunduk, memberi ruang bagi cinta @spoqyy dan Amaris yang akan diikat dengan kata-kata kudus, di bawah tabir emas yang akan dikenang selamanya.
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
Sang pendeta, Priest Layev, berdiri di altar menanti, sementara kedua mempelai semakin dekat, seolah setiap langkah mereka adalah bait doa yang ditulis di udara.
ㅤ
ㅤ