BBC News Indonesia menemukan fakta bahwa selama di Jakarta, Yasinta Moiwend alias Mama Yasinta bertemu tiga advokat dan seorang perempuan asli Papua yang berasal dari Kabupaten Mimika.
Dua dari empat orang tersebut diduga memiliki rekam jejak digital dan hubungan samar dengan Badan Intelijen Negara (BIN).
Adapun salah satu advokat yang ditemui Yasinta bekerja di firma hukum milik pengurus Dewan Pengurus Pusat Partai Gerindra. https://t.co/hvmKkck4rc
Ini sih biadab & tdk bermoral. Bukannya mengutuk penyiraman air keras ke warga sipil, tapi justru menyayangkan cara menyiramnya yg tdk profesional. Kalian semua benar2 biadab! Dan kita mesti sadar bahwa kita sdg tinggal di negara sakit.
"Saya bilang ini goblok banget!"
"Masa pake tumbler yang mulutnya besar banget? Ya nyiprat"
“Main cantik lah. Kalau ada CCTV, bisa pakai jaket, pakai masker, pakai penutup aja. Masak di tengah jalan enggak pakai penutup muka, enggak pakai helm. Ini kan jadi lucu-lucuan”
Kutipan dari hakim militer.
Di persidangan militer.
Ini bukan soal Teddy Indra Wijaya sebagai pribadi.
Ini soal sistem militer yang lagi dilipet seenaknya.
Begini faktanya:
Bagi lulusan Akmil 2011, seharusnya baru layak Letkol sekitar 2034.
Teddy adalah lulusan Akmil 2011, 2026 udah Letkol.
Loncat 8 tahun!!!
Dan ini bukan sekali.
Naik pangkatnya pakai istilah ajaib:
“kenaikan reguler dipercepat”
yang bahkan dikritik analis militer kayak Selamat Ginting sebagai gak ada dalam aturan TNI.
Masalah makin serius:
UU TNI cuma izinkan perwira aktif isi 10 jabatan sipil.
Seskab? Gak masuk.
Artinya?
Kalau mau jadi Seskab, harusnya mundur dulu dari TNI.
Tapi ini enggak.
Lebih aneh lagi:
Jabatan Seskab setara eselon 2.
Harusnya minimal Brigjen.
Sekarang malah cukup Letkol.
Belum cukup syarat, tapi sudah duduk.
Sementara itu:
Perwira lebih senior,
lebih lengkap pendidikan,
masih ngantri.
Pesan yang dikirim ke dalam TNI jelas:
Prestasi kalah sama kedekatan.
Kalau ini dibiarkan,
yang rusak bukan cuma satu orang.
Yang rusak: sistem.
Dan kalau militer mulai longgar terhadap aturan dan bisa dilangkahi,
yang kena dampaknya bukan cuma mereka.
Tapi kita semua.
Revisi daftar 40 homeless media yang disebut Qodari sebagai mitra baru pemerintah. Lengkap sama username IG mereka.
Ada yang ketinggalan 1 nih. Gue barusan dengar ulang, ternyata The Maple Media juga ikut main ke Bakom.
1. Folkative (folkative)
2. Indozone (https://t.co/NJlwBAjejI)
3. Dagelan (dagelan)
4. Indomusikgram (indomusikgram)
5. Infipop (https://t.co/PbTKRGp7wX)
6. Narasi (narasinewsroom)
7. Muslim Folks (https://t.co/U9mlfHnbZE)
8. USS Feed (ussfeeds)
9. Bapak-Bapak ID (bapak2id)
10. Menjadi Manusia (https://t.co/Xu4fYnLGiT)
11. GNFI (gnfi)
12. Cretivox (cretivox)
13. Kok Bisa? (kokbisa)
14. Taubatters (taubatters)
15. Pandemic Talks (pandemictalks)
16. Kawan Hawa (kawanhawa)
17. Volix (https://t.co/444OLyexcG)
18. Ngomongin Uang (ngomonginuang)
19. Big Alpha (bigalphaid)
20. Good Stats (https://t.co/nE8osOm0eW)
21. Hai Dudu (hai.dudu)
22. Proud Project (proud.project)
23. Vibiz (vibizmedia)
24. Unframed (https://t.co/MPq4Qck8fF)
25. Kumpul Leaders (kumpul.leaders)
26. CXO Media (cxomedia)
27. The Maple Media (themaplemedia)
28. How to be Nothing (https://t.co/DmPZAxjgm7)
29. Everest Media (https://t.co/DonW9uvMRQ)
30. Geometry Media (geometrymedia)
31. Folks Daily (?)
32. Dream (dreamcoid)
33. Melodi Alam (melodi.alam)
34. NKTSHI (?)
35. Modestalk (https://t.co/2PEte60wy3)
36. Lead Media (https://t.co/SPJkrCZqj3)
37. Nalar TV (redaksinalartv)
38. Mahasiswa dan Jakarta (mahasiswadanjakarta)
39. Notch Plus (?)
40. Mature Indonesia (mature.idn)
Coba dong gaes sambil dibantu dengar, ada yang salah ejaan gak kira-kira? Gue jujur gak hafal semua homeless media yang disebut Qodari.
Tinggal Folks Daily, NKTSHI, dan Notch Plus yang masih belum jelas. Gak tahu deh penulisannya yang benar gimana.
Notes: Buat homeless media yang merasa gak datang di Konferensi Pers Bakom RI, boleh dong klarifikasi langsung. Biar sekalian protes karena namanya dicatut Qodari.
Bayangkan kabar keji ini tidak viral, pelaku tidak mendapat hukuman.
Lalu ia ditugaskan untuk menggembleng para awardee LPDP, atau menjadi mandor kuli pembangunan kopdes merah putih, atau mentor sarjana penggerak pembangunan Indonesia (SPPI) yang akan menjadi kepala SPPG. 🤢🤮
Dear teman-teman Indonesia New Media Forum alias Homeless Media,
Jujur, saya kecewa berat sama cara main kalian.
Kalian selalu riding the wave isu yang lagi jadi keresahan publik, bahkan terkesan berpihak. Sampai pasang avatar hijau-pink itu, sampai beberapa dari kalian muncul di depan DPR waktu 17+8. Tapi ternyata semua itu cuma modal cari engagement, yang kemudian dimonetisasi dengan mengkhianati ekspektasi audiens kalian: merapat ke rezim.
Kalian sudah kasih bantahan, sampai Tempo merevisi beritanya. Tapi siaran pers istana tak bisa dibendung. Dan tidak ada satupun fakta yang berubah, kalian tetap sudah merapat.
Mau berdalih cover both sides pun tidak akan mengubah kenyataan bahwa pada 10 Maret lalu jauh sebelum Qodari bicara ke publik, kalian sudah duluan ketemu Gibran. Mau diklarifikasi kayak apapun pertemuan ini jadi bukti:
KALIAN SEBENERNYA GA PUNYA MASALAH SAMA REZIM INI.
Dan Qodari melihat celah itu. Menurut saya tujuan Qodari bukan sekadar mau kasih proyek kalian. Tapi mau ngancurin kredibilitas media alternatif yg dianggap pro publik. Dia tau kalian sering pake angle kritis, apalagi pas 17+8. Semua media mainstream sudah dikooptasi rezim, tinggal homeless media. Sekarang tanpa kooptasi, hanya pake sekali siaran pers. hancurlah harapan kami pada kalian. Sekarang coba jelasin, gimana kami masih harus percaya sama kalian?