Kusta di Jawa Timur masih menjadi tantangan dengan prevalensi tinggi di beberapa kabupaten, sehingga memerlukan upaya terpadu seperti deteksi dini, SDR-PEP, serta pemberdayaan masyarakat.
https://t.co/HGOdVJrBAJ
Penderita kusta di Jatim didominasi oleh orang dewasa (usia >14 tahun) dan mayoritas menderita tipe kusta multibasiler (MB). Sebanyak 76% pasien tercatat tanpa kecacatan (tingkat 0).
Bahkan, mitigasi pendakian bagi kelompok disabilitas pendaki lebih rumit daripada mitigasi personal pendaki. Jika personal pendaki hanya merancang mitigasi untuk satu ragam disabilitas, maka pendakian kelompok disabilitas memerlukan rencana multi mitigasi ragam disabilitas.
Dalam setiap pendakian Difabel Pecinta Alam (Difpala) memiliki rencana keselamatan dan keberhasilan. Seluruhnya terukur, termonitor dan terevaluasi.
https://t.co/GSuxy1oME4
Bicara tentang penyandang disabilitas mendaki gunung adalah hal yang sudah biasa dan makin banyak dilakukan. Namun bicara tentang kelompok disabilitas mendaki gunung, sejauh ini, Difpala adalah satu-satunya di Indonesia yang konsisten.
Sejak tahun 2020 hingga saat ini seluruh pendakian Difpala selamat. Tak ada insiden fatal. Sebabnya, Difpala memiliki rencana keselamatan dan keberhasilan tim pendakian.
Difpala melakukan aktivitas pendakian sejak tahun 2020. Tak hanya mendaki, mereka juga melakukan penghijauan, pungut sampah dan kegiatan pelestarian lainnya.
Difpala adalah organisasi disabilitas pendaki gunung pertama di Indonesia yang konsisten. Kelompok ini dalam naungan Yayasan Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS) sebagai unit pemberdayaan disabilitas di bidang pelestarian alam dan lingkungan.
Healing tipis-tipis ala Difabel Pecinta Alam (Difpala). Ada hiking (mendaki), reppeling (turun tebing), rafting (arung jeram), hingga pionering kepramukaan (tongkat dan tali temali). Yang butuh cek up kesehatan dasar ada Posyandu Disabilitas. Tinggal pilih gaess.
Komisi Nasional Disabiltas (KND) menyerahkan vandel apresiasi kepada Rescue Bela Negara atas kontribusi terhadap Educamp Nasional, 21-14 Mei 2024 di Malang
Diskusi RTL 23 Mei 2024. Pembentukan dan pengembangan gudep-gudep berbasis komunitas menjadi salah satu rencana tindak lanjut Educamp Nasional 2024 untuk mendukung rintisan Sako Disabilitas Berdaya.
Peserta Educamp Nasional 2024 Malang baik disabilitas maupun non disabilitas berkesempatan menjajal rafting dalam dampingan Tim RBN Malang, 23 Mei 2024 di Lembah Karangduren Malang.
Salah satu kegiatan pionering kepramukaan dari Rescue Bela Negara Malang dalam Educamp Nasional, 22-24 Mei 2024. Sebuah pengalaman baru dan pertama seumur hidup dari penyandang disabilitas yang tidak pernah bersekolah.
Wakil Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Bidang Satuan Karya Pramuka, Satuan Komunitas Pramuka, dan Gugus Darma Pramuka, Inspektur Jenderal Polisi (Purn) Drs. Wahyu Adi. mengisi materi sosialisasi Jukran Sako Nomor 177 Tahun 2012
Press release. Educamp Nasional 2024 di Malang menjadi potret kepramukaan inklusif. Anak-anak Pramuka penyandang disabilitas dari komunitas dan panti rehabilitasi yang tidak pernah mengenyam pendidikan formal berbaur dan berkegiatan bersama..
https://t.co/uatzmTX9Nz