Tbh gue gasuka sama statment toxic positivity macam "gapapa miskin yang penting bahagia." Like, big no. Gaada yang bahagia dalam KEMISKINAN, hidup miskin itu tidak LAYAK, banyak cita-cita yang mati karena jadi MISKIN. Gaya hidup sederhana beda sama nasib hidup jadi orang miskin.
@anggarasamvdr yg pertama harusnya jangan ditolak, kalau ditolak terus²an bakalan matiin jiwa providernya karena bakal mikirnya 'ah kan dibayarin sama gue ini' jadi terima aja berapapun nominalnya terserah mau dipake atau disimpen yg penting terima
kayaknya semua anak umur 20an skrg pernah ngerasain ini.
- buka LinkedIn, insecure
- buka Instagram, insecure
- ketemu keluarga/temen, eh ditanya kerja dan planning masa depan
terus pulang sambil overthinking seharian... takut dgn masa depan yg gak jelas dan gak pasti ini🥲
@Sipitungscbd Basa basi orang susah cukup menyebalkan emang tapi niat mereka belum tentu merendahkan kok. Mereka itu bodoh aja tapi ya salahnya orang bodoh banyak yg sok menggurui padahal cuman modal usia yg lebih dewasa aja
Raditya Dika pernah bilang: setiap laki laki itu pasti selingkuh, ya minimal banget selingkuh batin lah: diem diem stalking cewek lain, like postingan cewek lain, senyam senyum ngebayangin cewek lain, itu termasuk selingkuh batin
sekarang gw baru paham knp orang-orang pengen banget punya pasangan. bukan perkara pengen romantis-romantisan. tapi sesimple we need to someone to talk, we need someone to understand what our feeling, tempat berkeluh kesah, tempat buat sharing, tempat buat cerita yang ada di isi kepala.
Hal-hal yang terlihat seperti cinta:
1. Sleepcall
2. Fast respon
3. Long text
4. Kirim makan/minuman
5. Obsesi
6. Kado dan uang
Hal-hal yang sebenarnya cinta itu:
1. Respect
2. Support
3. Kepercayaan
4. Validasi
5. Komitmen
6. Memaafkan
7. Toleransi
8. Komunikasi
Janjian juga enaknya sama yg sama2 kasih opsi, bukan yg nanya2 doang.
"Ketemu di mana? Jam berapa?" ❌️
"FX jam 7 yuk. Marugame mau ga?" ✅️
Kek sepele, tapi nanya2 doang itu kasih beban utk menjawab & cari ide ke satu pihak doang. While yg kasih opsi bantu mikir 50%.
Adik sepupuku yang lagi hamil 8 bulan tiba-tiba nge-chat minta minjem baju newborn anakku buat persiapan bayinya lahir.
Katanya, "Kak, boleh pinjam baju newborn-nya nggak? Nanti aku cuci bersih terus balikin."
Jujur, aku sempat diem dulu sebelum bales.
Soalnya baju-baju itu aku pilih sendiri waktu hamil. Nyari yang bahannya nyaman, nggak bikin alergi, dan ukurannya pas buat bayi baru lahir.
Sekarang anakku memang sudah 14 bulan, jadi bajunya udah nggak dipakai lagi. Tapi bukan berarti aku siap buat minjemin.
Aku pernah punya pengalaman kurang enak. Dulu sempat minjemin baju bayi ke saudara lain, tapi pas balik jumlahnya nggak lengkap. Yang kembali pun kondisinya udah melar dan warnanya pudar.
Akhirnya aku balas baik-baik.
"Maaf ya Dek, bajunya memang udah nggak dipakai, tapi aku masih pengen simpan buat nanti kalau adiknya lahir. Kalau lagi cari baju newborn, sekarang banyak kok yang harganya terjangkau di marketplace atau bisa cari yang preloved, kondisinya juga masih bagus."
Sayangnya dia kelihatan kecewa. Bahkan sempat bilang aku pelit karena bajunya juga sudah nggak dipakai.
Aku cuma jelasin kalau ini bukan soal pelit. Aku cuma ingin menjaga barang yang memang masih ada rencana buat kupakai lagi. Pengalaman sebelumnya juga bikin aku lebih hati-hati kalau meminjamkan barang.
Menurutku, menolak permintaan orang lain bukan berarti kita nggak sayang. Kadang itu cuma bentuk menjaga batas dan menghargai barang yang kita punya. Jadi kalau memilih bilang "nggak", rasanya juga nggak perlu merasa bersalah.
Gue takut banget masuk ke fase "bawaannya pengen tidur terus" lagi. Biasanya ini jadi tanda awal kalau gue lagi mulai lost, ngerasa kosong, dan pengen ngejauh dari semua orang. Gue nggak mau masuk ke fase itu lagi, please. Gue nggak mau kehilangan diri gue sendiri untuk kedua kalinya. 😔
Semoga kita semua selalu kuat dan bisa menang ngelawan semua hal yang selama ini cuma dipendem sendiri, yang nggak pernah kita ceritain ke siapa pun. Sending big hugs buat kalian semua
ada anak perempuan yg sedang sibuk meyakinkan dirinya bahwa “i can handle everything”, trust me dia sebenernya perlu someone to talk, tapi dia gabisa terbuka dengan perasaannya. dalam hatinya “please hug me” anak perempuan satu ini lagi ga baik-baik aja.
"Aku jemput yaa.."
"Sama aku aja.."
"Kemana mana sama aku"
"Sebelum pulang kita makan dulu yaa"
"Gak boleh sendirian, aku jemput"
"Kangen, kita ketemu yaa"
My little heart's reaction:
🥺🥺🥺