Pidato WOWOK hari ini dihari Koperasi: Sangat brutal untuk seorang Presiden
— ngomong bajingan, iya bajingan
— nggak mau dikritik sama sekali
— mau menang sendiri
— merasa programnya benar
— ngusir rakyatnya sendiri
— banggain kabinetnya yang gemar korupsi
Setrauma apa blio waktu kecil sampe masa tuanya begini, selama disekelilingnya ngasih tepuk tangan, nggak bakalan waras ini NPD LANSIA
Gak ada yang lebih ironis dari kisah Prof. Bambang Hero Saharjo. Ilmuwan yang berjuang nyelametin hutan Indonesia dari kebakaran, malah digugat Rp510 Miliar di negeri sendiri oleh korporat sawit.
Tahun 2018, dosen IPB ini dituntut dengan angka fantastis itu cuma karena beliau jadi saksi ahli KLHK buat ngebongkar kasus pembakaran hutan di Riau. Analisis ilmiahnya yang akurat malah dibalas teror hukum yang nyaris ngehancurin kariernya.
Tapi plot twist-nya bikin nampar muka hukum kita: Di saat dalam negeri beliau ditekan habis-habisan, tahun 2019 lembaga internasional di London, Inggris, justru menganugerahi beliau John Maddox Prize—salah satu penghargaan tertinggi buat ilmuwan paling berani di dunia.
Bukti nyata kalau di negeri ini, jujur dan pakai ilmu buat bela alam itu taruhannya bisa miskin tujuh turunan digugat mafia.
Dulu kami kirim putra2 terbaik melalui Indonesia Mengajar dan Guru Garis Depan utk mengabdi ke pelosok sbg pengormatan thdp setiap jengkal wilayah NKRI.
Memberi stigma buruk pada Papua, Malut, dan daerah terluar NKRI sbg tujuan mutasi hukuman sama dgn menghukum daerahnya juga.
materi sex education gak dimasukin soalnya biar para tokoh2 agama yg ngelakuin pelecehan seksual terutama ke underage gak ketahuan terus bisa ngamanin diri mereka sendiri
according to psychology people who often talk to themselves build fake scenarios and have full conversations in their heads often assume it’s normal. but in reality, it’s a form of self regulation, away to process emotions when there’s no one who truly understands them. 1/5
gw selalu berterimakasih kepada siapapun yang selalu muji gw. terimakasih selalu kasih apresiasi disegala aspek baik gambar, hidup gw, how i looks, bahkan hal kecil yg ga nyangka ternyata itu hal yg bisa di apresiasikan. maaf kalo gw repliesnya kadang terlihat kaya kurang exited
Kunjungan Tim Agrinas ke Kopdes di NTT membuka mata:
1️⃣ Karyawan Kopdes cuma gotong royong tanpa gaji, hanya manajernya yg dibayar Agrinas.
2️⃣ 400 KK di Desa tersebut diminta belanja Rp1 juta/bulan, agar omset Kopdes Rp400 juta/bulan.
Inilah program yg membebani warga desa.
berarti sebenarnya kuliah kedokteran bisa gratis ya? bisa. ukt bisa gratis ya? bisa. korban bencana bisa relokasi ya? bisa. bisa punya akses kereta sampe pelosok, tol, dan mrt kayak di negara maju ya? bisa. bisa punya synchrotron ya? BISA.
semua bisa, tapi GAMAU. liaten EMBEGE.
Orang biasa harus bersaing sama 100ribu applicants, ngelewatin proses rumit.
Orang random bisa tiba2 dipilih jadi Komisaris dengan gaji ratusan jt di tempat yang sama.
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia-nya mana?
hal-hal yg menurut gue seharusnya bisa gratis di sini tapi malah jadi bayar:
1. pendidikan
2. AIR WOI AIR ITU BASIC NEEDS BGT KENAPA GUE HARUS BAYAR UNTUK AIR HEELLOOOOOO????
Dana Desa ngga bisa dicairkan klo kepala desa belum membangun Kopdes Merah Putih.
Setelah Kopdes dibangun?
Dana desa yang diterima pihak desa malah dipotong dari sebelumnya Rp1 Miliar menjadi Rp200-300 juta.
Kini dana desa bukan lagi bantuan, tapi pemerasan berbalut program.
IN INDONESIA, the cost of one book equals a week's worth of living expenses.
And the PRESIDENT of our country ignores the low value of his own country's currency! Oh, we are so doomed.