@artevella "Oh iya, Bang. Emang beneran bule, Bang?"
Bhanutian tertawa. "Bukan lah! Orang Singapura, cina ngga sih?" Fatih ngangguk-ngangguk setelah itu kembali melayani pelanggan.
Untungnya ini bukan jam makan siang jadi warteg sudah melewati masa ramainya. "Kok lama ya?" Gumamnya.
"Mau kemana emangnya, @sorrowsonder?" Adalah respon pertamanya, penasaran. "Bisa, kok. Aku punya karyawan yang jaga warteg!" ujarnya agak menyombongkan diri.
"Jadi aman aja kalau aku ngga ada mereka tetep bisa kok." Bhanutian kini memasang sabuk pengaman tanda dia sudah siap.
@sorrowsonder Bhanutian mengerutkan dahinya dan memberikan tatapan seolah marah dengan ucapan Basira mengenai tubuhnya dan kecil. Tapi hanya sesaat sebelum ada sipu malu karena pipinya dikecup.
Kepalanya dimiringkan dan menatap Basira. Ada kebingungan dan rasa penasaran disana. --
ketika keluar lagi. Pintu mobil dibuka dan senyuman segera mengembang di wajah yang lebih muda. "Malam, Kakak ganteng." ujarnya yang kini duduk di kursi penumpang setelah menutup pintu. Bhanutian segera memeluk @sorrowsonder, rindu.
"Kangeen!" manja sekali Bhanutian. "Yuk?"
@sorrowsonder Bhanutian keluar dari warteg yang hampir tutup itu. "Nanti kunci bawa aja ya. Gue mau pergi." ujarnya pada pekerja yang masih disana sebelum benar-benar meninggalkan warteg.
Di depan sana sudah terlihat mobil milik Basira yang parkir, tak masuk ke dalam agar mempermudah --