jadi jaman Rasul tuh ada anak kecil yg terkenal bisa baca pikiran org lain. dan gegara kemampuan ini, dia dicurigai sbg dajjal.
kebetulan nih anak lahir di keluarga Yahudi dan dia BENCI BANGET ama Rasulullah. jd dia songong bgt nantangin Rasul.
suatu hari Rasul samperin ni anak “coba tebak apa isi pikiranku?”
anak ini jawab “ad dukh..ad dukh…”
Rasul langsung bilang “stop, jgn dilanjut. semoga kemampuanmu ga berkembang lebih besar drpd ini”
trus Rasul nanya “apakah kamu percaya kalo aku utusan Tuhan?”
dia jawab “percaya, kalo kamu jg percaya bahwa aku utusan Tuhan” (songong kan). Rasul pun pergi ninggalin dia.
Umar bin Khattab nanya “emg apa yg kamu pikirkan saat itu Rasul?”
Rasul bilang “aku saat itu berpikir tentang Ad Dukhan”
🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂
nama anak ini : Ibnu Shayyad.
nah anak ini akhirnya semakin besar, dia tinggal di Madinah. dia masuk islam dan menikah, diriwayatkan dia punya 10 anak. tapi para sahabat Nabi tetep menghindar dari dia karena ga percaya sama dia.
suatu hari para sahabat pergi haji, termasuk Ibnu Shayyad. pas perjalanan pulang, rombongan ini istirahat.
ada salah satu sahabat Nabi duduk di bawah pohon, ga lama dateng si Ibnu Shayyad duduk sebelahnya. sahabat Nabi ini liat dia dan bilang “gih, kamu pindah. banyak pohon lain buat berteduh”
tiba tiba Ibnu Shayyad ini nangis. sahabat Nabi td nanya “kenapa kamu nangis?”.
dia jawab “aku nangis karena org org ngira aku dajjal dan menjauhiku. padahal kamu tau sendiri, dajjal itu kafir sedangkan aku muslim. dajjal itu ga nikah, sedangkah aku nikah. dajjal itu gapunya anak, sedangkan aku punya anak. dajjal itu gabisa masuk mekkah madinah sedangkan aku buktinya tinggal disini”
sahabat Nabi itu jd mikir “iya ya, bener juga. poinmu tepat semua”
eh abis itu Ibnu Shayyad lanjut “tapi sejujurnya, menurutku nama itu lumayan bagus. julukan itu keren ga sih? dajjal dengan segala powernya. aku sih ga keberatan kalo memang ternyata akulah si dajjal itu”
sahabat Nabi itu langsung pucat dan berdiri sambil pergi “please jauh jauh dariku”
Ibnu Shayyadnya? ketawa.
gila nih org aneh bgt🙂🙂🙂🙂🙂🙂merinding
Guys, kalian tau Aldi Taher kan.
Yang komen-komen random di mana-mana.
Yang tiba-tiba nongol di postingan orang dengan Aldis Burger Cempaka Putih, rotinya lembut, dagingnya juicy, bisa pesan online.
Yang diblok Deddy Corbuzier.
Yang bikin grup WhatsApp mantan istri tapi yang ngobrol dia sendiri.
Ya.
Orang itu.
Dan gue baru tau satu hal soal dia yang bikin gue diem sebentar.
Istrinya Salsa Billy cerita soal momen pertama dia sadar Aldi itu orang yang layak dijadiin suami.
Bukan waktu Aldi ngasih bunga.
Bukan waktu dia romantis-romantisan. Bukan waktu dia kaya atau terkenal.
Tapi waktu Salsa pertama kali datang ke rumah Aldi dan lihat satu hal
Aldi lagi mandiin ibunya.
Gantiin pampers.
Dan Salsa bilang
Waktu itu aku belum pernah lihat laki-laki kayak gitu. Yang beneran oh, kayaknya nggak salah nih.
Dan ini yang bikin gue mikir.
Di luar sana Aldi Taher dikenal sebagai orang yang absurd.
Yang random.
Yang bikin orang ketawa sekaligus geleng-geleng kepala.
Tapi di rumah dia yang nyuci,
yang urus anak
yang ingetin istri buat nggak marah ke anak dengan cara kasar,
yang bilang salah nggak salah, minta maaf aja,
kita dapat pahala juga.
Nggak ada kamera.
Nggak ada penonton.
Nggak ada yang tepuk tangan.
Dan mungkin itu yang paling langka dari seorang laki-laki
Baik bukan karena dilihat.
Tapi karena emang begitu orangnya.
Salsa juga cerita awal nikah lagi COVID.
Nggak ada syuting.
Uang tipis.
Mereka buka barbershop.
Buka mie ayam.
Aldi sendiri yang nyukur rambut temennya buat bertahan hidup.
Dan sekarang burger Cempaka Putihnya viral gara-gara dia komen random di mana-mana dengan cara yang orang bilang "nggak ada konsepnya."
Tapi Aldi sendiri bilang "Konsepnya Allah."
Gue nggak tahu apakah itu wisdom atau dia emang nggak bisa jelasin konsepnya.
Mungkin dua-duanya.
Tapi satu hal yang gue yakin orang yang di puncak kesibukan hidupnya masih mandiin ibunya sendiri, itu bukan orang yang perlu kita ragukan karakternya.
Sisanya biar Allah yang urus.
Gimana tanda kalo dia adalah jodoh kita?
Rasa tenang.
Bukan perasaan yg menggebu2, tapi ada perasaan tenang yg aneh. Seperti pulang ke rumah setelah lama pergi. Seolah kita yakin, kalo dia jodoh kita. Bukan cuma cocoklogi.
Selanjutnya, kita jg ngerasa jadi diri sendiri. Gak ada yg namanya kepura2an. Gak selalu jaim di depan dia. Gak ada kekurangan yg ditutupi. Dgn jodoh, topeng itu jatuh dgn sendirinya.
Tanda lainnya, kalo diskusi sm dia kerasa beda. Sekalipun beda pendapat atau berdebat. Marah, tapi gak pengen menyakiti. Capek, tapi gak pengen pergi. Ego kita gak lebih besar dari kemauan utk ngejaga hubungan.
Kalo kita ketemu dia, bawaanya pengen jadi versi yg lebih baik, bukan karena dituntut. Tapi, kehadirannya bisa menginspirasi utk terus tumbuh lebih baik.
Katanya, jodoh itu tenang, aman, dan mendorong ke arah lebih baik. Ketemu jodoh itu ibarat menemukan bagian diri yg hilang. Dan ketika bersama seolah tubuh kita jadi lengkap.
Ini kesimpulan yg saya dapatkan, dari hasil ngobrol sm orang lain dan ngerasainnya sendiri.
Stop ngira cowok jelek itu bakal baik dan setia, yang jelek biasanya lebih gatau diri daripada yang ganteng. Kenapa? karena dia suka kagetan kalo ada cewek lain yang naksir dia dikiranya dia tampan dan berkharisma!