Kalau kita berpikir untuk menuhin ekspektasi orang, percuma. Nggak akan ada habisnya. Kadang, kita terlalu sibuk membahagiakan “pikiran” orang lain sampai lupa pikiran, jiwa, tubuh, dan hati sendiri perlu diistirahatkan.
Sahabat gue: “Gue capek banget ngerasa nggak ada yang bisa diajak cerita. Kayaknya gue nggak berharga banget.”
Gue: (Lihat diri sendiri) “Gue ini apa? Kentang?”