laki-laki hidup untuk menghidupi.
emang ga gampang ya jadi laki-laki.
udah kerja keras masih sering dibilang kurang, niat istirahat bentar malah dikira males.
mau nangis takut dikatain lemah, ngeluh sakit dibilang manja. bahkan kalau sampai kenapa-napa dibilang ga sayang sama diri sendiri.
pas hidup rasanya beban di pundak numpuk banget, eh pas udah ga ada pun masih dituntut tanggung jawab buat wanitanya.
mungkin sesama laki-laki bakal lebih relate ya, kalau wanita yang baca mungkin tanggapannya bisa beda.
@bardanslm Betul. Dan di keluarga besar, keluarga yang dipandang dan dihormati adalah yang uangnya banyak. Datang bawa mobil. THR gede. Umroh rutin. Qurban rutin. Minimal nggak akan pernah disuruh cuci piring pas kumpulan keluarga. Yang ada dipepet terus lalu dicari “cipratan2nya”.
pahitnya jadi laki2 adalah value diri kita dilihat hanya dr uang yg dimiliki.
saya pernah sakit hati dengan saudara yg bilang kerja saya enggak jelas, cm tidur2an di kamar main facebook.
ketika ekonomi saya membaik, anggapannya berubah.
dulu : "ngapain sih cm tidur di kamar main facebook enggak jelas?"
sekarang : "gimana caranya cm tidur di kamar main facebook kok bisa punya uang?"
dunia memang sebngst itu, makanya saya berusaha sekalipun nggak pernah mau merendahkan usaha orang lain.
ada orang 3 kali coba langsung berhasil, ada orang 1 juta kali coba dan gagal.
kebayangkan kalau yg gagal 1 juta kali itu ayah kita?
makanya walau dunia jahat bgt ke ayah kita, setidaknya kita jangan ya 🥺