Ges, mumpung masih pagi, aku pengen sharing sesuatu yang penting banget.
Sering banget pas jaga IGD, aku nerima rujukan pasien stroke yang kondisinya udah telat penanganan atau lewat dari "masa emas".
Alasannya macem-macem di rumah. Ada yang dikira cuma kecapekan terus disuruh tidur dulu, ada yang dibawa ke tukang pijat, sampai ada mitos jari-jarinya ditusuk jarum biar "darah kotornya" keluar.
Tolong ya ges, stroke itu bukan salah urat atau masuk angin. Ini murni masalah pembuluh darah di otak yang tersumbat atau pecah. Sel otak kita itu gampang banget mati kalau aliran darahnya berhenti sebentar aja.
Makanya di neurologi ada istilah Time is Brain. Makin lambat dibawa ke RS, makin banyak sel otak yang mati, dan resiko cacat permanennya makin tinggi.
Gimana cara ngenalin gejala awal stroke?
Gampang banget, ingat aja singkatan SeGeRa Ke RS:
• Senyumnya tiba-tiba mencong atau ga simetris.
• Gerakan separuh badan (tangan/kaki) mendadak lemah. Coba suruh angkat kedua tangan barengan, kalau ada satu yang jatuh perlahan, itu tanda bahaya.
• bicaRa jadi pelo, cadel, atau tiba-tiba ga bisa ngomong dan ga nyambung diajak ngobrol.
• Kebas atau kesemutan separuh badan secara mendadak.
• Rabun tiba-tiba, pandangan ganda atau kabur di satu mata.
• Sakit kepala hebat yang munculnya tiba-tiba banget tanpa sebab.
Kalau ada keluarga, orang tua, atau saudara yang tiba-tiba ngalamin salah satu aja dari gejala di atas...
Tolong, jangan ditunggu "nanti siangan siapa tau sembuh".
Jangan ditusuk jarum jarinya.
Jangan dipijat badannya.
Tolong segera dibujuk dan langsung bawa ke IGD rumah sakit terdekat.
Boleh minta tolong di-bookmark atau dibagikan ya ges postingan ini. Pengetahuan simpel ini beneran bisa bantu nyelamatin nyawa atau mencegah kecacatan orang-orang tersayang di sekitar kita 🙏🏽
Ada satu penyesalan dari keluarga pasien stroke di IGD yang sering banget bikin aku ikut nyesek pas dengernya:
"Dok, tadi pagi badannya tiba-tiba lemas, kirain cuma kecapekan biasa. Terus disuruh tidur dulu aja..."
Atau, "Tadi udah dibawa ke tukang urut Dok, tapi malah makin parah, separuh badan ga bisa gerak."
Ternyata pas diperiksa di IGD, kondisinya udah lewat dari masa emas.
Tolong ya ges, di bagian saraf, kami punya pegangan erat: Time is Brain. Waktu adalah otak.
Pas pembuluh darah di otak mampet karena sumbatan, setiap detiknya ada jutaan sel otak yang mati kelaparan ga dapat oksigen. Makanya ada yang namanya Golden Period atau masa emas penanganan stroke, yaitu maksimal 4,5 jam sejak gejala pertama kali muncul.
Kenapa sih ngejar waktu di bawah 4,5 jam itu penting banget? Karena kalau pasien datang cepat, kami masih punya senjata buat menyelamatkan sel otak yang belum mati.
Ada obat khusus yang disuntikkan lewat infus untuk menghancurkan gumpalan darah yang nyumbat itu. Tindakan ini namanya Trombolisis. Ibarat saluran air yang mampet, obat ini tuh kaya cairan pembersih super kuat buat ngelancarin alirannya lagi.
Terus, gimana kalau gumpalan darah yang nyumbat ukurannya gede banget? Ada tindakan lanjutan namanya Trombektomi. Dokter bakal masukin semacam selang kecil dari pembuluh darah di paha, terus naik ke arah otak, buat "menangkap" dan menarik gumpalan darah itu keluar secara langsung.
Tapi ges, tindakan krusial kaya Trombolisis dan Trombektomi ini butuh fasilitas khusus seperti alat CT-Scan dan kesiapan tim medis, yang biasanya cuma ada di Rumah Sakit besar.
Jadi kalau ada saudara atau orang tua yang tiba-tiba ngalamin gejala kelemahan separuh badan, pelo, atau gejala stroke lainnya...
Tolong jangan buang waktu. Jangan tunggu "siapa tau nanti sore mendingan". Langsung bawa ke IGD Rumah Sakit besar, bukan Puskesmas atau Klinik
Ingat, argo 4,5 jam itu berjalannya cepet banget. Makin cepat sumbatan dibuka, peluang pasien selamat dari kecacatan permanen jauh lebih besar.
Boleh minta tolong di-bookmark atau dibagikan ya postingan ini. Siapa tau dari satu retweet teman-teman, ada nyawa dan masa depan seseorang yang bisa terselamatkan 🙏🏽
Suara hutan hujan jika tidak dibakar dan diseragamkan pohonnya dengan sawit.
Semoga anak cucu kita masih bisa mendengar & melihat wujud asli gajah, lutung,monyet ekor panjang, aneka burung yang bersahutan di hutan & satwa lainnya.
Dia dokter spesialis anak. 10 tahun praktek di RS besar. Sehari bisa ketemu 20-30 anak dngan berbagai kondisi
Suatu hari ngopi bareng, ku tanya iseng:
"Lo bisa bedain gak anak yang ortunya suka ikut meledak waktu anaknya tantrum?"
"Bisa. Dengan sangat jelas." sambil dia sruput kopi siang itu
"Dari mana?" tanyaku
"Dari cara anak itu masuk ruangan. Dari cara dia duduk. Dari cara dia respons waktu ku angkat suara sedikit untuk ngetes."
wow bener2 ke scan ya.
Negara mengambil 100 dari kantong rakyat, mengembalikan 10, lalu menuntut rakyat berterimakasih.
Padahal yang 90 dipakai bancakan kroni2 penguasa.
Sadarilah.
@Hidupsebagai62 Ga ada masalah siapapun yang mengelola SPPG, selama dia amanah, selama dana yang diamanatkan jujur tersalurkan untuk kepentingan rakyat.
Nah, yg harusnya dipermasalahkan Muhammadiyah mengelola SPPG dengan jujur atau gak?
Bukan sekedar siapa terbanyak atau paling sedikit.