one day, aku pengen anakku belajar tentang cinta bukan dari film atau novel, tapi dari cara ayahnya memperlakukan ibunya: yang sabar, lembut, tanpa nada tinggi. aku ingin dia melihat bahwa ibunya dipenuhi rasa cinta dan terimakasih setiap harinya. makanya aku akan cari suami yang emang bisa menunjukan itu ke anak anaku nanti.
untuk perempuan yang ga sengaja baca tweet ini, semoga kamu berjodoh dengan pria yang cukup dengan satu perempuan, pria yang tau jaga batasan, ga friendly, ga mudah follow perempuan lain, menjadikan kamu sebagai prioritasnya, good attitude, good listener dan juga paham agama.
Ya Allah yang sholat 5 waktu, paham agama, ga ngerokok, tinggi 173+, soft spoken, dewasa, emotionally intelligent, financially stable, pekerja keras, suka olahraga, royal, loyal, cukup sama satu perempuan, family man, manly, ganteng, manis, rapih, bersih, wangi, low profile, know to be a man & know how to treat a girl😇🙏🏻
Semakin hari, saya semakin bersyukur bisa menikah sama doi.
Dari yg gak pernah komunikasi, saling nyimpen perasaan, dan akhirnya ketemu lagi di keadaan yg sudah lebih siap. Dan setelah itu mutusin buat nikah.
Ini momen kita ngezoom bareng buat 'deep intro'. Momen saling bertukar biodata dan hal2 personal. Misalnya: hal yg suka dan gak disuka, riwayat hidup, keluarga, visi hidup, dll.
Pada akhirnya, saya selalu percaya jodoh akan menemukan jalannya. Tugas kita adalah bersiap dan terus mencari tanda2nya hingga akhirnya bertemu.
Dan ya, kalo diingat2, sampe sekarang pun masih gak percaya, kok bisa kami nikah? ☺️
untuk perempuan yang ga sengaja baca tweet ini, one day, kamu akan menjadi wanita karir dengan gaji dua digit perbulan, high value woman, seorang anak yang menjadi kebanggaan orang tua, seorang ibu yang sukses, istri yang solehah, positif vibes dan wanita yang sangat berbahagia.
Kalau gue pribadi, sex justru ada di urutan paling bawah.
Yang gue cari itu respect.
Karena tanpa respect, cinta lama-lama berubah jadi debat. Perhatian berubah jadi kewajiban. Dan hubungan berubah jadi kompetisi siapa yang paling benar.
Lalu loyalitas.
Bukan cuma soal nggak selingkuh. Tapi tetap ada saat keadaan lagi nggak ideal.
Karena semua orang bisa bertahan saat semuanya menyenangkan. Yang susah itu tetap memilih orang yang sama saat hidup lagi berantakan.
Dan yang terakhir, teman ngobrol.
Percaya atau nggak, makin dewasa umur seorang cowo, makin capek dia menjelaskan dirinya ke banyak orang.
Rasanya nyaman banget kalau pulang dari hari yang panjang, lalu ada seseorang yang bisa diajak cerita apa aja tanpa takut dihakimi.
Karena pada akhirnya, hubungan yang bertahan bukan yang paling sering bilang "I love you".
Tapi yang masih bisa ketawa bareng, ngobrol berjam-jam, saling menghormati, dan tetap memilih satu sama lain bahkan setelah semua kupu-kupu di perut pensiun.
Hari ini, Menteri Pertanian lapor ke Presiden:
a. NTP petani 127% — tertinggi 34 tahun
b. Produksi beras nomor 4 dunia (FAO)
c. Pertumbuhan sektor pertanian 5,74% — tertinggi 25 tahun
d. Keuntungan petani 200 triliun
Semua tertinggi. Semua terbaik. Semua bersejarah.
Di hari yang sama,
mahasiswa di Palembang, Makassar, dan kota-kota lain turun ke jalan.
Salah satu tuntutan mereka:
evaluasi total program pangan pemerintah.
Kalau semua angkanya sudah tertinggi sepanjang sejarah,
kenapa yang merasakannya justru turun ke jalan?
@brigitta_hadid Padahal untuk bisa lomba debat, harus punya kemampuan analisa data dan menyusun argumen. Kemampuan yang sama juga dibutuhkan di dunia akademik.
Bukan soal cuma ngomong. Nggak semua orang bisa ngomong dengan tertata dan meyakinkan.
Orangtuanya nggak bisa melihat itu.
nah ini yg diakui dalam islam sebagai org org yg diuji dengan SSA (same sex attraction)
jadi org org yg punya ketertarikan dengan sesama jenis ya memang ada, tapi tidak dlm arti kita normalisasi dan mendukungnya utk menyalurkan hasrat seksualnya.
islam menjanjikan hadiah yang besar bahkan surga utk org org yg diuji dengan SSA selama mereka sadar itu salah dan menahan hawa nafsunya utk tdk menyalurkan hasrat seksualnya
lalu bagaimana caranya?
seperti ustad ini. berusaha utk kembali ke fitrah dgn berbagai cara. jika masih tidak bisa? maka dia memutuskan hidup sendiri. mendedikasikan hidup pada hal yg bermanfaat.
jangankan yg SSA, yg straight pun banyak yg berujung hidup sampai wafat sendiri seperti ulama Ibnu Taimiyyah yg sibuk belajar, mengajar, mengabdikan dirinya pada islam.
so kudoakan semoga kalian yg diuji dgn SSA bisa sabar dan kuat dlm menghadapinya. yakinlah Allah Maha Tau struggle kalian dan hadiahnya sungguh besar🥹
“menurut kamu, queers dan feminisme itu gimana?”
🙋”simple aja sih. kan ada hadits larangan laki laki menyerupai perempuan dan sebaliknya. jadi queers udh jelas bertentangan dengan agama”
“kalo feminisme?”
🙋”untuk apa mencatut ideologi yang asalnya bukan dari islam? toh islam udah sempurna dan jauh lebih dulu memuliakan wanita dibanding ideologi ideologi itu.
buktinya?
Rasul menikahi janda janda di saat stigma janda itu buruk
istri kesayangan Rasul adalah Aisyah, yang padahal tidak punya anak darinya
anak perempuan Rasul cintai luar biasa di saat anak perempuan dikubur hidup hidup karena dianggap aib
wanita mendapat warisan, pdhl di saat itu wanita ga berhak warisan sedikitpun
wanita diajarkan utk aktif belajar mengajar, ikut perang, ikut bermusyawarah, pdhl zaman jahiliyyah wanita gapunya hak atas itu semua
lalu kenapa ikut ideologi feminis? sedangkan feminis aja banyak menentang hal hal yg berkaitan dgn syariat. wanita didukung jd pekerja seks, istri bikin bekal suami dihujat, istri cium tangan suami dianggap relasi kuasa, zina gapapa asal consent, dll
islam sudah sempurna tanpa perlu tambahan ideologi”
ini kan yg dimaksud cowo pinter itu?🙏