Jerman menjadikan Ozil sebagai kambing hitam atas tersingkirnya mereka di babak penyisihan grup Piala Dunia FIFA 2018 hanya karena ia seorang Muslim Turki. Mereka memaksa kapten mereka, Gundogan, yang beragama Muslim, untuk membuat pernyataan publik sebelum pertandingan bersama timnya mengenai hak asasi manusia di Qatar, meskipun ia tidak ingin melakukannya, bersama beberapa pemain lainnya.
Tiba-tiba, saat Piala Dunia diadakan di AS, kapten mereka, Joshua Kimmich, mengatakan bahwa tim tidak tertarik pada politik, meskipun tim-tim mendapatkan visa di menit-menit terakhir, beberapa pemain dan wasit bahkan tidak mendapatkannya, bersama dengan para penggemar.
Jerman adalah negara yang paling munafik di dunia.
📣📣
Update: BEM UI akan kembali menggelar aksi demo di Bundaran HI.
BEM UI memposting di akun Instagram mereka:
KAMI AKAN DATANG LAGI MEREBUT KEMENANGAN
Halo, UI dan Indonesia!
Saat negara lebih sibuk menahan rakyatnya daripada mendengarnya, saat penguasa lebih takut pada rakyatnya daripada pada krisis yang mereka ciptakan sendiri, di situlah perjuangan sesungguhnya dimulai.
Kami tidak akan pernah menyerah. Selama keadilan belum berpihak kepada rakyat, perjuangan ini tidak akan pernah berhenti.
Kami akan datang lagi. Kami akan merebut Bundaran HI. Kami akan merebut kemenangan.
Nggak usah kasihan sama Prabowo, kasihan sama kita aja. Dia hanya retorika, apaan orang banyak yang korup kok jajarannya. Sama satu lagi, orang-orang penjilat dia pelihara, ngapain kasihan.
Saat aksi geruduk kantor Badan Gizi Nasional (BGN) berlangsung, seorang ibu pedagang melintas. Kemudian dengan lantang ia meluapkan kemarahannya terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
#MBG#Watchdoc
Lucu rasanya. Pasukan lengkap TNI-Polisi dikerahkan untuk menghadang barisan orang muda tanpa senjata yang hendak menyuarakan haknya. Mengingat berkali-kali menyaksikan negara begitu “softspoken” sama penjahat perang macam Trump dan Netanyahu. Tapi berlaga sangat galak kepada rakyatnya sendiri. Republik anomali
Bagaimana kalau event lari Jakim Sabtu - Minggu besok dibatalkan karena eskalasi situasi?
Ya nggak apa2, dan kalau 45.000 runner mau marah, marahlah pada negara, bukan pada warga yang terpaksa harus menyatakan sikap dan pendapat di jalanan karena negara ini salah diurus