petani buru tikus sawah pake senapan + teropong malam, headshot presisi tiap tembak.
Netizen pada muji "lebih manusiawi dari racun" , dan jujur ada benernya. Racun tikus itu bikin dia mati pelan-pelan, kejang, dehidrasi, kadang mati di comberan sebelah keracunan air.
Perangkap lem? Lebih parah, tikus bisa gigit kaki sendiri buat lepas.
Headshot itu kalo kena, mati instan. Nol penderitaan. Ironisnya metode paling "kejam" secara visual justru paling etis secara teknis.
Tapi ini bukan soal petani vs tikus doang. Ini soal gimana kita nilai kekejaman cuma dari tampilannya, bukan dari lamanya penderitaan. Racun keliatan "halus" karena gak ada darah , padahal prosesnya berjam-jam. Peluru keliatan "sadis" karena ada darah , padahal cuma sepersekian detik.
Kita lebih sering marah sama yang keliatan brutal daripada yang beneran brutal.
@congraytulation Even though udh disumpah, when it comes to legal matters apalg udh viral, nakes wajib ksh bukti and they will wash their hands dr aturan kerahasiaan. But, kalau casenya gk viral/si pelaku dtg sendiri sm keluarganya, the doctors are strictly required untuk tutup mulut
@mas_alkhanifi@mabur083 salah mas.
saya pernah test di Pr*dia. walaupun negatif, ttp dpt info terkait HIV.
dokternya ngejelasin
"kalau udh masuk ke ranah hukum, dokter atau bahkan RS itu pasti lepas tangan.
karna mereka dituntut untuk memberikan info secara detail. lain hal klo gk viral"
@RRangga8@mabur083 betul, emg ada kode etiknya.
tp klo udh di persidangan gtu, dokter ataupun rs udh gk bs nutupin lg. kecuali, si pasien gk terlibat kasus kaya gini, trus diumbar ya jelas nakes/rs yg salah.
sbnernya undang2nya jg kurang jelas arahnya kemana.