@sudjiwotedjo@sahaL_AS@budimandjatmiko “Separuh dunia terdiri dari orang-orang yang memiliki sesuatu untuk dikatakan namun tidak bisa, dan separuh lainnya yang tidak memiliki apa-apa untuk dikatakan dan terus mengatakannya.”
@JimlyAs Semestinya setiap warga negara janganlah alergi politik khususnya yg diberi mandat oleh rakyat. Jangan gegara nasi putih banyak mengandung kadar gula kemudian tdk boleh dihidangkan ke halayak ramai gara-gara penguasanya kena diabet, padahal sgt bermanfaat.
@hanif_tanjung@mohmahfudmd@jokowi Sekarang banyak sekali hukum dijadikan permainan dan alat kekuasaan dengan terang benderang tanpa rasa malu atau mungkin sdh lupa dengan Tuhannya.
@asri_alfi @marzukialie_MA@aingkumahaa@hnurwahid Masih lbh baik jaman SBY dalam menentukan harga BBM Krn ada transparansi shg tidak menimbulkan fitnah. Jaman SBY harga minyak dunia lbh 100 dolar pemerintah masih kuat mensubsidi.
Ayo kita tanam untk kebutuhan kita sendiri !!!! Ayo kita lepaskan ketergantungan impor pangan kita. Ayo masing2 kita menanam. Jangan beli lagi yg impor ! https://t.co/y4Ctpj1n4P
Bagaimana pendapatmu jika orang yang dilarang itu berada di atas kebenaran, atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)? Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu mendustakan dan berpaling? Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?
Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia melihat dirinya serba cukup. Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah kembali (mu). Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang, seorang hamba ketika dia mengerjakan salat.
Jika anda alergi bahkan phobia kritikan, jangan duduk di posisi publik. Apalagi dalam sebuah tatanan demokrasi. Marah atau tersinggung ketika dikritik rakyat, menandakan anda tidak dewasa dalam demokrasi. Demokrasi membuka pintu luas mengoreksi kekuasaan. #WeAllStandWithSaidDidu