Aku nggak heran sih dengan sifat aktivis seperti Budiman ini. Sebenernya dia nggak berubah, tapi justru itulah sifat aslinya. Kalau kamu pernah gabung di organisasi kemahasiswaan/pergerakan, kamu akan tahu kalau di sana ada banyak mahasiswa yang mengaku aktivis, bacaannya buku kiri, pemikirannya kritis, tapi sifat aslinya kayak pemerintah: fafifu omong kosong, otoriter, haus kekuasaan, dan senang membungkam kritik internal. Dan ini yang nggak kalah penting, suka mainin anggaran proyek!
Banyak dari mereka yang lantang meneriakkan keadilan di podium demonstrasi, tapi di dalam rapat organisasi justru bertindak layaknya diktator kecil yang anti-kritik. Retorika perjuangan rakyat sering kali hanya dijadikan topeng intelektual untuk memuaskan ego pribadi dan membangun kultus individu di kalangan anggota baru.
Hal ini bukan kejadian yang aneh karena karakter oportunis mereka bangun sejak di bangku kuliah. Mereka nggak pernah benar-benar membenci kesewenang-wenangan atau ketidakadilan sistem yang ada. Mereka kayaknya hanya benci karena bukan mereka yang sedang memegang kendali dan duduk di kursi kekuasaan itu.
Trust me, aku melihat dengan mata kepalaku sendiri. Aku nggak menggeneralisir semua yang gabung di organasisasi kemahasiswaan/pergerakan begitu semua ya, tapi … ytta.
H -6 menuju pembukaan kembali Museum Nasional Indonesia. Mempersiapkan pameran yg menampilkan objek-objek bersejarah hasil repatriasi koleksi asal Indonesia di Belanda. Pameran dibuka utk publik 15 Oktober dan berlangsung sampai akhir Desember 2024. Ayo datang ke @museumnasional
Melalui video game, sepakbola Indonesia berprestasi. Tahun lalu, Indonesia juara Piala Asia eFootball 2023. Kini tinta emas kembali tercatat dalam sejarah, Indonesia menjadi juara Piala Dunia Football Manager yang pertama kali!🇮🇩🔥👏
Sebuah utas~
@Yudaa13 @ernestprakasa Yang komentar begini pasti bukan orang jateng🤣🤣🤣. Orang jateng mah sudah tahu 4 bln lalu. Spanduk ahmad lutfi sdh disetiap sdh jateng. Kalian baru sok iyes menganalisa sekarang 🤣🤣🤣