Kita terlalu sering melihat transfer dari sudut emosional. Toh, sepak bola adalah industri.
Clubs recruit based on their needs, while players choose the opportunities that suit them best. Sesederhana itu mekanisme pasar bekerja.
Soal pemain diaspora main di domestik itu mekanisme pasar. Klub2 ambil pemain yang available.
Pemain2 diaspora ini pun memilih berada di tempat yang sesuai sama mereka.
I mean, kita ga liat Jay Idzes atau Kevin Diks tiba2 pindah ke Liga 1 kan skrg? Semua sesuai porsi masing2.
Betul, Zero denda shouldn’t be a one-way campaign. Bobotoh harus berubah, tapi panpel & klub juga harus berbenah. Tiket makin premium, jadi pelayanan juga harus premium. Respect goes both ways.
Jepang. Level kompetisina cukup jadi patokan keur Persib. Fisik, taktik, jeung kultur profesionalna bakal maksa tim naek level. Ditambah adaptasi, logistik, & biaya leuwih realistis tibatan Eropa/Amerika Latin. Mun targetna Asia, mending diajar ti nu geus jadi standar Asia heula
Diskusi bae dak ieu mah lah. Mun mihareup tapi realistis. Ceuk sira, Persib kudu ngelmu pramusim di negara mana? Eropa? Amerika Latin? Apa isih di Asia? Alasan logisna naon?
Hereuy answer will be forgiven
Wilujeng Sumping, Balša Sekulić 🇲🇪💙
Balša Sekulić akan menjadi amunisi untuk memperkuat lini penyerangan #PERSIB dalam perjalanan musim yang baru.
Mari berjuang, bertumbuh, dan menorehkan cerita indah bersama Bobotoh🤝
The wait is officially OveR. Ragnar Oratmangoen is here! 🎯🔥
Selamat datang di #PERSIB, Ragnar Oratmangoen!
#SumangetAnyar untuk membawa trofi kembali ke Bandung.
Berjuanglah dengan hati, karena di belakangmu ada jutaan Bobotoh yang selalu mendukung!
Let's make Bandung ROAR again, RAGNAR! 🔵
Menyongsong musim baru dengan kekuatan baru, didatangkan dari Negeri Samurai, #PERSIB membawa #SumangetAnyar dari seorang Gakuto Notsuda 🇯🇵
新しい仲間へ、ようこそ!
Le Mur Bleu 🇫🇷
Fondasi kokoh pertama untuk benteng pertahanan #PERSIB di musim mendatang.
Sektor belakang kini punya pelindung baru asal Prancis: Gabriel Mutombo Kupa!
Give your warmest welcome, Bobotoh!
#WilujengSumping#GabrielMutombo
BBC News Indonesia menemukan fakta bahwa selama di Jakarta, Yasinta Moiwend alias Mama Yasinta bertemu tiga advokat dan seorang perempuan asli Papua yang berasal dari Kabupaten Mimika.
Dua dari empat orang tersebut diduga memiliki rekam jejak digital dan hubungan samar dengan Badan Intelijen Negara (BIN).
Adapun salah satu advokat yang ditemui Yasinta bekerja di firma hukum milik pengurus Dewan Pengurus Pusat Partai Gerindra. https://t.co/hvmKkck4rc