- Kesaksian Mongol, 2001 -
Ternyata pengakuan ini bukan cerita baru.
Kemungkinan ini video paling awal yang terdokumentasi saat komika Mongol mengaku pernah menjadi pengikut sekte sesat "Children of God."
Awalnya saya kira cuma cari sensai😨
Teman-teman, saya ingin menjelaskan menstruasi kepada para laki-laki.
Sebagian laki-laki mengira menstruasi hanyalah beberapa hari rasa tidak nyaman, sedikit perubahan mood, lalu selesai.
Padahal, jarang sekali yang benar-benar menghitungnya.
Seorang perempuan berada dalam masa subur itu kurang lebih selama 40 tahun.
Menstruasi datang sekitar setiap 28 hari.
Artinya, dalam hidupnya, seorang perempuan mengalami sekitar 521 kali menstruasi.
Setiap menstruasi berlangsung kurang lebih 5 hari.
Jika dijumlahkan, itu sekitar 2.607 hari.
Hampir 7 tahun hidupnya dilalui dalam keadaan berdarah.
Dan bukan kiasan, dia benar-benar berdarah.
Rata-rata darah yang dikeluarkan sekitar 80 mililiter.
Jika dijumlahkan sepanjang hidup, jumlah darah terbuang mencapai sekitar 42 liter.
Rata-rata tubuh kita berisi sekitar 5 liter darah.
Empat puluh dua dibagi lima.
Artinya, sepanjang hidupnya, seorang perempuan mengeluarkan darah setara lebih dari 8x seluruh darah dalam tubuhnya sendiri,
Delapan volume darah tubuh keluar dari satu perempuan.
Dan ada bagian yang lebih jarang dibicarakan.
Ia memulai semua ini sejak usia 11 tahun.
Sebelas tahun.
Usia ketika sebagian besar dari kita masih belajar memahami tubuh sendiri.
Ia menyembunyikan pembalut di balik lengan saat berjalan ke toilet.
Berdoa agar darahnya tidak tembus ke rok.
Mencari alasan kepada guru olahraga.
Berbisik kepada teman-temannya.
Malu luar biasa jika ada anak laki-laki yang tahu trus menertawakan.
Lalu kebiasaan itu terbawa bertahun-tahun.
Menyembunyikan.
Menutupi.
Berpura-pura semuanya baik-baik saja.
Di sekolah.
Di tempat kerja.
Saat bepergian.
Di ruang rapat.
Di tengah kesibukan.
Di setiap ruangan yang ia masuki.
Ia bisa sedang nyeri, lelah, tidak nyaman, bahkan cemas darahnya tembus. Namun tetap tersenyum.
Tetap bekerja.
Tetap terlihat baik-baik saja.
Tujuh tahun perdarahan.
Empat puluh tahun belajar menyembunyikannya.
Lalu sebagian laki-laki masih menyebutnya, “Ah, cuma moody sebulan sekali.”
Bahkan bikin kepanjangan baru dari PMS, "Prepare to Meet Satan."
Teman-teman,
tugas kita bukan memperbaiki semuanya.
memang tidak akan bisa.
Tugas kita adalah menjadi lebih dewasa dalam memahaminya.
Belikan pembalut tanpa merasa aneh.
Tanyakan apa yang ia butuhkan tanpa menghakimi.
Jangan memasang wajah jijik.
Jangan menjadikan menstruasi sebagai bahan candaan murahan.
Jangan bertanya, “Lagi datang bulan ya?” dengan nada yang ngenyek merendahkan.
Jangan membuat perempuan merasa tubuhnya adalah sesuatu yang harus disembunyikan.
Ia sudah belajar menyembunyikannya sejak usia belasan tahun.
Maka jadilah orang yang membuatnya merasa aman.
Yang membuatnya merasa nyaman
Yang membuatnya tidak perlu lagi bersembunyi.
Jadi sebenere boleh kritik government ga ini?
Soale tiap kritik dicounter, seolah2 yg kritik tu “ga nasionalis” bahkan dijawab “nyenyenyenye”
Ditanya “trus solusimu apa!”
Banyak juga yg udah kasi solusi. Ttp aja dibales dengan narasi offensive.
Salah satu alasan saya menyukai konsep ibadah Islam adalah siapa pun (laki-laki) boleh menjadi imam (asal bacaan dan hafalannya bagus) dan bisa berdiri di baris mana pun.
Tidak ada kasta hirarkis profesi. Pedagang cilok bisa sejajar dengan bupati sekalipun jika sudah shalat jamaah.
Bahkan pedagang tersebut bisa saja mengimami seorang presiden.
Tidak ada istilah “tempat ini khusus untuk bapak/ibu A, B, C (donatur utama, pejabat, orang penting) seperti di agama sebelah.
Seorang muslim ketika shalat juga melepaskan semua harta bendanya di lantai (hape, tas, dompet dll).
Tidak ada yang dibawa dan dipegang lagi kecuali iman dan takwa.
"Buat naikin massa otot + ngecilin perut buncit & pipi mbul, mending kardio/angkat beban?”
Gini, kita tuh gbisa spot fat reduce yaa krn lemak berkurangnya keseluruhan.
So, jgn fokus ke gmn caranya ngecilin lemak tertentu biar ga stres krn ga sesuai ekpektasi!
TAPI ada triknya!
Guys, ada foto yang menurut gue bicara lebih keras dari seribu pidato kenegaraan.
Di foto itu ada Lawrence Wong Perdana Menteri Singapura.
Dia tiba di Cebu untuk KTT ASEAN.
Naik Singapore Airlines.
Penerbangan komersial biasa.
Turun dari garbarata seperti penumpang biasa.
Tidak ada foto dramatis keluar dari pesawat karena memang tidak ada yang spesial untuk difoto dia cuma turun dari pesawat komersial layaknya orang normal.
Di hari yang sama Prabowo tiba di Cebu dengan pesawat kenegaraan.
Diiringi Hercules yang khusus membawa Maung
dan segala kebutuhan rombongan.
Konteksnya yang membuat ini makin menohok:
Singapura adalah salah satu kreditor terbesar Indonesia.
Utang Indonesia ke Singapura gabungan swasta, BUMN, dan berbagai instrumen lainnya mendekati Rp1.000 triliun.
Jadi analoginya begini:
ada orang yang punya utang ratusan miliar ke tetangganya.
Terus ada acara arisan di kompleks.
Si tetangga yang punya piutang ratusan miliar itu datang naik ojek santai, tidak perlu pamer.
Sementara si yang punya utang ratusan miliar datang naik Lexus dikawal Alphard dan Innova berjejer.
Itu bukan gaya hidup orang kaya.
Itu gaya hidup orang yang ingin terlihat kaya.
Dan bedanya sangat jauh.
Yang paling ironis:
Maung kendaraan yang dibawa dengan Hercules untuk dipamerkan di KTT ASEAN adalah mobil yang komponen lokalnya masih diperdebatkan.
Masih banyak bagian yang diimpor.
Masih jauh dari bisa disebut produk murni Indonesia.
Jadi kita membawa Hercules khusus untuk memamerkan mobil yang belum sepenuhnya Indonesia ke forum internasional sementara PM negara yang kita utangi hampir Rp1.000 triliun datang naik penerbangan komersial tanpa drama apapun.
Dan yang paling menyakitkan:
Prabowo dan Gerindra dulu adalah yang paling keras menyindir gaya pamer pemerintah sebelumnya.
Mereka yang paling lantang bicara soal efisiensi, kesederhanaan, dan tidak menghamburkan uang negara untuk gengsi.
Hari ini tidak ada yang bisa menjelaskan dengan muka lurus kenapa PM negara sekaya Singapura cukup naik SQ komersial,
sementara Indonesia yang defisit anggarannya Rp240 triliun di Q1 2026 saja merasa perlu membawa Hercules untuk urusan protokoler kenegaraan.
Kesederhanaan bukan tanda kelemahan.
Lawrence Wong tidak terlihat lemah dengan naik penerbangan komersial.
Justru sebaliknya dia terlihat seperti pemimpin yang tahu bahwa uang negara bukan untuk membiayai penampilan.
Sementara kita dengan segala tekanan fiskal, rupiah yang tertekan, dan defisit yang melebar masih merasa perlu membuktikan sesuatu dengan cara yang justru memperlihatkan ketidakamanan kita sendiri.
Bangsa yang benar-benar besar
tidak perlu selalu terlihat besar.
Bangsa yang benar-benar percaya diri tidak perlu membawa Hercules untuk membuktikannya.
Indonesia.
1.Penghasil CPO terbesar didunia.
2.Penghasil nikel no.1 dunia.
3.pengasil batubara no.3 dunia
4.penghasil emas no.1 dunia
5.penghasil timah no.2 dunia
6.Hutan no.6 terbesar dunia
7.Hasil laut no.2 dunia
Yg nikmati;
Penguasa.
Yg bersenjata.
Pejabat.
Dan oligarki.
Guys, ada berita hari ini yang menurut gua adalah salah satu hal paling mengejutkan yang bisa terjadi dalam tata kelola keuangan negara.
Pemerintah sudah membuka 35.476 lowongan kerja untuk manajer Koperasi Desa Merah Putih. Pendaftaran sudah dibuka sejak 15 April dan ditutup 24 April 2026 besok.
Tapi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa orang yang bertanggung jawab atas kas negara mengaku tidak tahu dari mana uang untuk menggaji puluhan ribu pegawai itu akan datang.
Kata-katanya sangat eksplisit.
Koperasi saya enggak tahu.
Yang lain saya enggak paham.
Berhenti sebentar dan pahami itu.
35.000 orang lebih akan direkrut sebagai pegawai BUMN. Gajinya belum ditentukan secara detail Zulhas hanya bilang menyesuaikan tingkat kelulusan.
Sumber anggarannya tidak jelas Menkeu hanya tahu cicilan Rp40 triliun per tahun untuk koperasi tapi tidak tahu apakah itu sudah termasuk gaji pegawai atau belum.
Dan proses rekrutmen sudah berjalan penuh tanpa ada kejelasan fiskal yang konkret.
Ini bukan pertama kali pola seperti ini terjadi.
MBG diluncurkan 6 Januari 2025 sementara anggarannya masih diblokir dan belum bisa dicairkan. Mitra direkrut, dapur dibangun, makanan dikirim semua pakai uang sendiri dulu sambil menunggu reimbers yang entah kapan.
Baru belakangan sistem dibenahi.
Motor listrik Rp1,2 triliun untuk BGN muncul di anggaran tanpa penjelasan yang memadai tentang relevansinya dengan program makan bergizi.
Proyek IT Rp1,2 triliun yang klarifikasinya hanya narasi tanpa data yang bisa diverifikasi publik.
Dan sekarang 35.000 pegawai BUMN direkrut dengan sumber gaji yang bahkan Menkeu sendiri tidak tahu.
Polanya sangat konsisten dan sangat mengkhawatirkan.
Program diluncurkan dulu, rekrutmen dibuka dulu, pengumuman dibuat dulu sementara pertanyaan paling fundamental tentang dari mana uangnya dijawab dengan nanti saya pastikan.
Yang membuat ini lebih serius adalah konteksnya sekarang.
Tiga Dirjen di Kemenkeu baru saja dicopot bersamaan kemarin. Ada isu APBN yang hanya mampu bertahan tiga bulan ke depan yang belum dikonfirmasi atau dibantah dengan data konkret.
Ruang fiskal sudah sangat tertekan dengan MBG yang menyedot hampir Rp1 triliun per hari, perang Iran yang membuat harga energi melonjak, dan penerimaan pajak yang tertekan.
Di tengah semua tekanan fiskal itu pemerintah membuka 35.000 lowongan baru tanpa kejelasan anggarannya.
Ada juga pertanyaan teknis yang sangat serius soal rekrutmen ini yang perlu dijawab.
Pertama — status pegawainya adalah karyawan BUMN.
Koperasi Desa adalah entitas yang secara hukum berbeda dari BUMN. Lalu mengapa rekrutmennya melalui Panselnas dan statusnya BUMN?
Ini adalah pertanyaan legal yang sangat mendasar.
Kedua — 30.000 dari 35.476 posisi berada di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara.
Ini adalah perusahaan yang baru dibentuk.
Apakah PT ini sudah memiliki struktur corporate governance yang memadai untuk mengelola 30.000 pegawai sekaligus?
Ketiga — rekrutmen menutup usia maksimal 25 tahun. Artinya ini menyasar fresh graduate dan diploma baru lulus.
Dengan gaji yang belum jelas, ditempatkan di koperasi desa yang baru dibentuk, dengan status yang tidak jelas antara BUMN atau bukan ini adalah kondisi kerja yang sangat tidak ideal dan berpotensi mengorbankan puluhan ribu anak muda.
ketika Menteri Keuangan sendiri bilang tidak tahu sumber anggaran untuk program yang sudah berjalan dan sedang direkrut puluhan ribu pegawainya, itu bukan sekadar masalah komunikasi antar kementerian.
Itu adalah bukti bahwa program-program besar ini diluncurkan tanpa perencanaan fiskal yang matang dan terkoordinasi.
Dan yang paling menggelisahkan adalah ini sudah terjadi berulang kali dengan pola yang sama.
Luncurkan dulu, urus anggarannya belakangan.
Dan yang selalu menanggung konsekuensinya adalah uang pajak rakyat yang terus mengalir tanpa kepastian akan ke mana dan untuk apa tepatnya.
#PENTING
Alih2 keracunan AC, ini sih keracunan CO.
Tau gak?
Darah kita aslinya itu lebih seneng ngiket CO drpd oksigen. Ikatannya dg CO bahkan >200x lebih kuat.
Udah gitu, CO tuh gas yg gak berwarna, gak berbau, & gak berasa samsek. Makanya bahaya.
Terus gmn penanggulangannya & pencegahannya? Gmn cara notice klo itu sedang trjd pada kita & gmn pertolongan pertamanya?
Aku bantu jelasin lewat utas ini ya
Guys, ini baru keluar dan gue rasa ini salah satu berita paling penting soal MBG yang perlu semua orang tahu.
BGN beli 21.000 motor listrik untuk program MBG. Tanpa laporan ke DPR.
Tanpa persetujuan Kemenkeu.
Dan kantornya distributor motor itu belum jadi.
Baca lagi.
Kantornya belum jadi.
Tapi motornya sudah ada di Indonesia.
Kronologi yang perlu lo tahu:
2025 Menkeu Purbaya sudah menolak pengadaan motor listrik ini.
Secara resmi.
Diblokir.
2026 BGN tetap beli.
21.000 unit.
Sudah masuk ke Indonesia.
Komisi IX DPR tidak pernah dikonsultasi.
Tidak pernah dapat laporan.
Tidak pernah diminta persetujuan.
Kalau disampaikan ke kami di sini, pasti akan kami tolak, kata Wakil Ketua Komisi IX Charles Honoris.
Dan ini yang paling bikin gue speechless.
Charles bilang dia nonton video dari salah satu media dan yang dia lihat adalah:
kantor distributor motor listrik itu belum selesai dibangun.
Tapi di dalamnya sudah disiapkan satu SPPG Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang akan beroperasi di sana.
Terjemahannya:
motor sudah dibeli,
distributor sudah ditunjuk, l
okasi SPPG sudah disiapkan
semua sebelum kantornya selesai dibangun.
Something fishy, kata Charles.
Dan gue setuju.
Pertanyaan yang harus dijawab:
Satu siapa yang beli?
BGN beli 21.000 unit motor listrik.
Dari merek apa?
Importir mana?
Harganya berapa per unit?
Total anggarannya berapa?
Dua dari anggaran mana?
Kalau Kemenkeu sudah blokir di 2025 dari mana uangnya keluar di 2026?
Ada pos anggaran yang tidak terpantau?
Tiga siapa distributornya?
Kantornya belum jadi tapi sudah jadi distributor resmi pengadaan pemerintah itu bisa terjadi hanya kalau ada yang melindungi di belakang.
Empat kenapa motor listrik untuk program makan bergizi gratis?
SPPG adalah satuan dapur kepala dapurnya butuh motor untuk apa?
Untuk koordinasi antar lokasi?
Oke, mungkin.
Tapi 21.000 unit?
Tanpa laporan ke DPR?
Ini bukan soal motor listriknya.
Ini soal tata kelola yang berantakan dari program yang anggarannya Rp71 triliun per tahun.
Kalau pengadaan motor saja bisa bypass Kemenkeu, bypass DPR, masuk diam-diam, dan kantornya belum jadi apa lagi yang bisa bypass dengan cara yang sama?
Dan ini yang paling menyakitkan:
Program MBG lahir dari niat mulia memberi makan anak-anak Indonesia yang kekurangan gizi. Itu niat yang tidak bisa diperdebatkan kebenarannya.
Tapi niat mulia yang dieksekusi dengan tata kelola yang kotor ujungnya bukan anak-anak yang kenyang. Ujungnya distributor motor yang belum punya kantor yang panen.
Dan yang rugi? Sama seperti biasa.
Rakyat yang bayar pajak.
Dan anak-anak yang harusnya dapat makan bergizi tapi anggaran programnya habis di jalan.
Senin 13 April 2026 BGN dipanggil Komisi IX DPR.
Dan gue harap DPR kali ini tidak cuma memanggil tapi benar-benar minta jawaban yang konkret dan transparan.
Karena kalau rapat Senin itu berakhir dengan jawaban normatif dan tidak ada yang dipecat atau diselidiki berarti kita semua tahu ceritanya akan ke mana.
Israel killed 3 Indonesian UN peacekeepers in South Lebanon.
They were wearing blue helmets.
They were in UN uniforms.
They were peacekeepers.
Israel bombed them anyway.
Not a peep in Western media.
Not a word from the international community.
Kick Israel out of the UN.
Guys, Raymond Chin baru ngebahas sesuatu yang menurut gue harusnya diajarkan di sekolah tapi nggak pernah ada di kurikulum manapun.
Dan setelah gue dengerin gue ngerti kenapa.
Problem paling gede Indonesia yang bikin dia nggak bisa jadi negara maju
bukan sumber daya alam.
Bukan SDM.
Tapi sistem.
Di Indonesia ada istilah Sembilan Naga
segelintir konglomerat yang menguasai sebagian besar ekonomi nasional.
Bukan rahasia.
Bukan teori konspirasi.
Ini fakta yang bisa lo trace dari struktur kepemilikan bisnis di Indonesia.
Tapi yang menarik dari analisa Raymond dia bilang ini bukan salah naga-naganya.
Ini salah pemimpinnya.
Dan itu yang bikin gue diem sebentar.
Karena ini counter-intuitive.
Korea Selatan vs Indonesia bedanya di mana?
Korea Selatan juga punya konglomerat yang mendominasi ekonomi namanya chaebol.
Samsung, LG, Hyundai, SK Group.
Mereka kontribusi sekitar 60% dari GDP Korea.
Mirip sama Indonesia kan?
Tapi bedanya satu hal yang fundamental
Di Korea, pemerintah mengarahkan chaebol ke sektor-sektor strategis yang bikin negara maju. Samsung masuk elektronik.
Hyundai masuk otomotif.
SK Group masuk high-tech manufacturing.
Mereka didesain untuk bersaing di level global dan membawa teknologi masuk ke Korea.
Di Indonesia?
Konglomerat kita banyak bergerak di sektor yang justru harusnya dikontrol negara air, pangan, energi, real estate.
Sektor yang kalau dikuasai swasta, rakyat biasa yang paling kena dampaknya.
Dan ini yang bikin investasi asing ogah masuk ke Indonesia.
FDI Indonesia cuma 1,9% dari GDP.
Vietnam sudah 4,4%. Singapura? 30% dari GDP.
Dan Raymond kasih tahu kenapa
Investor asing butuh satu hal sebelum taruh triliunan rupiah di suatu negara
kepastian.
Kepastian hukum.
Kepastian regulasi.
Kepastian bahwa aturan yang berlaku hari ini masih berlaku tahun depan dan nggak tiba-tiba berubah karena ada kepentingan politik atau konglomerat tertentu.
Dan di Indonesia kepastian itu susah banget dijaga.
Singapore is a Nation of Law.
Indonesia is a Nation of Lawyers.
Quote dari Gita Wiryawan yang kata Raymond nempel banget.
Dan gue rasa lo ngerti maksudnya.
Kenapa sistem ini bisa terbentuk?
Raymond tarik akar masalahnya jauh ke belakang ke zaman kolonial Belanda.
Selama 300 tahun dijajah, kita nggak cuma dikeruk sumber dayanya.
Kita juga diajarin satu culture yang berbahaya korupsi, nepotisme, dan budaya menjilat yang berkuasa bukan untuk cari cuan, tapi untuk bertahan hidup.
Dan etnis Tionghoa yang waktu itu diposisikan sebagai middleman minority selalu kena diskriminasi, keamanannya terancam akhirnya membangun hubungan dengan penguasa lewat suap sebagai mekanisme survival.
Hubungan inilah yang jadi fondasi kapitalisme kroni Indonesia sampai sekarang.
Kapitalisme kroni itu bukan otomatis buruk.
Raymond tegas di sini kapitalisme kroni itu bisa bagus kalau pemimpinnya benar.
Di Korea, chaebol diarahkan untuk kemajuan negara.
Inovasi.
Teknologi.
Ekspor.
Bersaing global.
Di Indonesia, konglomerat diarahkan untuk... kepentingan pribadi dan kelompok. Dan itu snowball effect-nya bisa terasa 100 sampai 1000 tahun ke depan.
Solusinya?
Raymond sebut satu konsep yang Indonesia pernah coba tapi kemudian mundur.
Kabinet Zaken.
Konsepnya simpel tapi revolusioner dalam konteks Indonesia kabinet yang diisi berdasarkan profesionalitas dan keahlian, bukan berdasarkan hutang budi politik atau titipan partai.
Pemimpin yang kuat.
Meritokrasi.
Anti-korupsi yang beneran tegas.
Bukan yang kampanye anti-korupsi tapi tetap tebar jabatan ke kroni.
Kalau ini diterapkan stabilitas hukum terjaga, investasi asing masuk, lapangan kerja terbuka, SDM naik level, korupsi berkurang.
Dan Indonesia yang diprediksi masuk top 5 ekonomi dunia di 2050 bukan cuma mimpi tapi bisa jadi kenyataan lebih cepat dari yang kita kira.
Tapi ini yang paling bikin gue mikir dari semua yang Raymond bilang:
Sebagai warga negara Indonesia, kita berhak untuk menagih pemimpin yang kuat untuk bantu membawa kita ke kesejahteraan.
Bukan nunggu.
Bukan pasrah. Tapi menagih.
#CATET
Buat kamu yg suka tiba2 memar tanpa sebab, salah satu kemungkinan yg sering ke-skip adalah bisa jd lg kekurangan vitamin C!
Klo kamu sering tbtb badannya biru2 memar, padahal ga ngapa2in atau ga ada kepentok apa pun, utas ini buat kalian!
Simak ya! Aku jelasin.
Setelah nyoba liat full tanpa dipotong, berupaya menelaah, dan melakukan analisa sederhana, berikut beberapa hal yg gw dapetin setelah nonton; Presiden Prabowo Menjawab.
- Utas