YANG PENTING MENANG..!!! SOAL IDEOLOGI, BAHAS NANTI.
.
.
.
DPD PDI Perjuangan Jakarta sudah menyetor surat rekomendasi untuk Anies Baswedan. Anies direkomendasikan sebagai calon gubernur Jakarta.
“Bagaimana DPP?”
Para petinggi Banteng moncong putih dari Puan hingga Utut Adianto pun tak tampak keberatan.
“Bagaimana dengan hambatan ideologi partai?”
Bila target menguasai Jakarta karena alasan penting mengepung Prabowo dan Jokowi di pusat adalah kemutlakan bagi PDIP, ga ada cara lain selain harus mengusung Anies.
Selain partai tak punya kandidat mumpuni, kembali melawan Anies yang sangat mungkin dicalonkan oleh koalisi PKS adalah kesia - siaan. PDIP akan kalah lagi persis seperti pilkada 2017.
Menguasai Jakarta meski tanpa syarat hadirnya ideologi yang selama ini menjadi keutamaan partai, saat ini jauh lebih berharga.
Apapun masalahnya, apapun caranya, untuk pilkada Jakarta, PDIP HARUS MENANG.
“Bagaimana sikap para pendukungnya yang selama ini amat sangat anti dengan Anies?”
Mereka pernah bisa tiba - tiba benci dengan Jokowi yang selama hampir 9 tahun selalu mereka puja puji semudah membalik telapak tangan, kenapa mustahil bercinta dengan Anies yang baru mereka benci 7 tahun sejak 2017?
Demikianlah politik kita, politik mabok, tabok meski hasilnya tetap jeblok.
.
.
Bila kini kemarahan itu tertuju pada pak Jokowi, sudah pasti itu karena sebab residu pilpres 2024. Masih ada saudara kita yang belum move on dan terjebak marah tak berkesudahan. Bu Sri Mulyani dan pak Basuki cuma alasan perantara saja.
DUA TANDUK JOKOWI : BASUKI DAN SRI MULYANI
.
.
.
Bantèng perkasa jelas adalah Jokowi. Dia memporak porandakan kemapanan tanpa teriak jumawa. Konon hanya dengan kerja, kerja dan kerja, tiba - tiba dia melampaui ekspektasi banyak pihak.
Sama seperti bantèng seharusnya, Jokowi pun bersenjatakan dua tanduknya, BASUKI dan Sri Mulyani.