Ketahuilah, kalaupun makin banyak laki-laki memilih tidak menikah, itu bukan muncul dari ruang hampa. Ada perubahan realita sosial yang bikin banyak cowok jadi lebih realistis melihat relasi dan masa depan.
Era sosmed menciptakan standar hidup dan hubungan yang sering kali lepas dari kondisi ekonomi mayoritas orang. Tiap hari orang dicekoki validasi gaya hidup mewah, relationship goals, dan ekspektasi serba tinggi, sampai banyak orang lupa kalo realita hidup kebanyakan manusia itu biasa-biasa saja.
Laki-laki hari ini dituntut harus mapan, stabil emosinya, romantis, lucu, good looking, provider, sekaligus jadi emotional support yang selalu siap. Standarnya terus naik, sementara biaya hidup makin brutal dan ruang buat gagal makin kecil.
Makanya skill domestik buat laki-laki sekarang bukan lagi sekadar nilai tambah, tapi survival kit. Bisa masak, bersih-bersih, ngatur hidup sendiri, dan tetap waras tanpa bergantung ke pasangan adalah bentuk adaptasi rasional di era ketika pernikahan tidak lagi otomatis identik dengan stabilitas hidup.
Bob Marley...
Sejarah dan kehidupannya yg berakhir tragis
Suara kritisnya di bungkam
Dan pesan-pesan yang menyentuh
Bahwa uang tak bisa membeli kehidupan
Alright, let me give this article for the umpteenth time. I will never get tired of sharing this if it’s about the rape that happened during the 98 tragedy. Happy reading and this is pretty disgusting; https://t.co/v9nVRD4Ew6
Mbah Nun pundi, Cak Nun mana, ini hanya Cak Nun mas yg bisa.
Hesss.. biyen² bapak sehat ora mok rungokne. Saiki kahanan koyo ngene muni butah butuh. Suk nek ayem tentrem ra butuh meneh. Taek kabeh. Yo kono atasono dewe karo berhala²mu. Aku tak mijeti bapakku.