Isunya nama² ini yg terlibat Korupsi MBG:
1. Nanik S Deyang
2 Patris Rumbayan ibunya Tedy
3 Ketua dprd jatim dan Jateng
4 Suwardi samiran
5 Dudung lewat kepala bgn
6 Puti Sari Gerindra komisi 9
7 D Mahari komisi 9
8 Yahya zaini
9 Wihardi banggar
10 Cucun Ahmad
11 ketua dan seluruh wakil banggar
12 Bima Arya Wamendagri
13 Wamenaker Feri
14 Ahmad Riza patria
15 ketua komisi 9
16 seluruh wakil ketua KOM 9 kecuali Charles honoris dan seluruh poksi komisi 9
17 Dek gam komisi 9
18 Muslim Ayu komisi 3
19 fitroh Basori wakil kpk
20 Kajari Purwakarta Sulvia Dewi Hapsari SH, MH
21 Kapolres bekasi Kombes Sumarni
22 Irma Chaniago komisi 6
23 uya kuya komisi 3
24 Lula Kamal PIC Menko pangan
25 2 kolonel usulan AHY
26 gabungan asosiasi GAMBI-Kadin makan bergizi Indonesia... Dll.
isu saja bukan tuduhan proses masih diselidiki pihak terkait
sumber : threadsuzan18706
Repost utk anak2 muda yg tanya apa maksud saya dgn "wisdom without fear". Intinya: menyuarakan kebenaran lebih nikmat dari mengejar kekuasaan. You should try it too. Boleh disebar.
Teringat kata-kata Alm. Lord Rangga, bahwa Indonesia adalah peradaban tertua di dunia, tapi para elit Global menutupi Fakta sejarah dan mengubah sejarah dunia
KPR SUDAH BAYAR 6 TAHUN, POKOK HANYA BERKURANG 50 JT,
BAIKNYA GMNA?
Gue mau breakdown satu kasus KPR nyata biar kalian bisa baca situasi serupa dengan lebih melek.
Pinjaman awal: Rp700 juta
Direalisasi: Februari 2020
Tenor: 300 bulan (25 tahun)
Jatuh tempo: Februari 2045
Suku bunga saat ini: 12,99% per tahun
Cicilan bulanan: ±Rp8 juta/bulan
Sudah berjalan: cicilan ke-74 (sekitar 6 tahun)
Sisa pokok utang: masih Rp649,5 juta
Tunggu sudah 6 tahun bayar, tapi pokok turun cuma Rp50 juta?
Ya.
Dan ini yang bikin banyak orang kaget ketika akhirnya ngecek detail KPR-nya.
Inilah yang namanya sistem anuitas cara hitung cicilan yang dipakai hampir semua KPR di Indonesia.
Di awal tenor, porsi bunga jauh lebih besar dari porsi pokok.
Dari cicilan Rp8 juta per bulan itu, sekitar Rp7,29 juta adalah bunga,
dan hanya Rp768 ribu yang nyicil pokok utang.
Artinya?
Dari sekitar Rp576 juta total yang sudah dibayar selama 6 tahun, mayoritas besar masuk
ke kantong bunga
bukan
mengurangi utang pokok secara signifikan.
Sekarang mari hitung total beban sesungguhnya:
- Total cicilan selama 25 tahun: Rp8.058.600 × 300 = ±Rp2,4 miliar
- Pinjaman awal: Rp700 juta
- Total bunga yang dibayar: ±Rp1,7 miliar
Jadi rumah seharga Rp700 jutaan, setelah 25 tahun selesai,
efektif dibeli seharga Rp2,4 miliar.
Lebih dari tiga kali lipat harga awal.
Apakah ini salah?
Tidak ini memang konsekuensi KPR bunga floating jangka panjang.
Tapi banyak yang tidak menyadarinya saat tanda tangan.
Yang perlu diwaspadai: Bunga 12,99% itu tinggi.
Ini bukan bunga fixed promo
ini sudah floating rate setelah masa fixed habis.
Rata-rata bunga KPR pasar saat ini di kisaran 9–11%.
Artinya ada selisih sekitar 2–4% per tahun yang berdampak sangat besar dalam jangka panjang.
Kabar baiknya:
ini bisa diperbaiki lewat refinancing atau take over KPR ke bank lain dengan bunga lebih rendah.
Opsi yang bisa dipertimbangkan:
1. Take Over / Refinancing KPR
Pindahkan sisa pokok ±Rp649 juta ke bank lain dengan bunga lebih kompetitif. Kalau bisa dapat bunga 9–10%, cicilan bulanan bisa turun signifikan dan total bunga bisa hemat ratusan juta.
Bank yang saat ini dikenal kompetitif untuk KPR:
Bank BTN Subsidi (FLPP) untuk rumah subsidi, bunga 5% flat, tapi ada batasan harga properti dan penghasilan.
Bank BCA bunga KPR saat ini sekitar 8,5–9,5%, proses cepat, layanan digital bagus. Cocok untuk yang butuh kepastian dan kenyamanan layanan.
Bank BRI opsi KPR take over tersedia, bunga kompetitif di kisaran 9–10,5%, jaringan luas terutama di luar Jawa.
Bank Mandiri bunga KPR sekitar 9–10,5%, keunggulan di fleksibilitas tenor dan promo fixed rate awal yang panjang (bisa sampai 3–5 tahun fixed).
Bank BSI (Syariah) kalau ingin akad syariah, skema murabahah atau musyarakah mutanaqisah. Harga jual fix dari awal, tidak ada floating rate. Cocok bagi yang ingin kepastian angka dari hari pertama sampai lunas.
2. Percepat Pelunasan Pokok
Kalau tidak mau pindah bank,
strategi terbaik adalah
bayar ekstra ke pokok
setiap ada rezeki lebih.
Tidak perlu besar tambahan
Rp500 ribu–1 juta per bulan ke pokok bisa memotong tenor bertahun-tahun dan menghemat puluhan hingga ratusan juta bunga.
Tips sebelum take over:
Cek biaya penalti pelunasan awal di kontrak KPR sekarang —Lbiasanya 1–3% dari sisa pokok.
Hitung apakah penghematan bunga di bank baru lebih besar dari biaya pindah. Kalau masih menguntungkan, pindah adalah pilihan cerdas.
KPR bukan sekadar "cicilan sekian per bulan."
KPR adalah komitmen finansial puluhan tahun yang kalau tidak dibaca dengan cermat,
bisa menelan tiga kali lipat nilai aset yang kamu beli.
Cek bunga KPR-mu sekarang.
Kalau sudah masuk masa floating dan angkanya tinggi itu waktunya bergerak, bukan diam.
Ini bukan saran keuangan profesional. Konsultasikan keputusan refinancing dengan konsultan atau perencana keuangan sebelum mengambil langkah.
Guys, ini info paling gila hari ini......
ada sesuatu yang nggak masuk akal banget lagi beredar soal program pemerintah ini dan jujur,
ini bukan cuma aneh…
tapi udah mulai keliatan ngeri + sistematis
Jadi gini…
Ada info kalau titik SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) itu terus nambah setiap hari.
Padahal di sisi lain, portal resmi buat daftar mitra katanya udah ditutup sejak 1 Desember 2025.
Sekarang coba pikir logikanya pelan-pelan…
- Portal pendaftaran ditutup
- Tapi jumlah titik terus bertambah
- Bahkan dilaporkan tiap hari ada penambahan
Pertanyaannya simpel:
Masuknya dari mana?
Ini bukan soal “ah mungkin ada update internal”…
Kalau sistemnya transparan, harusnya:
- Ada pengumuman resmi
- Ada mekanisme khusus
- Atau minimal ada penjelasan ke publik
Tapi kalau yang terjadi malah “tiba-tiba nambah”…
ya wajar kalau publik mulai mikir:
ini data real atau cuma angka di atas kertas?
Dan makin panas lagi ketika dikaitin sama isu bayaran…
Ketika satu titik SPPG bisa dapat sekitar 6 juta per hari.
Kalau itu benar, berarti:
Makin banyak titik → makin besar anggaran yang keluar
Makin besar anggaran → makin besar juga potensi “mainannya”
Kasarannya sppg nya tidak benaran ada
tapi insentifnya jalan terus
sppg bodong atau fiktif
Di sinilah mulai kerasa pedasnya…
Karena ini bukan cuma soal angka nambah.
Ini soal uang negara + transparansi + kepercayaan publik.
Yang bikin miris bukan cuma dugaan “aneh-aneh”-nya…
tapi pola yang sering kejadian:
- Sistem ditutup ke publik
- Data tetap berjalan di belakang layar
- Publik cuma dikasih hasil akhir tanpa tahu prosesnya
Kalau kayak gini terus, ya jangan heran kalau muncul kecurigaan:
Ini beneran program jalan… atau sekadar laporan yang ‘dibikin jalan’?”
Gue gak bilang ini pasti ada pelanggaran.
Tapi yang jelas:
Kalau logika sederhana aja gak nyambung,
berarti ada yang harus dijelasin.
Karena di era sekarang, masalahnya bukan cuma korupsi atau enggak…
tapi kepercayaan publik itu dibangun dari transparansi.
Dan kalau transparansi hilang,
yang muncul bukan cuma kritik
tapi ketidakpercayaan yang jauh lebih bahaya
coba di cek tuh situs bgn udah lama tutup
tapi hampir tiap hari laporan banyak sppg baru
Sudah sah .. ya.. pak menhan sudah tanda tangan kerjasama pertahanan dengan Amerika.
Kalau nanti lihat pesawat perang Amerika lewat di langit kita.. gak usah kaget .. . karena memang mereka bisa lewat kapan saja .
Pemerintah mau nya gitu kok … kita rakyat jelata bisa apa ?