Al Jazeera mengirim reporter ke Ruteng, dan itu bukan hal kecil. Manggarai adalah kabupaten dengan korban meninggal terbanyak, tapi akses ke sana tidak mudah.
Liputan lapangan seperti ini yang bikin angka korban punya wajah. Terima kasih untuk yang masih meliput dari lapangan.
China dan Iran sudah tawarkan bantuan untuk korban bencana gempa di NTT tapi pemerintah Indonesia menolak sembari berpesta pora memamerkan kinerja wowo yang bikin rakyat sakit kepala 😫
Tambah sakit kepala lagi liat buna teddy lincah banget biar wowo bangga saat arak²an 🤣
"Seandainya hari ini Engkau hanya menerima satu doa, kabulkanlah doa orang-orang terlemah dan paling membutuhkan di antara kami.
Bukan doa Menteri Agama dan Imam Besar Masjid yang pernah jadi komisaris pabrik semen ketika para petani berjuang melawan perampasan tanahnya"
Dulu jaman SBY, tiap ada bencana, dia pidato, "Saya prihatin."
Sampai jadi meme, ada juga yang bikin website dengan tombol, kalau dipencet ada rekaman SBY bilang, "Saya prihatin."
Itu menyindir karena yang dilakukan adalah bare minimum doang. Mengucapkan prihatin tanda simpati.
Sekarang?
Ada rentetan gempa dan tsunami di beberapa provinsi. Orang-orang kehilangan rumah, harta, bahkan kehilangan nyawa.
Apakah ada kata "prihatin"?
Bare minimum?
Ke mana "Pertama-tama, saya prihatin" tanda empati dan simpati?
TOLONG!!!
Di ekonomi begini segala peluang harus dicari. Tolong share lowongan ngupas bawang itu. 10 kilo perhari udah cukup buat sebulan biaya hidup gue.
KDM SANG GUBERNUR BANCI 🚨
Petani Sukajaya Dibanting Aparat, Mana Kamera & suara KDM sang BANCI ITU
Sebuah rekaman memilukan mendadak viral, Petani asli Sukajaya, Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang bertahan secara damai demi mempertahankan ruang hidup dan mata air mereka, diduga mengalami tindakan represif hingga dibanting oleh oknum aparat yang menjadi bemper korporasi swasta (PT PMC).
Di saat tubuh petani Sukajaya diinjak-injak dan dituduh KRIMINAL oleh narasi korporasi, publik Jawa Barat menanti suara sang Gubernur BANCI.
Namun, yang didapat rakyat justru keningin dan kesunyian dari Gedung Sate.
Mari kita cermati wak, kepemimpinan berbasis Konten vs Kebijakan Nyata ini secara objektif
1. Eksploitasi Kemiskinan demi Konten, Tapi Bungkam Saat Hadapi Oligarki
Publik sudah sangat terbiasa melihat KDM tampil heroik di platform medsos marah-marah ke warga kecil, menangisi nasib lansia di desa, atau membagi-bagikan uang tunai di depan kamera YouTube demi angka VIEWS dan ENGAGEMENT.
Namun, ada pola berbahaya yang kian membatu wak.
- Ketika rakyat miskin berhadapan dengan masalah personal, KDM hadir lengkap dengan kamera produksi.
- Namun ketika rakyat kecil berhadapan dengan raksasa oligarki, penggurusan lahan, dan represi aparat seperti di Sukajaya Bogor, kamera mendadak mati dan suara sang Gubernur BANCI hilang.
Apakah air mata dan simpati itu hanya berlaku jika subjeknya bisa dijadikan komoditas konten yang tidak berisiko politik?
2. Tanda Tangan Gubernur Lebih Membela Rakyat Dibanding 1.000 Video YouTube
Tugas utama seorang Gubernur adalah tugas MANAJERIAL dan POLITIS STRATEGIS, menerbitkan Pergub, menyusun Perda perlindungan lahan pertanian, serta memanggil Kapolda untuk menghentikan represi aparat terhadap warga sipil.
Satu lembar surat keputusan atau tanda tangan Gubernur jauh lebih sanggup menyelamatkan masa depan ribuan petani dibanding ratusan episode drama NGONTENIN orang MISKIN. KDM dipilih untuk mengeksekusi wewenang negara, bukan untuk menjadi CONTENT CREATOR berbekal rompi dinas!
3. Ambisi Pilpres 2029 di Atas Penderitaan Warga Jawa Barat
Gaya kepemimpinan yang minim eksekusi struktural namun gila pencitraan ini memicu spekulasi yang kian terang benderang wak.
Apakah Jawa Barat hanya dijadikan BATU LONCATAN dan panggung baliho berjalan demi mengejar elektabilitas Pilpres 2029?
Jika energi dan anggaran waktu Gubernur habis untuk safari pencitraan dari satu kamera ke kamera lain demi tabungan modal politik 2029, maka rakyat Sukajaya dan seluruh warga Jabar yang tertindas konflik agraria akan terus menjadi korban pembiaran sistemik.
Hentikan eksploitasi narasi kerakyatan jika pada praktiknya rakyat yang dibanting aparat justru dibiarkan berjuang sendirian!
Masyarakat Jawa Barat menuntut kerja nyata, sanjungan kebijakan, dan ketegasan pasang badan dari seorang Gubernur bukan sekadar konten drama harian di YouTube.
#AllEyesOnSukajaya ✊
Bagaimana pandangan kalian wak? Apakah kalian setuju tugas Gubernur adalah membuat aturan tegas untuk rakyat, bukan sekadar ngonten?
...Kawan² minta doanya.
NTT khususnya Flores mencekam pasca gempa.
Beberapa area mengalami kehancuran.
Sampai sekarang saya himpun kabar dari kawan² di berbagai NTT.
Sementara saat ini di Aimere, air laut surut.
Doakan tidak terjadi tsunami, kawan²... (``,)
@rebukanrain Sejelek-jeleknya pemerintahan jokowi pemerintahan prabowo lebih jelek lagi, ya Allah turunkan azabMu untuk mereka pemerintah yang dzolim, pemerintah yg tidak memikirkan rakyatnya pemerintah yang hanya memikirkan kelompoknya saja kabulkan ya Allah 🙏🙏🙏😇😇😇
Revisi Buku Sejarah SD/SMP/SMA 2029
1. [DISENSOR] adalah dalang teror penembakan sniper di Trisakti 1998
2. [DISENSOR] adalah dalang Kerusuhan Mei 1998 yang mengirim ribuan preman ke Jakarta untuk memicu pembantaian dan pemerkosaan massal (ribuan tewas)
3. [DISENSOR] adalah dalang pembantaian Kraras yaitu satu daerah di Timor Timur dibunuh massal termasuk anak kecil dan bayi oleh tentaranya sampai tidak ada sisanya. Bukti-bukti semacam ini menguatkan pernyataan Hendropriyono bahwa [DISENSOR] berstatus "G4 alias gila bahkan psikopat". Orgil buas psikopat hobi membunuh
4. Lebih luas lagi, [DISENSOR] adalah salah satu pelaksana lapangan yang turun langsung melakukan genosida etnis pembantaian sepertiga populasi Timor Timur. Dalam genosida itu, 40% tanah di Timor Timur dirampok oleh keluarga Cendana secara pribadi. Ratusan ribu orang pria, wanita, kakek, nenek, anak kecil, balita, dan bayi yang sebelulnya tinggal di tanah itu lalu bergelimpangan dibunuh massal pasukan tentara di desa-desanya sampai habis
5. [DISENSOR] adalah dalang penculikan dan pembunuhan aktivis pada sekitar Sidang MPR 1998
6. [DISENSOR] adalah dalang pembantaian Santa Cruz 1991 yaitu mengirimkan "pasukan siluman" dari Jakarta ke Timor Timur untuk melakukan pembantaian acak ratusan warga sipil di depan rekaman wartawan asing dengan sengaja, supaya Pangdam Sintong Panjaitan jatuh dan tersingkir
7. [DISENSOR] adalah beking gerombolan kriminal bandit preman buas Timor di bawah kendali Hercules yang menindas, merampok, dan memalak habis penduduk Betawi di Tanah Abang
8. [DISENSOR] adalah dalang rencana kudeta militer pada 21 Mei 1998 dan ia hendak menggulingkan / membunuh Wiranto kemudian Habibie dan mendirikan pemerintahan junta militer. Apabila ini terjadi maka Indonesia boleh jadi akan roboh genosida pembantaian massal seperti di Yugoslavia dan Myanmar (jutaan tewas)
9. Tommy Soeharto dan preman Islamis FPI peliharaannya melakukan terorisme bom terhadap Bursa Efek, Kejagung, dll menggunakan bom milik oknum dari [DIHILANGKAN]. [DIHILANGKAN] sebelumnya adalah pasukan tentara yang dikomandoi oleh [DISENSOR] sebelum 1998. Akibat terorisme bom berbulan-bulan ini, Soeharto dan keluarga Cendana berhasil lolos dari penjara karena para hakim takut ditembak, dibunuh, dan dibom teroris buas psikopat
10. [DISENSOR] adalah dalang militansi 2016-2019, kerusuhan 2019 yang menewaskan beberapa orang, dan rencana pembunuhan terhadap Luhut, Wiranto, dan Gories dengan maksud buas menjatuhkan Indonesia ke dalam kerusuhan, pembantaian, perang saudara, dan kudeta militer pada tahun 2019
11. [DISENSOR] selama 2024-2029 melakukan permufakatan jahat untuk membatalkan amendemen UUD 1945 hasil Reformasi. Indonesia hendak dikuasai lagi oleh gerombolan preman dan bandit bersenjata, sangat sok tahu dan halusinasi megalomaniak dan egomaniak, gaptek dan sangat bodoh merusak berdaya hancur tinggi seperti monyet bersenjata AK-47, serta gila serakah berliur-liur.
Apabila tidak ada yang berubah, dalam beberapa tahun lagi semua orang yang menentang gerombolan rampok pembunuh buas bersenjata ini boleh jadi akan mati diculik dan diperkosa bergilir dan dibunuh secara acak dalam jumlah ribuan atau puluhan ribu oleh tentara dan ormas preman rezim militer fasis buas psikopat rampok kleptokratik
12. [DISENSOR] memiliki anak buah yang merupakan beking judi online di Indonesia dan merampok ribuan triliun rupiah via judol (lebih besar dari Petral) dari ekonomi Indonesia, dan uangnya dipakai untuk mendanai gerombolan preman buas bodoh fasis psikopat berliur, yang dibentuk menjadi satu buah partai politik buas bodoh psikopat berliur, yang berambisi gila menghancurkan negara Reformasi dan hukum dan menciptakan rezim teror meluas, supaya kemudian bisa merampok sebanyak-banyaknya uang
Insyaallah 2029 ini cukup jadi sejarah saja yang ada di buku, dan sudah tidak ada di dunia nyata
Kemarin-kemarin ngedemonisasi Tom Lembong, Kerry, Amsal Sitepu, Ibrahim Arief sampai Nadiem tanpa bukti dan tidak sesuai fakta persidangan.
Giliran ketauan nimbun uang haram sebanyak itu langsung minta publik ga terpengaruh. 🤮
Masyarakat harusnya belajar. Kasus pasal karet kerugian negara di UU Tipikor ini cuman buat nutupin kasus korupsi sesungguhnya.
Jangan mau kegocek lagi.
Dengan hormat, saya sungguh heran kenapa Pemerintah 🇮🇩 tidak memenuhi undangan Iran utk mengirim delegasi resmi ke pemakaman almarhum Ayatollah Khamenei yg terbunuh dlm serangan militer ilegal.
Yg saya dengar, berbagai upaya gigih Iran utk mengundang Pemerintah 🇮🇩 tidak mendapat tanggapan. (Mereka kan juga punya harga diri - tidak mungkin mengemis-emis kehadiran kita.) Akhirnya, yg hadir hanya Dubes RI di Teheran - yg dianggap oleh Teheran sbg sikap menyepelekan undangan ini, bahkan dianggap sbg tamparan. Sementara Arab Saudi, Qatar, Turki, Oman, Kazakhtan, Mesir, Pakistan, Rusia, Tiongkok, India, Malaysia, Bangladesh dll (lihat daftar dibawah) sama sekali tidak ragu mengirim delegasi resmi pada tingkat Menteri, bahkan Pakistan pada tingkat Presiden. 🇮🇩 sbg negara berpenduduk muslim terbesar di dunia satu-satunya yg ABSEN mengirim delegasi. Bahkan Malaysia nampak lebih bebas aktif dari Indonesia.
Apakah ini berarti polugri "bebas aktif" kita mulai LUNTUR krn 🇮🇩 takut/sungkan thdp Amerika ? Has “FEAR” become a factor in Indonesian foreign policy ? Ataukah kekhilafan ini lebih mencerminkan MANAJEMEN sistem politik luar negeri yang penuh masalah - sebagaimana biasanya, surat undangan macet di berbagai meja dan tidak ada yg berani mengambil keputusan. Paling tidak 🇮🇩 bisa mengirim Wamenlu urusan dunia Islam Anis Matta - tapi beliau justru keliling Asia Tengah utk kunjungan yg sifatnya rutin.
Kita seakan melupakan bhw Iran adalah sahabat lama Indonesia, hubungan selalu terjaga dgn hangat dan saling menghormati, dan tidak pernah ada konflik antara kedua negara. Kehadiran delegasi resmi 🇮🇩 dlm acara penghormatan terakhir Ayatollah Khamenei (yg sayangnya tidak terjadi) seharusnya menjadi momen pembuktian diplomasi bebas aktif Indonesia, momen persahabatan RI-Iran sekaligus sinyal tegas dari Jakarta bhw adalah aksi pembunuhan Ayatollah Khamenei adalah aksi ilegal yg melanggar hukum dan norma internasional.
Jangan sampai kita selalu lantang bicara bebas aktif, tapi begitu diminta menentukan sikap dlm situasi yg sensitif, kita bersembunyi.
Please remember : bebas aktif adalah #diplomasiberprinsip, bukan #diplomasisungkan
Boleh dikutip.