Ya Allah.. setelah DESA SADE kebakaran, sekarang MA MU'ALIMIN NW ANJANI Lombok Timur juga ikut terbakar 🥹😭
Smoga tidak ada korban jiwa. Yaa Allah serta lindungi santri2 yg ada di sana 💔🥀
#PrayforLombok#PrayforIndonesia#AllEyesonIndonesia
“Babi-babi kami sudah habis. Ikan-ikan kami sudah mati. Laut-laut kami dicemari. Gunung-gunung kami digusur.”
“Siapa yang merusak alam kami di Kalimantan? Siapa yang akan bertanggung jawab soal ekosistem kami, soal laut kami, soal hutan kami yang hancur?”
Nasrul, Kalimantan Utara
Warga terdampak Kawasan Industri Hijau Indonesia
https://t.co/T98dPr8IgC
PERINGATAN DARURAT 🚨🚨🚨🚨
ALL EYES ON INDONESIA
PRAY FOR INDONESIA
- Bencana kebakaran hutan Kalimantan
- Bencana keracunan MBG
- Bencana gempa NTT
- Aceh dan Sumatera masih pemulihan
Banyak bencana di Indonesia tapi pemerintah nya diam!!
Nggak ya, guys. Kebakaran hutan di Kalimantan bukan karena cuaca atau iklim, tapi karena lahannya DIBAKAR. Sengaja dibakar di musim kemarau supaya mudah nyebarnya dan ga kehalang hujan tiba-tiba. Ga tau mau dipake buat apa lahannya, tapi yang jelas that action itself is illegal.
Postingan ini harus sampai kedepan mata @prabow
Dan sampai didepan mata ketua BNPB
Kuatir nanti keluar statmand bencana hanya mencekam di medsos
Ya Allah lindungilah saudara saudara kami di Sumbar, semoga segera surut dan tidak memakan korban jiwa🥹
Curah hujan yang sangat tinggi mengguyur hampir seluruh wilayah Sumatera Barat sejak Senin (03/08/2026) pagi.
Terjadi berbagai bencana seperti Banjir hingga pohon tumbang dilaporkan terjadi di sejumlah daerah, dengan Kota Padang menjadi wilayah yang mengalami dampak paling parah.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat, Ilham Wahab, mengatakan hujan yang masih terus berlangsung menyebabkan kejadian bencana tersebar di beberapa kabupaten dan kota di Sumatera Barat
Pray for sumbar🥀🥀🥀
Berita ini akan lambat menyebar karna algoritma baru
Tapi dengan kekuatan akun² lebah kita semua berita kemanusiaan ini gak boleh dikalahkan oleh algo busuk ini wak
Saya izin menjelaskan,
Yuk mulai dari awal.
BI itu apa sih, kerjanya ngapain?
BI itu bank sentral. Beda sama bank tempat kita nabung kayak BCA atau Mandiri.
Kerjaan BI itu jaga biar duit rupiah nilainya stabil, biar harga-harga barang nggak naik-turun kayak roller coaster.
Dia bisa kontrol rupiah lewat yang namanya suku bunga.
Kalau harga-harga lagi pada naik kenceng (cabe mahal, bensin naik, sewa kos naik), BI bakal bikin pinjam duit di bank jadi lebih mahal.
Begitu ini naik, orang jadi mikir dua kali buat ngutang beli motor atau modal usaha, soalnya cicilan makin berat.
Yang punya duit nganggur di rekening juga jadi males belanjain, mending disimpen aja karena bunga tabungan ikut naik.
Karena banyak orang ngerem belanja bareng-bareng, permintaan barang di pasar turun, dan harga pelan-pelan berhenti naik.
Kalau ekonomi lagi lesu, sepi, banyak yang nganggur, BI lakukan kebalikannya. Bikin pinjam duit jadi murah. Orang jadi lebih berani ngutang buat buka usaha, beli barang. Duit jadi lebih banyak muter di masyarakat, toko rame lagi, orang kerja lagi.
Satu hal penting: efeknya nggak langsung kerasa besok. Butuh waktu berbulan-bulan, kadang setahun, baru kelihatan hasilnya. Jadi orang yang megang kebijakan ini harus mikir jauh ke depan, nggak asal reaksi buat masalah hari ini doang.
BI emang sengaja dipisah dari pemerintahan
Menteri keuangan, menteri perdagangan, itu semua dipilih presiden, dan bisa dicopot presiden kapan aja. Wajar, karena mereka bagian dari tim presiden yang harus sejalan sama presidennya.
BI enggak. Ada undang-undang sendiri yang bilang: BI itu lembaga independen, nggak boleh dicampuri pemerintah dalam ngambil keputusan.
Kenapa harus dipisah?
Alasan paling besarnya: biar BI nggak jadi mesin cetak duit buat nutup utang pemerintah.
Coba bayangin gini: pemerintah itu kayak rumah tangga, kadang pengeluaran lebih gede dari pemasukan. Cara yang bener buat nutupin itu ada dua: pinjem duit atau naikin pajak.
Tapi kalau BI bisa diperintah, ada jalan pintas ketiga yang jauh lebih gampang: tinggal suruh BI cetak duit aja, terus dipake langsung buat nutup APBN.
Bisa juga dipakai untuk program *** ya kalian tau sendiri lah ya.
Kedengerannya enak banget kan? Nggak usah ribet nunggu orang mau beli surat utang, nggak usah pusing mikirin rakyat protes soal pajak naik.
Tapi masalahnya, kalau duit yang beredar makin banyak sementara barangnya tetep segitu-segitu aja, nilai duit itu jadi turun.
Harga barang jadi kelihatan makin mahal, padahal sebenernya bukan barangnya yang mahal, duitnya yang nilainya makin turun.
Makanya independensi BI itu fungsinya kayak pagar. Biar pemerintah nggak bisa seenaknya minta BI cetak duit buat nutup anggaran.
Karena kalau bisa, yang terdampak paling besar ya rakyat menengah lagi.
Semoga tidak terjadi ya.
Diksi “Londo Ireng” itu sebenernya berbau rasisme.
Lucunya, yang paling lantang ngecap jurnalis sebagai “Londo Ireng” justru keturunan langsung dari The Real Londo Ireng-nya.
Buyutnya dulu ikut bantu Belanda lawan Diponegoro.
Apa gak malu?
Ada rumor BI akan ditarik ke kabinet, agar langsung dibawah presiden. Independensi BI hilang. Dampaknya fatal bagi rupiah jika ini terjadi.
China dan Vietnam punya Bank Sentral dibawah presiden, tidak independen. Relatif berhasil.
Turki dan Zimbabwe gagal total; bank sentral mrka tidak independen.
Politisi selalu ingin suku bunga rendah, agar ekonomi tumbuh. Tapi bahayanya : nilai mata uang bisa kolaps, dan inflasi naik tajam.
Ekonomi Turki x Zimbabwe relatif hancur krn bank sentral hanya jadi kaki tangan presiden.
Kenapa China x Vietnam berhasil meski bank sentral kurang independen? Sebab mereka punya disiplin ekonomi jangka panjang; dan amat terpadu garis kebijakannya. Mereka juga punya kebijakan industri yg solid, serta orientasi ekspor.
RI maybe akan bernasib sama dengan Turki jika BI tidak independen.
Erdogan pecat gubernur bank sentral berkali2, karena menolak menurukan suku bunga (mirip di Ri). Dampaknya : kepercayaan pasar hancur, dan inflasi Turki naik 70%, dan lira kolaps. Gila kan dampaknya.
RI1 amat bernafsu naikkan pertumbuhan ekonomi RI. Tampaknya beliau kurang sreg dengan kebijakan BI yg terlalu lama pertahankan suku bunga tinggi.
Tapi nafsu ini bisa fatal dampaknya. Jika suku bunga BI dipaksa diturunkan, maka dampaknya :
- rupiah bisa kolaps ke 20 ribu
- inflasi melambung
- modal asing akan lari keluar
- bunga utang RI dalam dollar akan makin berat dibayar krn rupiah hancur
- bunga utang RI jug akan naik tajam karena tidak ada lagi kepercayaan pasar atas masa depan ekonomi RI
RI1 maybe mirip sekali Erdogan. Hanya karena kepentingan politik jangka pendek, kebijakan ekonomi jangka panjang diabaikan. Ujungnya malah ambless.
Apa mitigasinya jika BI benar2 dihapus independensinya?
- adopsi gaya kebijakan bank sentral China yg tetap disiplin jaga nilai mata uang (meski dibawah kuasa Xi Jinping). Artinya bank sentral China tetap rasional krna Xi juga lumayan rasional (krn didampingi teknokrat ulung).
Bukan kayak Erdogan yg sok2an atur ekonomi Turki, tapi malah bikin hancur. RI1 mau tiru Erdogan atau Xi?
- perbanyak ekspor agar makin melimpah surplus devisa (amat penting untuk jaga kekuatan fiskal). China amat berhasil dalam hal ini, juga Vietnam.
****
Gaya kebijakan RI1 ini makin susah ditebak, dan berasa makin sentralistik. Inilah yg sebenarnya jadi penyebab utama kenapa rupiah anjlok amat tajam semenjak beliau dilantik.