Eks dirut pertamina yang korupsi 348 MILIYAR itu cuma divonis 1,5 tahun penjara, CUMA 1,5 TAHUN. Alasannya karena beliau tulang punggung keluarga dan mengaku menyesal.
TULANG PUNGGUNG KELUARGA KATANYA.
Sedangkan rakyat banyak udah jadi tulang belulang karena korupsi di mana-mana.
BAPAK... BAPAK... BAPAK... Teriakan tangisannya bikin pilu banget.
Barusan gw liat berita, ada seorang bapak di Bali yang diduga nyuri 1 ekor ayam. Dia dihajar massa sampai meninggal. Yang paling nyakitin bukan cuma kabarnya... tapi pas ngeliat anak perempuan satu-satunya, masih kecil, nangis sambil teriak "Bapak... bapak..." waktu jenazah ayahnya diangkat buat dimakamkan. Cuma karena 1 ayam... 1 nyawa melayang.
Meanwhile, yang korupsi ratusan miliar bahkan triliunan, ngerampok hak hidup jutaan orang, malah masih bisa senyum, hidup nyaman, bahkan ada yang dapet perlakuan istimewa. Kadang rasanya hukum paling kejam justru jatuh ke orang yang paling lemah. Entah apa pun dugaan perbuatannya, ga ada yang berhak main hakim sendiri sampai ngilangin nyawa orang.
Bener-bener sakit banget liatnya...
💔💔💔
BENTROKAN DI MATRAMAN
Kronologi versi pedagang (saksi mata) dan polisi:
> 2 orang membeli sarapan, karena (mungkin) tidak dilayani dengan baik mereka pergi sambil geber geber motor (versi polisi)
> versi pedagang 2 orang naik motor sambil geber geber
> diteriaki oleh warga sekitar
> mereka kembali lagi membawa rombongan dan mencari orang yang tadi meneriaki
> tidak mendapati ybs, mereka merusak gerobak pedagang
> warga masuk dan memanggil bantuan
> warga balik menyerang ke markas kelompok tsb
> warga membakar kendaraan dan markas kelompok tsb
> 2 orang di evakuasi dari tkp ke RSCM
> 1 orang kritis dan meninggal dunia
Stay safe, jangan mudah terprovokasi.
Jaga kawan, jaga lingkungan,
JAGA JAKARTA.
Dari info setempat, orang timur (matel) ini nyari makan gratis, penjual nasi uduk jadi korban, gerobaknya d rusakin dan ada beberapa orang yang ikut membantu penjual nasi uduk tersebut, namun orang timur itu malah membawa pasukan dan terjadi sedikit kericuhan di tempat jajan tersebut pada akhirnya membuat warga matraman mengamuk.
Sc : threads/arfahhh23
WASPADA BENTROKAN DI JALAN MATRAMAN DALAM / TAMBAK ARAH MANGGARAI ⚠️
Terjadi bentrokan antar dua kelompok massa di kawasan Jalan Matraman Dalam, Menteng, Jakarta Pusat (Jalan Tambak arah Manggarai) pada Minggu pagi (26/7/2026).
Kronologi Kejadian:
Berdasarkan informasi warga sekitar, peristiwa bermula ketika sejumlah pria dari Indonesia Timur diduga dalam pengaruh alkohol menyantap nasi uduk di lokasi. Kelompok tersebut diduga tidak membayar dan malah merusak lapak dagangan milik seorang pedagang. Aksi tersebut memancing emosi warga sekitar hingga berujung pada bentrokan.
Bagi pengguna jalan yang hendak melintas di sekitar kawasan Jalan Tambak dan Manggarai, diimbau untuk tetap waspada dan mencari rute alternatif jika memungkinkan.
Ketimpangan hukum di negeri ini melukiskan duka yang teramat perih bagi rakyat kecil, menegaskan betapa tajamnya ketidakadilan menghujam mereka yang tak berdaya. Di saat publik menyaksikan keistimewaan yang menggores rasa keadilan ketika seorang pejabat tinggi seperti mantan Jampidsus Febrie Adriansyah melenggang tanpa rompi tahanan maupun borgol meski terjerat kasus dugaan korupsi dan TPPU bernilai fantastis. Hukum seolah tampil penuh kesantunan dan kelembutan.
Untuk duit rakyat, selalu ada sumber daya manusia dan energi. Untuk melayani masyarakat selalu ada alasan "keterbatasan personil".
Anyway, yg dimaksud "Bersama Membangun Negeri" adalah "Bersama Membiayai Hidup Keluarga Pejabat".
Bagaiamana kasus dadan?
Apakah kasusnya sudah hilang?
Sepertinya tidak ada lagi terdengar pembahasan tentang biawak satu ini semenjak febrie goal.
Genk solo pria pesugihan dan parcok berhasil mengalihkan isu yang lebih besar korupsi 1 hari 1 M😭
Memang ada beberapa perusahaan busuk yang sengaja melakukan hal ini.
Karyawan yang sudah mengabdi bertahun-tahun tiba-tiba dianggap tidak kompeten. Mulai diintimidasi, dibentak, dibully, dicari-cari kesalahannya, lalu dibuat seolah-olah performanya menurun. Tujuannya? Biar capek sendiri, lalu resign “sukarela”. Lumayan, perusahaan jadi hemat “Pesangon”.