Kemarin, uwa gue meninggal jam 4 subuh.
Meninggal karena sakit, operasinya gagal. Baru banget mereka nangis-nangis di lorong rumah sakit, 1 anak nyeletuk, “Ini bayar ambulannya berapa ya?” Karena posisi 3 anaknya ini belum punya uang. 1 masih sekolah & yang 2 belum dapat kerjaan.
Cuma uwa gue yang lain bilang, “Udah, nggak usah dipikirin, Uwa yang bayar.”
Pas jenazah sampai rumah, sepupu gue langsung kepikiran lagi, “Ini yang mandiin jenazah dibayar berapa ya baiknya?” Tapi kali ini bapak gue yang cover dan bilang nggak usah mikirin.
Dan mereka terus nanya pertanyaan yang sama kayak yang bacain doa dibayar berapa, kafan berapa, tanah kuburan berapa, karena saking mereka sama sekali nggak punya uang / harta benda 😭 Untungnya almarhumah nggak meninggalkan hutang apa-apa.
Sampai akhirnya pas udah dikubur, banyak tamu yang datang, nyeletuklah 1 orang ke sepupu gue, “Ada kopi nggak? Itu bapak-bapak di depan banyak, kasian kalau nggak ada kopi.” Gue dengernya sakit hati banget. Padahal sepupu gue ini bahkan nggak ada waktu buat berduka. Dia nggak nangis, malah jadi stres.
Dan yap, akhirnya uang yang ada di baskom dari orang-orang yang melayat dipakai buat konsumsi tamu yang datang. Habis malam itu juga cuma buat dibeliin makanan buat tahlilan malamnya. Dibeliin snack, buah, rokok.
Gila sih gue bilang tetangganya nggak ada nuraninya. Ini masih malam pertama, masih ada 7 malam berikutnya dan setiap hari dia harus sajikan makanan buat orang-orang yang tahlilan.
Gue ngelihat dia lagi berduka tapi malah jadi stres karena kepikiran tentang sajian apa yang harus dikasih ke orang-orang.
Mana pas dia ngitungin uang amplop sambil bilang, “Ada 7** ribu, Kak. Cukup nggak ya buat sampai 7 harian.” Gue mau nangis dengernya, demi Allah 😭😭😭😭
Ya Allah, tolong siapa yang mewajibkan orang yang berduka disuruh sajikan makanan ke tamu? Ini posisinya orang berduka, bukan lagi pesta 😭 Gue bener-bener nggak suka budaya atau tradisi ini, jujur.
Apalagi pakai segala komplain karena nggak ada buah di piring. Gue pengin banget ngejawab, “Lo kalau lapar makan aja di rumah sendiri.”
Menurut kalian, apakah tradisi menyajikan makanan untuk tamu selama orang berduka memang masih perlu dipertahankan?
pagi2 dibuat nyesek baca postingan grup FB 🥲
mas2 ini bertanya gimana caranya menjalani hidup setelah ditinggal wafat istri, lalu anaknya.
ada salah 1 komen yg menyarankan sebuah buku, judulnya
"seorang pria yg melalui duka dengan mencuci piring",
maknanya kurang lebih seberat apapun hidup,
kita harus tetap bergerak, jalani hidup sehari2.
ada yg pernah baca bukunya???
rekomen gak menurutmu gaes???
Titik Kebakaran di Kalimantan Sudah Hampir Satu Pulau.
Sudah tidak ada udara Segar. Yang ada Kabut Asap yang tebal mengganggu Pernapasan.
mana tanggungjawab Korporasi?
Pak Menhut Kemana?
dan Presiden Instruksi apa?
#praykalimantan
BREAKING NEWS: Api telah menyeberang.
Kebakaran Pasar Sungai Duri kini berada di sisi kiri & kanan jalan nasional.
Maka resmi, Jalan Nasional Pontianak-Singkawang lumpuh total.
Diharapkan pengendara memberi ruang untuk mobilisasi bantuan pemadam, dari arah Pontianak & Sambas.