Gue naksir banget SENAKSIR itu. Sangat amat NAKSIR! Ini kalo ketauan pemerintah pasti rasa naksir gue udah dijadiin PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA NAKSIR. Gue ga peduli lo bisa banget digapai YANG PENTING GUE NAKSIR!!! 🌳
Prabowo: "Silakan kalau mau cari negara lain."
Gue:
Lah, emang nih negara punya elu doang?
Ini negara gue juga. Gue lahir di sini, kerja di sini, bayar pajak di sini. Hidup gue kagak dibiayain sama elu.
Gaji pejabat negara juga dibayar dari APBN yang berasal dari pajak rakyat. Jadi jangan mentang-mentang lagi pegang jabatan, terus nyuruh rakyat cabut.
Ngkritik pemerintah bukan berarti kagak cinta Indonesia. Justru karena ini negara gue, gue punya hak buat ngomong kalau ada yang gue anggap salah.
Yang mesti dibenerin itu kebijakannya, bukan mulut rakyatnya.
Jika ini bener, KKN di bangsa ini lakukan dengan terang-terangan tanpa Malu.
Bejat wes...
Pengasuh Rafathar, Mbak Lala. Ia disebut-sebut akan menempati posisi strategis sebagai Wakil Ketua di Badan Gizi Nasional (BGN),
@LambeSahamjja Mindset pejabat pemerintahan itu bukan melayani masyarakat tapi melayani atasan. Sistem merit yg gak berjalan membuat pejabat yg ditunjuk berdasarkan kedekatan Dan faktor kepentingan. Alhasil pejabat yg ditunjuk akan takut kehilangan jabatan sehingga mindset melayani bos muncul.
@LambeSahamjja Hahaha...
Ditanya soal akuntabilitas penggunaan uang rakyat,
yang tersinggung malah egonya.
"Emang Anda bos saya?"
Bukan.
Tapi yang bayar gaji pejabat itu memang rakyat.
🤡🍿
HIDUP MAHASISWA
HIDUP RAKYAT
Beberapa tuntutan aksi:
1. Setop pemborosan APBN
2. Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM
3. Hentikan program MBG dan pembangunan KopDes
4. Hentikan militerisme di ranah sipil
5. Prabowo berhenti mengelak dan mengakui kesalahannya
SAMPAI MENANG ✊🏻
Jadi, ada kabar sedih dari Kalimantan Selatan. Ternyata ada situs bersejarah keren banget di sana, yaitu ratusan lukisan dinding gua yg umurnya udah 2.000 tahun. Lukisan ini jadi saksi bisu kehidupan leluhur kita zaman dulu.
Sayangnya, sekarang keberadaan situs ini lagi terancam gara2 ekspansi kebun sawit di sekitarnya. Masalahnya, akar pohon sawit, perubahan suhu di dalam gua, sampai sisa pupuk kimia bikin lukisan kuno ini perlahan rusak dan memudar.
Untuk pecinta Astronomi, ada momen Astronomi langka nih 👇🏼
Sabtu malam ini dan Minggu malam (30–31 Mei) langit sedg menggelar pertunjukan langka yg baru akan terulang lagi tahun 2028.
Ini adalah "Blue Moon" atau bulan purnama kedua dlm 1 bulan kalender. Krn siklus bulan rata2 29,5 hari, 2 purnama dlm 1 bulan hanya terjadi kira2 setiap 2–3 tahun sekali.
Tapi kali ini ada bonus spesial: bulan ini juga micromoon", yaitu bulan purnama yg berada di titik terjauh dari Bumi (apogee). Jaraknya sekitar 406.000 km.. membuatnya tampak 7 % lebih kecil dan lebih redup drpd purnama biasa.
Malam itu bulan akan terbit persis di samping Antares, bintang merah raksasa di rasi Scorpius. Sementara itu di langit barat setelah matahari terbenam, Venus dan Jupiter bersanding terang, Merkurius ikut bergabung di ufuk.
Sebelum fajar, Mars dan Saturnus tampak di timur.
Bulan tdk akan berwarna biru. Namanya hanya dari “kalender” saja. Cara terbaik menikmati fenomena ini:
- 30–45 menit setelah matahari terbenam » lihat ke barat
- Atau bangun sebelum fajar » lihat timur
Cukup dgn mata telanjang sdh cukup spektakuler. Kalau punya teropong atau teleskop kecil, detail kraternya akan terlihat jelas. Ini salah 1 momen langit paling indah tahun 2026.
Kamu rencana mengamati dari mana?
Atau sdh pernah melihat Blue Moon sebelumnya?
Nggak. MBG sama Kopdes bukan yang bikin rupiah ambruk secara langsung. Tapi dua program ini turut bikin keuangan negara makin kepepet, dan itu berefek ke rupiah. Prosesnya gini: kalau pengeluaran negara jauh lebih gede dari pemasukannya, pemerintah harus ngutang lebih banyak lewat surat berharga. Investor asing yang pegang surat itu mulai ragu, karena makin gede defisitnya, makin mereka khawatir negara susah bayar utang. Makanya mereka jual, tukar ke dolar, cabut. Permintaan rupiah turun, dolar naik.
Mereka kan pantau terus berita kita, defisit APBN per April 2026 udah tembus Rp164,4 triliun, jauh lebih parah dibanding April tahun lalu yang cuma Rp4,3 triliun. Belum lagi dokumen APBN final 2026 tegas bahwa hampir sepertiga anggaran pendidikan, tepatnya Rp223,5 triliun dari total Rp769 triliun, digeser buat MBG.
Yang pasti bikin mereka tambah heran, tentang Kopdes. 80 ribu koperasi desa dikasih pinjaman dari bank BUMN buat modal usaha. Normalnya kan koperasi yang nyicil utang itu tiap bulan. Tapi di aturan terbaru, yang bayar cicilan pokok plus bunganya adalah negara, bukan koperasinya. Jadi koperasinya minjem, tapi yang nanggung utangnya APBN. Koperasinya rugi atau males pun, utangnya tetap kebayar. Beban itu nempel tiap bulan, dari 80 ribu koperasi sekaligus. Apa ga geleng-geleng kepala itu investor dan ekonom global.
Pemerintah udah gerak sih, hanya dinamikanya tetap belum meyakinkan (bahkan lucu). Purbaya udah bilang bakal motong anggaran MBG, ga sampe seminggu dibantah sama BGN. BI juga udah naikin suku bunga, rupiah tetap tembus 17.845. Tapi tetap gw apresiasi 2 upaya itu, khususnya MBG kalau bisa diturunkan lagi dananya, atau kalau tidak mau, fokus arahkan ke sekolah-sekolah di pelosok yang muridnya benar-benar membutuhkan.
Terus apa yang selanjutnya pemerintah harus lakukan?
Menurut keyakinan saya ada tiga hal.
Pertama soal defisit. Yang perlu dilakukan: tunda ekspansi Kopdes ke daerah yang belum siap, daripada maksa jalan tapi malah nambahin defisit baru. Yang lebih penting, buktiin ke pasar bahwa defisit nggak akan jebol 3% sampai akhir tahun. Investor nggak butuh janji, mereka butuh lihat konsistensinya.
Kedua soal cadangan devisa. Per April kata BI, cadangan devisa kita tinggal $146,2 miliar, turun dari $156,5 miliar di awal tahun. Artinya dalam 4 bulan BI udah habiskan $10 miliar buat jual dolar langsung di pasar supaya rupiah nggak makin nyungsep. Masih ada lumayan banyak sih, tapi kalau terus dikuras dengan laju segini, ruang geraknya makin sempit. Yang harusnya dilakukan bukan cuma jual dolar terus, tapi genjot dolar masuk: tarik investasi asing langsung. Dan ini butuh lebih dari sekadar Prabowo keliling dunia.
Kalau kita lihat, dalam 18 bulan Prabowo udah 49 kali keluar negeri, hampir setara 4 bulan penuh hari kerja, dan selalu pulang bawa "komitmen investasi" triliunan. Tapi investor terbesar Indonesia sampai sekarang tetap Singapura, Hong Kong, China, bukan negara-negara yang dikunjungi. Komitmen bukan realisasi. Yang bikin investor beneran masuk adalah kepastian hukum, kemudahan izin usaha, dan konsistensi kebijakan, bukan foto bareng pemimpin dunia.
Ketiga, dan ini yang paling kontroversial, tentang gimana caranya mendorong jumlah ekspor kita. Mulai 1 Juni 2026 eksportir CPO dan batu bara wajib simpen 100% devisa hasil ekspornya di bank BUMN selama 12 bulan. Ekspor komoditasnya juga mulai masuk masa transisi lewat BUMN baru bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia. Untuk saat ini eksportir masih boleh pakai mitra/sistem lama sih, tapi dokumentasinya sudah harus lewat DSI. Baru mulai 1 Januari 2027 nanti seluruh transaksi ekspor sepenuhnya diambil alih DSI, sebagai eksportir tunggal batu bara, sawit, dan ferro alloy.
Tujuannya mulia: supaya dolar dari ekspor nggak kabur ke luar dan kebocoran devisa lewat transfer pricing bisa ditekan. Tapi gw tetap khawatir melihat proses eksekusi dan kecepatannya. DSI dibentuk dalam 3 hari: akta notaris 18 Mei, SK Kemenkumham 19 Mei, diumumkan Presiden 20 Mei, tanpa satu pun rapat publik, tanpa DPR, tanpa asosiasi pengusaha. Lalu sekarang satu entitas ini pegang seluruh hak jual komoditas strategis Indonesia ke luar negeri, tanpa audit independen, tanpa mekanisme pengawasan yang jelas. Ironisnya, ini persis modus transfer pricing yang mau diberantas, tapi sekarang yang melakukannya adalah negara sendiri. Kalau badan ini tidak transparan, kita tidak nutup pintu korupsi, kita cuma mindahin lokasinya ke satu titik yang lebih susah diawasi.
Jadi balik ke pertanyaan awal tadi: emang kalau MBG dan Kopdes dihentikan rupiah bisa menguat? Jawaban singkatnya nggak, karena memang tidak sesimpel itu. Dan gw berharap pemerintah bisa notice tiga saran gw diatas. Karena selama defisit terus bengkak, cadangan devisa terus dikuras, dan kebijakan besar kayak DSI dibentuk dalam 3 hari tanpa kajian publik, pasar akan terus ragu. Yang akhirnya menghasilkan rupiah yang lemah, cerminan dari pemerintah yang juga kelihatan ragu-ragu...
inti dari film pesta babi:
"mungkin bagi papua, indonesia adalah israel-nya"
Hal ini tecermin dari realitas kolonialisme modern yang dipertontonkan dalam dokumenter ini, di mana negara secara sepihak merampas 2,5 juta hektare hutan adat untuk Proyek Strategis Nasional (PSN).
Proyek lumbung pangan dan energi ini beroperasi layaknya sebuah pendudukan paksa yang secara brutal menyingkirkan eksistensi, budaya, dan ruang hidup suku-suku asli Papua seperti Marin, Auyu, Muyu, dan Yinan.
Eksploitasi masif ini sepenuhnya dikendalikan oleh kekuatan oligarki yang berlindung di balik kebijakan dan kekuasaan negara.
Tokoh-tokoh konglomerat raksasa memonopoli konsesi lahan sawit dan tebu yang difasilitasi langsung oleh rezim dari era Jokowi hingga Prabowo.
Pada akhirnya, ambisi pemenuhan biodiesel (B50) dan bioetanol ini murni ditujukan untuk memperkaya segelintir elit di Jakarta, sementara penduduk asli Papua terasing di tanahnya sendiri.
Untuk memuluskan ambisi korporasi dan membungkam penolakan, proyek perampasan lahan ini dikawal secara represif oleh aparat militer.
Pembangunan markas-markas tentara (Koramil/Kodim) yang dipaksakan tepat di atas wilayah adat tidak hanya merampas hak kepemilikan warga.
Kehadiran serdadu yang berlebihan ini secara psikologis meneror warga sipil dan membangkitkan kembali memori kelam atas sejarah rentetan kekerasan operasi militer di masa lalu.
Narasi mulia "Food Estate" yang digaungkan pemerintah terbukti hanyalah manipulasi yang mengulang sejarah kegagalan ekologis dari era Orde Baru di Kalimantan hingga proyek SBY dan Jokowi.
Pemaksaan program cetak sawah justru menghancurkan sistem dan kedaulatan pangan lokal warga Papua. Masyarakat yang secara budaya hidup mandiri dari sagu dan umbi-umbian mendadak dimiskinkan karena hutan yang selama ini menjadi "supermarket" alami mereka telah digusur oleh ekskavator.
Dampak dari semua proyek ini bukanlah sekadar kerusakan lingkungan, melainkan sebuah bentuk pemusnahan peradaban dan genosida kultural.
Penghancuran dusun-dusun sagu yang disakralkan sama maknanya dengan membunuh identitas serta roh leluhur mereka.
Dokumenter ini secara tajam membandingkan nasib orang Papua dengan tragedi kepunahan penduduk asli di benua lain atau penderitaan sistematis yang sedang terjadi di Gaza Palestina hari ini.
Menghadapi ancaman kepunahan tersebut, masyarakat adat melakukan konsolidasi perlawanan cerdas melalui jalur kultural dan spiritualitas.
Suku Auyu melawan dengan menancapkan ribuan "Salib Merah" berpalang adat sebagai tanda larangan mutlak agar korporat tidak berani masuk.
Di sisi lain, Suku Muyu secara independen menggelar "Pesta Babi" (Awon Atatbon) dengan persiapan 10 tahun sebagai strategi menjaga kelestarian hutan sekaligus merapatkan barisan aliansi antarmarga dari ancaman penjajahan era baru ini.
Ayo tetap nonton film full-nya dibawah, sebagai bentuk dukungan dan gw yakin narasi filmnya jauh lebih dalam daripada paragraf ringkasan diatas.
KELUARGA SERAKAH PENGHANCUR HUTAN PAPUA
Banyak mata menyorot Haji Isam, tapi sedikit yang menyoroti salah satu pelaku utama kerusakan hutan Papua, dialah MARTIAS FANGIONO SEKELUARGA.
Beberapa Kasus pernah menimpa si serakah ini, tapi selalu lolos. Ah, kalian pasti sudah tahu alasannya... orang berduit memang punya cara.
1. Kasus Korupsi Izin Sawit & Kayu di Kaltim (2004–2007)
Total kerugian negara :Rp 1,2Triliun
2. Dugaan Penggelapan Pajak & Lahan Hutan Ilegal (2024–2025)
Total kerugian negara : Rp 1,4 triliun
3. Proyek di Papua (Sawit & Food Estate) dan Deforestasi Besar-besaran via Shadow Companies
Total kerugian negara: TAK TERHITUNG SANGKING BANYAKNYA
Dan masih banyak kasus lainnya, aku tak berani sebut, Awak akut di buru🥲
Kalau rakyat tidak berani bermimpi menjadi kaya dan hanya bermimpi hidup layak. Artinya apa? Bahkan di negara ini bermimpi aja orang tidak berani saking gak ada harapannya.
Barusan gw nonton podcast yang bilang rupiah akan nyentuh 22.000-25.000, pas bulan Juli-Agustus 2026
Itu kata Prof. Ferry Latulihin. Ekonom dan Mantan Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran.
Loh kok bisa? Alasan Prof Ferry:
- Efek krisis Hormuz, harga minyak sekarang di atas 100 dolar AS, bahkan otw 120 USD.
- Karena masih impor BBM dan subsidi ditahan, beban APBN makin berat.
- MBG sebagai the root of all evil. Bikin APBN boros karena memakan hampir 300 T
- Efek MBG => Defisit fiskal membengkak sekitar Rp240 triliun
Gara-gara ini kata Prof Ferry:
- Pasar takut sama APBN Indo. Bisa jebol ga ni anggarannya?
- Indonesia bisa turun rating menjadi non-investment grade
- Ujung-ujungnya, pasar makin tidak percaya.
Tapi ada lagi yang lebih seram..