WHOOSH: Rp116 triliun
Kopdes Merah Putih: Rp240 triliun ๐ญ
Pantes orang pada nanya, kok bisa lebih dari 2x biaya Kereta Cepat Whoosh?
Duit Rp240 triliun kalau dialihin buat transportasi publik, kebayang berapa banyak MRT, LRT, KRL atau jaringan kereta yang bisa dikembangin sampai luar Jawa.
Kalau gue pribadi sih buat belanja sehari-hari masih pilih pasar, warung Madura, Alfamart, Indomaret, dan warung sekitar.
Rp240 TRILIUN itu bukan angka kecil. Jadi wajar kalau rakyat nanya: manfaat sebesar apa yang bakal kita dapet dari Kopdes ini?
UJI COBA SUDAH SUKSES DI 2 SPECIMEN:๐๐คฃ
1) Anak sekolah dan ibu hamil (MANUSIA)
2) Ikan di kolam ini (HEWAN)
UJI COBA LEBIH LANJUT KE YANG PUNYA PROGRAM๐๐
paling lucu dari prabowo ini kerjanya jelek2in akademisi but craving the validation from so-called nobel tuh lucu menurut gw. berarti pendidikan itu penting kan wok kan lu juga butuh otak buktinya paper lu aja kayak sampah ๐ you attract what you fear i guess
bro, tau ga alasan kenapa mereka2 ini kalau post selalu dihujat?
karena mereka makan di depan orang2 lapar dengan nasi yg dikumpulkan dari mereka yg kelaparan ๐
ngerusak pasar tenaga kerja. if government bisa ngasih gaji 2 digit buat fresh graduate atau gaji diatas umr untuk pekerja mbg
rakyat berhak dapat umr yang layak juga, dengan kondisi umr jawa 2jt-an aja disuruh menghadapi dunia yg smua pake duit ini pak????
Haii, kenalin kami Geng Umbi-umbian Nusantara.
Berhubung kawan masih suka buta arah kalau disuruh bedain kami di kebun atau di pasar, mari kita absen satu-satu biar kalian melek soal kamu hehhe..
1. Si Kembar Beda Bentuk: Kimpul & Bote (Talas)
Kenalin, aku Kimpul (Xanthosoma sagittifolium) yang lagi trending itu.
Tolong catat baik-baik, ciri mutlakku ada di bentuk daunku yang melekuk seperti panah tajam. Jangan panggil aku Talas. Talas itu nama lain dari saudaraku si Bote (Colocasia esculenta). Kalau si Bote, lekukan daunnya lebih tumpul dan berbentuk seperti hati yang utuh. Walau umbi kami sama-sama enak direbus, daun kami jelas beda.
2. Para Raksasa Nyentrik: Sente & Suwek
Kalau kalian lihat yang daunnya guede banget menantang langit, itu aku si Sente (Alocasia macrorrhizos). Daunku bentuknya segitiga raksasa, dan umbiku juga super besar di bawah tanah. Tapi kalau kalian lihat ada yang batangnya loreng-loreng kayak ular sanca, itu saudaraku si Suwek (Amorphophallus paeoniifolius). Si Suwek ini daunnya majemuk (terpecah-pecah) dan tumbuh memayung.
3. Geng Akrobat Pemanjat: Uwi, Mbolo, & Mbili
Nah, kami bertiga ini beda aliran. Kalau umbi lain batangnya tegak (pseudostem), batang kami tumbuh melilit dan memanjat.Kami dari marga Dioscorea.
- Aku Uwi (Dioscorea alata), punya daun bentuk jantung yang besar.
- Aku Mbolo (varian Uwi), primadona yang umbinya berwarna ungu eksotis di dalam tanah.
- Aku Mbili (Dioscorea bulbifera), si paling mindblowing. Kenapa? Karena selain nyimpen umbi di dalam tanah, aku juga memproduksi Bulbil Udara alias umbi yang menggantung di batang atasku. Keren kan, karbohidrat bisa berbuah di udara๐๐
So.. Selamat pagi dari kami geng karbohidrat lokal kearifan Nusantara.
Mulai sekarang, jangan sampai salah sebut nama kami lagi ya kalau mblusuk ke kebun atau belanja di pasar.
Kawan-kawan di sini paling suka olahan dari umbi yang mana nih? Digoreng, direbus, atau dibikin kolak? Coba absen.