Derrick berlutut di lantai dan memiringkan pantat Presley ke arahnya. Dia meraih paha bagian dalam gadis itu, lalu mendorongnya dan melebarkannya. Tatapannya mengunci tatapan sayu Presley saat dia membelah celah vagina putrinya dengan lidah.
Baca di sini: https://t.co/lRbJZnNVd9
Derrick berlutut di lantai dan memiringkan pantat Presley ke arahnya. Dia meraih paha bagian dalam gadis itu, lalu mendorongnya dan melebarkannya. Tatapannya mengunci tatapan sayu Presley saat dia membelah celah vagina putrinya dengan lidah.
Baca di sini: https://t.co/lRbJZnNVd9
Ibiza kedinginan dan mengetuk kamar Chad. Awalnya mereka hanya saling berpelukan dan berbagi kehangatan di tengah badai, namun tanpa sengaja puting susu Ibiza malah mendarat di bibir pria itu saat mereka bermain gelitikan.
Baca lengkap di sini: https://t.co/enqltK1JmA
"Oh sialkkk!" Anne menjerit saat digigit sementara vaginanya juga terus dipukuli. Dalam sekejap, vaginanya digasak, mengejang dan melepaskan aliran jus panas ke sekujur penis pria itu.
Baca lengkap di sini: https://t.co/sqyBdFB6gb
Para gadis belingsatan bahkan tak sanggup membuka mata karena kenikmatan yang mencandukan. Para ayah memukul keras kewanitaan mereka dan para gadis menerimanya dengan putus aja juga sukacita.
Baca di sini: https://t.co/RGCSzTdoq3
"Ohh fuck!! Sebaiknya kau cepat, Nyonya. Vagina putrimu sekarang memeras-remas penisku. Kemaluan kecilnya menginginkan banyak sperma kental dan panas untuk dimasukkan JAUH ke dalam dirinya..."
baca full di sini: https://t.co/owQVl6VkqD
"Yabai! Yabai, Hideo-san!" Aiko menjerit keras seraya melengkungkan punggung.
Dia merosot ke bahuku seakan seluruh tubuhnya mencair. Saat dia kembali sadar dari ekstasi, dia menyadari bahwa tubuhku masih sangat keras di lubang vaginanya.
Full di sini: https://t.co/VnqBWQ4iFR
Liza menurunkan vaginanya ke mulutku yang menunggu. Saat ujung lidahku pertama kali menyentuh dirinya, dia menggigil hebat.
"Oh ya, Paman! Itu nikmat!"
Aku menggeram dan terus menjilat. Dari klitorisnya hingga ke labianya yang membengkak.
Baca di sini: https://t.co/6jmSXJ80qM
Abella menjerit merasakan penis di anusnya beradu dengan penis di vaginanya. Kedua anak mendiang suaminya, Malko dan Renzo, mencoba membelahnya menjadi dua. "Oh ya... anak-anak yang pintar!"
Baca lengkap di sini: https://t.co/QckXsVwaon
Abella menjerit merasakan penis di anusnya beradu dengan penis di vaginanya. Kedua anak mendiang suaminya, Malko dan Renzo, mencoba membelahnya menjadi dua. "Oh ya... anak-anak yang pintar!"
Baca lengkap di sini: https://t.co/QckXsVwaon
Liza mengerang keras, dan aku tahu dia hampir mencapai klimaks. Aku menggigit putingnya lebih keras seraya mencubit putingnya tanpa ampun, membantunya mencapai puncak itu.
Dan itu berhasil. "Ahhh.... itu nikmat sekali, Paman!!"
Baca di sini: https://t.co/6jmSXJ80qM
Liza mengangkat tubuhnya lalu meluncurkannya keras di penisku.
"PAMANNHHH... AAHHHH..." Dia menjerit gemetar, sudah pasti sakit, namun dia terus melakukannya. Mengangkat dirinya ke atas lalu membantingkannya lagi padaku.
Baca di sini: https://t.co/6jmSXJ80qM
Tiba-tiba gerakan Liza menjadi terlalu liar, membanting-bantingkan vaginanya yang sakit ke penisku.
"Ohhh yaaa, Pamannn... Ohhh yaaa... Sakitttt... tapi nikmattt..."
Cairan bening vaginanya bercucuran membasahiku.
Baca di sini: https://t.co/6jmSXJ80qM
Liza menurunkan vaginanya ke mulutku yang menunggu. Saat ujung lidahku pertama kali menyentuh dirinya, dia menggigil hebat.
"Oh ya, Paman! Itu nikmat!"
Aku menggeram dan terus menjilat. Dari klitorisnya hingga ke labianya yang membengkak.
Baca di sini: https://t.co/6jmSXJ80qM
Tiba-tiba gerakan Liza menjadi terlalu liar, membanting-bantingkan vaginanya yang sakit ke penisku.
"Ohhh yaaa, Pamannn... Ohhh yaaa... Sakitttt... tapi nikmattt..."
Cairan bening vaginanya bercucuran membasahiku.
Baca di sini: https://t.co/6jmSXJ80qM
Liza mengangkat tubuhnya lalu meluncurkannya keras di penisku.
"PAMANNHHH... AAHHHH..." Dia menjerit gemetar, sudah pasti sakit, namun dia terus melakukannya. Mengangkat dirinya ke atas lalu membantingkannya lagi padaku.
Baca di sini: https://t.co/6jmSXJ80qM
Liza mengerang keras, dan aku tahu dia hampir mencapai klimaks. Aku menggigit putingnya lebih keras seraya mencubit putingnya tanpa ampun, membantunya mencapai puncak itu.
Dan itu berhasil. "Ahhh.... itu nikmat sekali, Paman!!"
Baca di sini: https://t.co/6jmSXJ80qM
"OHHH! Sial! Aku sudah menancapkan penisku dalam-dalam di tubuh jalang kecilmu, Nyonya. Dia sangat ketat. Vaginanya menyambut penisku yang keras!"
Dengan itu, penculik bertubuh tinggi besar itu mulai membangun ritme desakan yang brutal.
baca di sini: https://t.co/ewplbMGsYV
Dia tak percaya bahwa satu jam yang lalu dia sedang bersiap-siap untuk pesta pernikahannya sendiri, namun sekarang dia justru sedang menganal pantat wanita lain, dalam posisi merangkak.
"Kau suka penis ini menganal pantatmu, Jalang, Huh?"
Baca di sini: https://t.co/XdEmSImoKt
Setiap kali membiarkan kepala penisnya mendorong lebih jauh ke dalam vaginanya, dia merasakan kepala itu menyentuh ujung salurannya, mencapai batasnya.
"AHHH...." Meskipun masih kesakitan, Ava semakin basah di sekeliling penis hitamnya.
baca di sini: https://t.co/5hYyLb2ENN
"Tolong keluarkan bola-bola vibrator itu dari vaginaku, Daddy..." Jenna mengerang putus asa.
"Oke, oke, bagaimana aku harus melakukannya?" tanyaku.
"Masuk saja ke sana dengan jarimu, Daddy, cepat aku tidak tahan lagi... ahh..."
Baca di sini: https://t.co/Xg5XWQsPTF