Laras sangat disiplin mengerjakan PR, ikut live training, coaching call, dan sharing di grup Telegram.
No wonder @LarasWidyaputri becomes one of our best testimonials. Rp 2 milyar dalam 2 minggu 🥹🎉✨
Simak cerita manifestasi Laras & @Lokasoka_>> https://t.co/bnVp5fSx5C
Nyesek lihatnya, nggak ada jembatan, siswa siswa tetep berenang arungi sungai
Ini yang di maksud Fatimah BEM UI, sebelum mengadakan MBG, perhatikan hal hal dasar pendidikan kayak gini
sumpah kalian harus baca ini. punya @projectm_org gimana rezim prabowo dan seskab teddy membungkam media saat meliput bencana di Sumatra. semua dibungkam
For those who want a bit more context: a massive student and worker protest is unfolding in Indonesia’s capital in response to the Prabowo government’s decision to raise fuel prices, alongside other policies that many Indonesians are calling corrupt because they deepen the burden on working-class Indonesians already struggling with rising living costs and a weakening rupiah.
What’s fueling the anger even further is the broader feeling that economic pressure is being pushed downward onto ordinary people while major policy decisions continue to favour politicians and the ultra wealthy.
Just last year, Indonesians protested over the same kind of government corruption, which led to a crackdown on its own civilians using military force in cities like Jakarta and Bandung, resulting in multiple deaths and injuries, including those of students.
This situation, however, embarrassed the Probowo government, as people from all over the world began paying attention and massed mobilised to send food, medical/legal aid and financial donations via apps like Grab and Ojek (the region’s equivalent of Uber) the movement received particularly strong support from people across Asia, especially Southeast and East Asia, while also drawing contributions from around the world. This is why Indonesians are asking the world pay attention to their country again.
Gue nemu harga bensin di Amerika langsung dari foto pompa bensin beneran.
Terus gue bandingin sama Pertamax Indonesia yang baru naik.
Hasilnya agak mencengangkan:
Pertamax RON 92 Indonesia sekarang: Rp16.250/L
Bensin setara di Amerika?
Louisiana: Rp17.862/L
Texas: Rp17.391/L
California: Rp28.158/L
New York: Rp21.299/L
Tapi tunggu dulu.
Kalau masukin faktor gaji minimum, ceritanya jadi makin brutal.
Tidak banyak yg tahu fakta ini... Berapa lama Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara, menjabat sebagai Menteri Pendidikan (saat itu Menteri Pengadjaran)?
Tweet ku semoga lewat ke orang-orang yang nonton konser F4. Aku mau ngabarin kalo di konser F4 kemarin ada orang yang H-3 sebelum konser kena campak, tapi tetep maksa pergi nonton konser. Siapapun yang nonton konser segera melakukan pemeriksaan atau karantina mandiri ya, apalagi—
Dari sini saya penasaran dengan background Pak Dino, karena sedari muda sudah berprestasi dan melalang buana. Ternyata saya temukan sbb:
>Ayahnya adalah Hasjim Djalal, salah satu diplomat Indonesia paling berpengaruh dalam bidang hukum laut internasional. Ia pernah menjadi Duta Besar Indonesia untuk Kanada, Jerman, dan PBB.
>Keluarga mereka berasal dari Ampek Angkek, Agam, Sumatera Barat, sehingga secara etnis Dino berasal dari keluarga Minangkabau. (fun factnya kata Istri saya masih satu kampung halaman ama istri, kecamatan, Agam)
>Pak Dino lahir di Belgrade, Yugoslavia (sekarang Serbia) pada tahun 1965 karena ayahnya sedang bertugas sebagai diplomat.
>Masa kecilnya berpindah-pindah negara: Yugoslavia
Guinea, Singapura, Amerika Serikat, Kanada.
Ya, memang Pak Dino termasuk dari kalangan keluarga berpriviledge. Tapi beliau berhasil memanfaatkannya sebaik-baiknya sehingga bisa menjadi orang berpendidikan dan meniti karir yang tidak "karbitan", kalau pakai istilah Pak Anies.
Saya dapat info bhw ada 17 calon Dubes asing yg sudah tiba di Jakarta tapi sampai sekarang masih MENUNGGU waktu utk memberikan surat kepercayaan kpd Presiden. Dari mereka ada yg sudah menunggu 8 bulan. Ada juga Dubes dari negara ASEAN yg menunggu 6 bulan. Karenanya, mereka belum bisa bekerja secara resmi.
Ini memberikan kesan buruk bagi negara2 sahabat yg mengirim Duta Besarnya ke 🇮🇩, apalagi Dubes 🇮🇩 di luar negeri selalu dgn cepat menyerahkan surat kepercayaan kpd host country. Tanpa menyalahkan siapapun, Mohon masalah ini dapat segera dituntaskan Istana krn menyangkut reputasi diplomatik kita.
Ada yang lagi rame:
DUGAAN Beberapa orang Indonesia melakukan pemalsuan riset terorganisir dan TERUNGKAP di Konferensi ilmiah di Denmark??
Masih menunggu kesimpulannya.
Karena ini berpotensi mencoreng nama baik ilmuwan Indonesia di mata internasional.
Apa yang dialami Cinta Laura ini pasti pernah kita alami. Gemes-gemesnya pun sama. Dan ya makasih Cinta udah speak up (bahkan hidden mention maskapai yg dimaksud).
Dear, media.
Kurban itu perorangan. Jika Presiden menggunakan APBN untuk bagi-bagi sapi, maka itu bukan kurban. Itu program politik. Jadi jangan ditulis "kurban Prabowo" karena dananya dari pajak rakyat. Trims...