@FOODFESS2 Yang dom jabodetabek kalau mau coba bolu yang mirip-mirip meranti ini bisa order ke aku lho 🤗 bantu usaha ibu aku sekalian hihi bisa DM aku yaa
orang orang agama mayoritas ini really think we hate their religion unprovoked 😭😭😭 mereka kira akar masalahnya ada di twitter 😭😭😭 bukan years of harassment and abuse in REAL LIFE 😭😭😭 gak kuat gw pada bodoh bgt 😭😭😭 kasian
i saw someone say every indonesian should experience being a minority in another country at least once, and heavy on this tbh especially for the religious conservatives
Setuju berat.
Memang agama "itu" terlihat sangat besar di sini karena merupakan agama mayoritas. Namun, coba sesekali keluar dan lihat dunia yang lebih luas.
Kemarin saya ke Vietnam, kan. Bahkan di kota sebesar Ho Chi Minh City, hanya segelintir orang yang mengetahui agama tersebut. Tempat ibadahnya pun jumlahnya sangat sedikit. Bagi sebagian besar masyarakat di sana, agama "itu" bukanlah pusat dari kehidupan sosial mereka seperti yang mungkin kita lihat di Indonesia.
The world does not revolve around your religion.
Berhentilah merasa bahwa standar moral, nilai, dan keyakinanmu adalah standar yang harus diikuti oleh seluruh orang di dunia. Tidak semua orang lahir, tumbuh, dan hidup dengan kepercayaan yang sama denganmu. Tidak semua orang memiliki kewajiban untuk memahami ataupun mengikuti ajaran agamamu.
Stop using religion as a shield to justify judging other people.
Berhentilah menghakimi orang lain, terlebih menggunakan dalih agama hanya karena agamamu adalah agama mayoritas di tempatmu tinggal. Menjadi mayoritas bukan berarti memiliki otoritas untuk menentukan bagaimana orang lain harus berpikir, hidup, dan berkarya.
Being the majority does not make you universally right. It only makes you the majority.
Belajarlah untuk menerima bahwa dunia ini jauh lebih besar daripada lingkunganmu sendiri. Respect people's boundaries, beliefs, and choices. Dunia tidak hanya sebatas tempat di mana agamamu menjadi yang paling dominan.
eh kalo logisnya gini….. berarti justified dong perempuan mukulin laki2 straight yang suka melecehkan perempuan….? berarti gpp ya kalo kita teriak kill all men? janji yah nggak akan marah2 dan bilang “kami sebagai laki gapunya ruang aman” lagi???🥺🥺🥺🥺🥺
Kalau kayak gini mah kelihatan banget kalau:
1. Aldi Taher akan selalu mencari spotlight, tak peduli seberapa hinanya pun, agar dia selalu bisa jualan. Terakhir ya bagaimana dia menghina dina Baskara karena menolak pendiskriminasian berdasarkan orientasi seksual.
2. Aldi Taher tak benar-benar peduli dengan produk yang dia jual. Selama masih ada yang beli dengan asas yang awalnya "kasihan," lalu ke "penasaran," dia akan terus jualan. Dia akan terus berganti produk entah sampai kapan.
Apakah salah? Kalau cuma dari kacamata penjual, ya tidak. Dia hanya mencari cuan sebesar-besarnya, at whatever cost.
Tapi coba lihat dari sisi konsumen. Kemarin baru ketemu ayam goreng yang masih mentah. Ketika burgernya masih ngehype, kesegaran bahan bakunya jadi pertanyaan. Apakah produk seperti ini layak jual dan konsumsi? Tidak.
Kita semua butuh uang, tapi apakah cara mendapatkan uang kita sudah etis?
They turned all the CCTV off at central Jakarta following students protest today. Please protect yourself, each other, & your personal phone as well, guys.
Ibu2 yg sen kanan belok kiri emang rada nyebelin, tapi ga sebanyak dibanding laki2 yg problematik di jalan.
Lu liat dah pelaku yg suka asal nyalip, ngerokok, lewatin trotoar, lawan arus, asal ngebut ga jelas, nerabas lampu merah, klo lu perhatiin itu kebanyakan laki2 pelakunya
Mau nambahin sharing tips juga buat cewe² yg membutuhkan instan filter:
1. Vokal pro aborsi
2. Bohong bilang ga bisa masak
3. Terang²an childfree & nunjukin behaviour ga becus ngurus anak kecil
Budaya asli kita itu jauh dari budaya yang di bawa agama abrahamic btw. Banyak suku di indo yang ga kaku sama pakaian wanita bahkan memperbolehkan hubungan antara sesama jenis.
I think y'all forgot that Indonesia used to be Hindu and Buddhist majority 🧍🏻♀️
Pancasila isn't inclusive. FYI back then Buddhists were struggling to clarify the concept of "Keesaan Tuhan" just to fit in. Pada gatau kan? Engga lah, kan kalian gak peduli sama minoritas. If we—minorities die of oppression, you guys don't give a fuck anyway.