It's just a job guys, kalau misal ada kesalahan, benerin. Kalau ada ke hectic an jalanin, kalau burnout, cari hal yg bsa meregulasi itu, kerjalah dengn sempurna tapi kalau udah diluar kantor, jadi lah org lain jd lah dirimu yg biasanya, jgn buat kerja bikin kalian khilangan spark
normalisasikan membaca:
“Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minadz dzoolimiin.”
saat hati terasa sesak, pikiran sedang overthinking, atau hidup terasa terlalu berat🤍
sebuah afirmasi :
aku layak mendapatkan hal-hal baik dalam hidup. aku cukup, aku berharga, dan aku pantas dicintai dengan tulus. aku percaya bahwa hidupku sedang berjalan menuju arah yang lebih baik. rezekiku lancar dan penuh keberkahan. aku semakin dekat dengan kehidupan yang selama ini aku impikan.
Self to Self;
𝗣𝘂𝗹𝗶𝗵𝗹𝗮𝗵 𝗯𝗲𝗿𝘀𝗮𝗺𝗮 𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵, 𝘀𝗶𝗯𝘂𝗸𝗸𝗮𝗻 dirimu dgn 𝗸𝗲𝘁𝗮𝗮𝘁𝗮𝗻 Perlahan, 𝗺𝗮𝗮𝗳𝗸𝗮𝗻 semua yang 𝗺𝗲𝗻𝘆𝗮𝗸𝗶𝘁𝗶.
Untuk setiap yang 𝗵𝗶𝗹𝗮𝗻𝗴 dan 𝗽𝗲𝗿𝗴𝗶, semoga 𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵 𝗴𝗮𝗻𝘁𝗶 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗯𝗮𝗶𝗸.
Lailahaillaanta subhanaka inni kuntu minadzolimin
Ya Allah jadikanlah susahku, sakitku, sedihku, dan sabarku berubah menjadi bahagia untukku dihari esok dan selamanya
Percaya ga??? Kadang rejeki itu datang bukan karena kamu kerja 24/7 tetapi karena vibesmu yang positif. Kamu bisa ikhlas nerima hidupmu apa adanya, bersyukur, no drama, no dendam dan doa-doa baik yang kamu panjatkan. Makanya sama semesta dikasih rejeki yang lebih besar...
lagi burnout, tapi nemu kalimat ini : 🥺🤍
pertolongan Allah sering kali datang dipersimpangan terakhir, dititik yang paling kritis, jadi bertahanlah.
(Qs. At-Talaq : 3)
Perasaan paling gaenak itu pas lo bener-bener gamau nyerah sama orang ini, tapi di sisi lain lo udah tau, lo memang harus nyerah.
Di satu sisi, masih ada rasa. Masih ada harapan kecil yang bilang "mungkin masih bisa". Masih ada bagian di dalam lo yang pengen nahan, pengen coba lagi, pengen percaya bahwa semuanya bisa balik seperti dulu. Lo belum siap bilang cukup. Lo masih nempel.