Yg dikeluhkan pasien terkait lama mobilisasi dari IGD ke ruangan itu valid. Terkait sistem (dan ini rentetan faktornya sangat banyak, bisa kaya benang wool yg panjang).
Sangat disayangkan kenapa banyak yg merasa tersinggung sampe menyampaikan kata-kata yg kasar.
Curhat di media sosial itu belum tentu intimidasi. Selama nggak ada fitnah, ancaman, atau doxing, pasien juga punya hak buat cerita soal pengalaman mereka. Banyak masalah pelayanan justru baru dibenahi setelah ramai dibahas.
Kalau yang dimaksud skill teknis (ex: tindakan, baca EKG, atau interpretasi penunjang diagnostik) ya memang empati nggak bikin seseorang langsung lebih jago. Yang bikin berkembang ya belajar, latihan, dan banyak pengalaman.
Dulu aku gak ngerti:
"Kenapa sih harus marah-marah di kitchen?"
Sampai akhirnya paham sejak jadi socmed specialist resto-kafe.
Bahkan head chef tempatku pernah curhat, "Tadi dapur chaos banget, Mas Razan. Rasanya pengen kulempar panci ke si A yg ngeyel banget."
Dunia FnB memang sekeras itu.
Terutama di bagian operasional seperti kitchen, bar, server sampai kasir.
Setiap service dituntut sempurna atau dapat bintang 1 Google Review.
Seperti di kitchen.
Semua flow harus lancar.
Contoh: Ada yang masak kegosongan bikin perlu masak ulang, artinya customer perlu nunggu lebih lama buat makanannya.
Head chef pasti berang.
Sedangkan semuanya harus berjalan sesuai tempo.
Sama seperti kalau ada yang izin.
Kitchen perlu mencari pengganti. Dan ini enggak semudah itu. Imbasnya ada yang dipaksa lembur. Apalagi kalau izinnya tiba-tiba, mencari part time pun gak sempat.
Ucapan Chef Juna persis seperti ucapan managerku.
Jujur ... aku marah.
Tapi, di sisi lain aku bisa memahami.
Ya, aku tidak setuju.
tapi aku bisa mengerti.
Anakku pernah berantem sama temennya,
gara2 temennya ngejek aku,
katanya ga bisa masak bod*h,
masa masak sosis masih ada plastiknya.
Terus dijawab sama anakku,
emang kamu beli sosis apa?
Kok plastiknya ga bisa dimakan,
yang murah yaaa kasian.
Trus temennya malah marah ngadu ke guru
kalau anakku ngejek dia miskin.
cc:threadhadayana
Dulu keduanya aktif di Twitter. Pernah sama-sama ngasih info ke follower kalo sesaat lagi ada ulasan ttg mereka di infotainment.
Trus pas udah kelar (ulasannya), yg cowok ngetweet, "Aku aneh banget, ya?". Yg cewek bales, "Kamu tetep ganteng kok, Sayang."
[± spt itu]
Waktu mantan penyanyi cilik itu dulu putus dengan pacarnya, seorang penulis panutan anak muda pada masanya, dia ngetwit kurang lebih begini: si brengsek itu cuma memanfaatkan aku.
Hayo masih pada inget gak siapa? 😛
Mereka yg pandai-pandai ini justru memberi atmosfer belajar yg baik. Saling mengajari.
Yg sulit berkembang malah siswa yg memang slow learner, tapi gengsi mengakui dirinya slow learner, dan coping mechanism-nya malah mengatai teman-temannya dng 'sok pintar'.
Hmmm...
Di kalangan siswa yg (dianggap) biasa-biasa aja, kadang beredar isu bahwa siswa di kelas unggulan itu sombong dan membiarkan yg bodoh tambah bodoh. Ndilalah aku masuk kelas 'unggulan' sejak kelas 3 SMP. Ternyata isu itu salah.
Risma, guru SDN 117 di Jambi minta maaf krna videonya menyeberangi jembatan rusak demi ke sekolah viral
Bupati Merangin mengatakan emang sewajarnya minta maaf karna kegaduhan dari video yg dibuatnya
Yg aku heran dari semua gebrakan menkes ini adalah bahwa dikti (atau kementerian terkait pendidikan lanjut) ga angkat suara soal pendidikan dokter spesialis. I mean... mereka ngapain?
@BaseAnakFK Dan plis ga dikit2 pasien ke bidan dikasih AB. Jangan pula kasih antiHT/OAD. Maaf kalo salah, tapi selama kurikulumnya ga mengajarkan tentang indikasi, kontraindikasi, efek samping, dan apa yg perlu dievaluasi dari pemberian obat, mending jangan pake mental koboi.
Oh. Emang orang Indonesia sengaja dibikin goblok kali, ya. Heran... bukannya fokus memenuhi kebutuhan esensial kaya perbaikan akses, infrastruktur, kurikulum, kesejahteraan dan pemerataan guru, dsb; malah mengalihkan kerjaan ngajar ke orang yg ga kompeten. Bangga pula.
Presiden Prabowo Subianto menyoroti keinginan banyak orang untuk menjadi ASN, namun setelah lolos atau diterima tidak bekerja dengan maksimal. Walau begitu, pernyataan ini berada di tengah kondisi belum selesainya pengangkatan CASN dan PPPK. 👀