@pul_chrits - membopongmu ke meja makan, aku akan melakukannya." Menarik, bukan? Tawaran yang tentunya tidak sering kamu dengar dari mulutnya. Kali ini, kecup singkat mendarat pada punggung tanganmu yang dipersatukan.
@pul_chrits Jejarimu mengisi ruang kosong. Mempertemukan tapak dua insan yang sedang dirundung asmara. Dia tersenyum mendengar keluhmu. "Kau menyukainya, bukan?" Yang lain dengan senang hati mengusap bagian tubuh yang kamu maksud.
"Tidak. Tidak ada sarapan di sini, oke? Jika perlu -
- Rentetan tanya sekadar basa-basi. Melepas pilu yang sempat membiru.
"C-Chiyo ...." Tapak menarik milikmu yang senggang. "Aku ... tidak ingin kau pergi meninggalkanku lagi ... setelah ini." Sial, sulit sekali mengungkapkan kalimat singkat ini.
( @pul_chrits )
- "Aku senang kau berada di sini, Pendek." Tenang, tenangkan diri. Jangan sampai perasaan yang tak karuan ini semakin mengacaukan suasana lebih dari ini. Sadar bahwasanya hadirmu mengundang beribu asa yang mungkin kelak akan dikuburnya lagi. "Kau sendiri? Tinggal dengan siapa?" -
- yang lain. Dan, pikirnya kamu tidak ingin bertemu lagi dengannya. Sentuhan bibirmu benar-benar membuat pikirannya kacau. Senang, namun ragu. Bagaimana jika kecupmu tadi hanya sebuah pelipur lara akibat dia yang terlalu larut dalam kesedihan? Dan kamu akan pergi lagi -