Tanpa izin, ia menusuk liang itu dengan tempo cepat dan tidak sabaran. Tidak peduli jika Leon akan kesakitan sampai tidak nyaman. Ia terlalu gemas dengan lubang sempit ini. | @prudnent.
Dengan satu jarinya saja, ia bisa tau bahwa lubang kesukaannya ini belum terjamah siapapun. Henriad tersenyum subtil, ia senang karena Leon belum menyentuh dirinya sendiri tanpa sepengetahuannya.
“Sempit sekali, sayang. Kita harus sering melakukannya supaya lubangmu terbiasa.”
Begitu pikirnya ketika melihat bagaimana raut wajah Leon saat ini. Apakah ada ekspresi lain yang lebih menggemaskan dari ini? Ia ingin tau. | @prudnent.
Sembari itu, kepalanya bergerak maju dan mundur. Penis itu dihisap kuat hingga dua pipinya tercipta lekung. Kuasanya juga bermain dengan bola kembar yang tak terjamah. Meremasnya dan memberikan afeksi. Tatapannya tak lepas dari Leon.
‘Menggemaskan sekali.’
Penis itu ia hisap dan ujung lidahnya turut menggoda, berkeliaran di antara ujung perpanjangan. Kepalanya bergerak maju dan mundur dengan ritme yang tepat; tak terburu, juga tak lamban. | @prudnent
Henriad mengecupi sekujur tubuh Leon, dan perhentian terakhirnya ialah batang tegak di hadapan.
Tanpa bicara, batang tersebut masuk ke dalam mulutnya yang hangat serta basah. Tak lepas pandang pula dari Leon, tangannya turut serta setia bermain dengan puting merah menggoda itu.
menyelinap di balik celana Leon, meremas kejantanan yang tercinta sebagai isyarat bahwasannya tubuh Leon lebih jujur dibanding mulutnya.
“Tidak menginginkan lebih dari ini, sayang?” Henriad tahu bahwasannya kata 'sudah' sebelumnya bukan merujuk pada apa yang dilemparkan Henriad,
2DAU! 𓂃 you see a door on your way back, when you're out and about, or even when you're running away from something... would you open the door?
「 soon : a small project 」