Peristiwa di wilayah Stasiun Bekasi Timur masih menyisakan duka yang mendalam bagi banyak pihak. KAI Commuter kembali menyampaikan belasungkawa kepada korban meninggal dunia serta keluarga yang ditinggalkan, dan kepada seluruh korban luka yang saat ini tengah menjalani penanganan medis.
Tercatat 15 orang meninggal dunia dan sejumlah korban luka-luka, yang saat ini dirawat di rumah sakit rujukan. KAI Commuter melakukan posko untuk penanganan dan tindak lanjut terkait kejadian ini yang tersedia di Stasiun Bekasi Timur selama 14 Hari kedepan, atau bisa menghubungi Call Center 121 atau WhatsApp 0811-2223-3121
Rekayasa pola operasi perjalanan Commuter Line Cikarang masih diberlakukan hingga Stasiun Bekasi. Saat petugas terkait juga masih melakukan proses evakusi sarana Commuter Line dan normalisasi jalur rel agar perjaanan kereta kembali normal dan optimal. Terima kasih atas bantuan dari semua pihak dalam penanganan kejadian ini.
#KAICommuter
#KAIsemakinmelayani
#commuterline
#MelayaniSepenuhHati
Setelah mendengar kesaksian asisten masinis KA Argo Bromo Anggrek soal kecelakaan yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4/2026), persinyalan menjadi hal yang paling krusial untuk diinvestigasi.
Asisten masinis KA Argo Bromo Anggrek menuturkan ada kemungkinan error pada lampu sinyal.
Saat KA Argo Bromo Anggrek melintas Stasiun Bekasi, lampu sinyal menyala hijau. Namun lampu sinyal berikutnya menyala merah.
Dalam sistem persinyalan blok terbuka, seharusnya lampu sinyal Stasiun Bekasi menyala kuning, jika lampu sinyal berikutnya menyala merah.
Lampu sinyal kuning memberi indikator kepada masinis untuk menurunkan kecepatan kereta karena sinyal berikutnya menyala merah (indikator tidak aman).
Lalu kenapa saat kejadian lampu sinyal di Stasiun Bekasi menyala hijau?
Ini yang menjadi pertanyaan & membuat KA Argo Bromo Anggrek melaju dengan kecepatan tinggi (100 km/jam) saat melintasi Stasiun Bekasi ke arah Cikarang.
Asisten masinis juga mengatakan sempat menghubungi PK (Pusat Kendali) namun tidak keburu untuk menerima informasi.
Namun untuk mengungkap lebih jelas penyebab tabrakan KA Argo Bromo Anggrek & KRL di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, mari kita tunggu hasil investigasi dari KNKT.
Sebanyak 15 jenazah korban kecelakaan KA Agro Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur telah teridentifikasi di sejumlah rumah sakit (RS) Bekasi dan Jakarta.
>> https://t.co/1Hzc53Yv5T
𝗞𝗔𝗜 𝗣𝗿𝗶𝗼𝗿𝗶𝘁𝗮𝘀𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗻𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗞𝗼𝗿𝗯𝗮𝗻, 𝟭𝟵 𝗣𝗲𝗿𝗷𝗮𝗹𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗞𝗔 𝗗𝗶𝗯𝗮𝘁𝗮𝗹𝗸𝗮𝗻
KAI menyampaikan belasungkawa atas peristiwa di wilayah Stasiun Bekasi Timur. Doa dan simpati kami untuk korban meninggal dunia serta keluarga yang ditinggalkan, juga bagi korban luka yang saat ini tengah menjalani perawatan.
Sejak awal kejadian, penanganan difokuskan pada keselamatan korban. Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati dan terkoordinasi bersama tim medis, Basarnas, serta pihak terkait lainnya.
KAI memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan maksimal. Biaya pengobatan korban luka dan pemakaman korban meninggal dunia, ditanggung sepenuhnya oleh asuransi dan KAI.
#KAI121
#KAIupdate
Korban meninggal dunia akibat kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur bertambah.
Korban meninggal usai jalani perawatan di ICU RSUD Kota Bekasi.
Selengkapnya: https://t.co/I57vyHfwtm
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia akibat insiden tabrakan antara kereta Commuter Line dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4/2026) malam.
“14 meninggal dunia, 84 korban luka, proses penanganan masih berlangsung,” kata Bobby dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
Imbas insiden tabrakan tersebut, untuk sementara waktu, Stasiun Bekasi Timur belum melayani naik dan turun penumpang. Perjalanan KRL dilayani hingga Stasiun Bekasi, sementara jalur hilir telah dibuka untuk operasional kereta api dengan pengaturan terbatas.
| Narasi Daily