@KazuUsaka Saat pagi tiba, ketiganya masih tertidur lelap. Kelinci itu sekarang berpindah posisi di atas kepala Arisu dan sedang tidur nyenyak. Arisu juga belum menunjukkan tanda akan bangun, mungkin semalam dia masih memperhatikan Usaka dan si kelinci hingga benar-benar lelap.
@KazuUsaka "Dasar papa dan anak sama ya."
Arisu terkekeh dan membiarkan Usaka mulai tidur memejamkan mata bersama dengan kelinci hitam itu. Ia tersenyum melihat keduanya dan ikut menyamankan posisi.
"Memang tidak ada bedanya kalian. Selamat tidur."
@KazuUsaka "Tentu saja. Aku saja sering tidur dengan Bunny."
Kadang Bunny sendiri yang menyelinap masuk ke ranjang dan tidur di samping Arisu. Arisu sendiri juga tidak memasalahkan dan tidur dengan nyaman.
Ia tersenyum melihat Usaka yang bersiap untuk tidur dan ikut bersiap--
@KazuUsaka "Ah... papa tidak tega menggendong anaknya? Ahaha... ayo sayang." Arisu mendekati kelinci itu dan menggendongnya lagi menuju kasur.
Kelinci itu yang tadinya tidur pun bangun dan heran, tapi Arisu langsung mengelusnya lagi. Benar-benar seperti mengurus bayi.
"Nanti jangan--
@KazuUsaka --Arisu menceritakan pengalamannya tidur bersama dengan rubahnya dan tersenyum. "Jadi dia pasti tidak apa. Lagipula papanya belum banyak main dengannya, tidak apa 'kan sesekali?"
Mungkin itu alasan Arisu saja agar Usaka bisa lebih menghabiskan waktu dengan kelinci itu.
@KazuUsaka "Namanya juga anak-anak, mereka 'kan lincah."
Arisu saja yang membiarkan rubahnya seenaknya begitu. Dasar, baik majikan dan peliharaan memang sama saja.
"Hmm... dia bisa tidur di atas kepalamu. Kalau begitu tidak tertiban 'kan? Bunny sering begitu denganku. Lucu~."--
@KazuUsaka --Menyenangkan juga ya seperti ini, bertambah satu keluarga dalam hidup mereka dan akan mereka urus bersama.
Arisu tersenyum tipis melihat mereka. "Kazu, nanti ajak dia tidur sama-sama." ujarnya iseng.
@KazuUsaka "Kalau begitu dia mirip Bunny."
Mengingat rubah Arisu juga memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan suka loncat kesana kemari, bahkan sampai membuat heboh Mischa. Tapi anehnya rubah itu nurut sekali dengan Matthew.
Arisu masih melihat-lihat kelinci itu dan Usaka.--