Tau gak, penelitian menunjukkan bahwa sperma tercepat BUKAN selalu yang berhasil membuahi sel telur.
Selama ini kita dikasih narasi bahwa pembuahan itu soal lomba lari, siapa yang pertama sampai, dia menang. Tapi ternyata tidak sesederhana itu.
Penelitian menunjukkan bahwa sel telur manusia aktif memilih sperma yang paling sesuai secara genetik. Bukan yang paling ngebut.
Mekanismenya?
Sel telur mengeluarkan zat kimia melalui cairan folikel, semacam “jejak aroma” yang menarik sperma tertentu untuk mendekat.
Yang menarik adalah cairan folikel dari satu wanita ternyata lebih kuat menarik sperma dari pria tertentu, sementara dari wanita lain lebih kuat ke pria yang berbeda.
Proses ini punya nama yaitu cryptic female choice.
Intinya, sel telur juga punya “preferensinya sendiri” dengan memilih sperma yang paling kompatibel secara molekuler untuk meningkatkan peluang kehamilan dan kesehatan keturunan.
Semoga bermanfaat!
Sumber Ilmiah:
Fitzpatrick (2020). Chemical signals from eggs facilitate cryptic female choice in humans.