NGELANTUR
Sadar woi Bangun tidur mulu sih
Coba mikir dulu klo bicara, masuk akal gak sih manusia di gerakkan robot
Gak menjilat kan makan ya
Pemuja jabatan
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyoroti maraknya narasi negatif dan hujatan terhadap Presiden Prabowo Subianto di media sosial yang dinilainya banyak dimanipulasi.
Sudaryono mengklaim lebih dari 60 persen akun yang aktif melontarkan kritik tersebut bukanlah pengguna asli, melainkan akun bot atau robot yang sengaja dikendalikan oleh kelompok oligarki dan koruptor.
Simak berita selengkapnya di https://t.co/12KzHzegth, BeritaSatu TV, YouTube BeritaSatu dan unduh aplikasi BeritaSatu di iOS dan Apps Store!
#BeritaSatu #SaatnyaMajuBersama #Sudaryono #PrabowoSubianto #Politik #Indonesia #AkunBot #Oligarki #Koruptor #Viral #Gerindra #BGN #Kritik
Makkkkk Jederrrrrrrr......
Gus Lilur Mem Bongkar dugaan peredaran tas berisi uang miliaran di Muktamar NU
Kenapa Nusron belum diperiksa yakkkk????
Ada apa nihhhhh????
---------------------------------
Nempur Sidoarjo Kabupaten Solok
PRESIDEN TOKSIK
presiden yang memberi contoh berkata kasar kepada rakyatnya
PRESIDEN BODOH
Presiden hanya mau mendengar dan percaya laporan dari para penjilatnya
Pajak terosss. Ni atasan bodoh bisa mikir gak sih. Rakyat sejahtera juga nggak, pajak digenjot dimana mana. Ni otak kalian di mana sih? Emang paling bener punya motor dioprek andai dikejar isilop bisa kabur
Rakyat disuruh bayar pajak tahunan dan 5 tahunan, yang nominalnya tiap tahun malah makin naik.
Sementara harga kendaraan kalau dijual lagi tiap tahun juga terus turun.
Kenapa pemerintah nggak lebih berpihak ke rakyatnya? Kalau bisa, surat kendaraan dibikin seumur hidup aja, jangan harus tahunan.
Tolong, pemerintah, dengarkan keluhan kami, rakyatmu. 🙏
Suasana ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Malang mendadak gaduh setelah majelis hakim menjatuhkan vonis mati kepada Agus Muhamad Saleman, Rabu (23/9).
Selengkapnya baca koran Jawa Pos Radar Malang atau klik https://t.co/zjSNr8LZiB
Maka ketika kebenaran ini diteriakkan, berhentilah memperlakukannya sebagai pertunjukan retorika yang disambut riuh tepuk tangan. Itu adalah peringatan moral yang menuntut keheningan tobat, bukan perayaan kepalsuan yang melenakan akal budi.