Saya sebenarnya malas mengomentari akun seperti ini, screenshot saja, supaya tidak ikut menaikkan engagement-nya. Tetapi ada satu hal yg saya luruskan sbg jurnalis yg banyak liput bencana dari tsunami Aceh 2004 hingga Jepang 2011: dalam jurnalisme, tidak ada berita yang seharga nyawa.
Mendekati gunung api yang sedang erupsi, apalagi memasuki zona bahaya, bukan ukuran keberanian atau profesionalisme jurnalis. Justru sebaliknya, itu bisa menjadi keputusan yang tidak bertanggung jawab. Tugas jurnalis adalah mendapatkan informasi yang penting bagi publik tanpa menjadikan keselamatan sebagai taruhan. Apalagi jd preseden buruk bg masyarakat utk melanggar zona bahaya yg telah ditetapkan otoritas.
Bahkan pemantauan gunung api modern tidak bergantung pada seseorang harus berdiri sedekat mungkin dengan kawah. Aktivitas gunung api dapat dipantau melalui jaringan seismik, EDM, GPS, kamera, pengamatan visual dari lokasi aman, satelit, drone dalam kondisi dan zona yang memungkinkan, serta berbagai instrumen lainnya. Foto atau gambar pun dapat diperoleh dengan lensa tele dari tempat yang aman.
Jadi pertanyaannya bukan “siapa yang berani mendekat?”, melainkan “siapa yang mampu mendapatkan informasi paling akurat tanpa mempertaruhkan nyawa?”
Jurnalisme bencana bukan perlombaan keberanian. Dalam situasi seperti erupsi gunung api, kehati-hatian bukan tanda takut bekerja. Itulah bagian dari profesionalisme.
Jurnalis tidak harus mempertaruhkan nyawa untuk membuktikan bahwa ia bekerja. Yang harus dibuktikan adalah kualitas informasinya.
Jadi, warga negara yang marah, menuntut ganti rugi dan akuntabilitas, memprotes udara beracun akibat asap bukanlah bagian dari "masyarakat Indonesia yang sesungguhnya?"
Sesat sekali logikamu..
Remotivi dan SAFEnet sedang mengumpulkan data kasus takedown dan geoblocking konten di Indonesia sebagai bahan gugatan PP 71/2019 ke Mahkamah Agung.
Kami butuh bantuan tenaga selama bulan September. Tugasnya simpel, 👇🏻
Meski di media elite DPR RI menyebut akan menggunakan putusan MK, namun di surat yang ditandatangani Wakil Ketua DPR untuk rapat bersama KPU, Bawaslu, DKPP, dan Kemendagri tanggal 26 Agustus, yang dibahas justru keputusan MA yang problematik.
Apakah sudah direvisi pasca aksi?
Aparat keamanan menembakkan gas air mata ke tengah kerumunan warga dan mahasiswa yang sedang menyampaikan aspirasi di Semarang.
Stay safe para pejuang demokrasi.
Rumah Pegangsaan Timur No.56 sebelum ditempati Bung Karno tahun 1942-1946 adalah rumah Jhr. Pieter Rutger Feith seorang pengacara dan anggota Departemen Hukum dan Sejarah Batavia.
Hal ini bisa dilihat di catatan pejabat, catatan Harry Poeze & Koran Pemandangan 11 Januari 1941.
Daniel Frits Maurits Tangkilisan, aktivis lingkungan yang menolak tambak ilegal di Karumunjawa, divonis pidana penjara selama 7 bulan dan denda 5 juta rupiah oleh PN Jepara. Ia dijerat dengan UU ITE. Selain Daniel, ada 3 warga lainnya yang dilaporkan.
#SaveKarimunjawa
Di match Indonesia vs Vietnam semalam, secara khusus aku & Gabriel pake jersey Nike, untuk tribute ke adik kecil kami yang berpulang November 2023 lalu.
Walaupun dia gak suka main bola, tapi seneng nyetadion dan nonton Timnas sejak masih SD.
pace in cielo sorella mia💜🥀
Anggota Tim Mawar sudah lebih dulu promosi jabatan maupun naik pangkat, sekarang ya giliran komandannya, Jenderal Kehormatan Prabowo. Puas kan.
Reformasi dipecat Jokowi https://t.co/wxgbGC6NsB
@NenkMonica Menurut Presiden Jokowi, pentingnya RKP dan kebijakan fiskal 2025 ini sebagai jembatan untuk menjaga kesinambungan pembangunan dan mengakomodasi program Presiden terpilih.
https://t.co/RSX80uizRu
@gm_gm ”Jadi, semua disogok dengan gentong babi politik. Jangankan menteri, mulai dari partai, PNS, hingga kepada desa, semuanya disogok untuk kepentingan politiknya,” kata Feri.
https://t.co/ALRyA5IBdk
@fadlizon@mohmahfudmd ”Bivitri, Uceng (Zainal Arifin Mochtar), dan Feri itu orang yang setiap hari ada di MK sebagai ahli. Jadi, dia tahu. Bukan tiba-tiba nongkrong disitu (MK) sebagai tukang bakso,” kata Rocky Gerung.
https://t.co/eMjAsueCfh
@berlianidris ”Bivitri, Uceng (Zainal Arifin Mochtar), dan Feri itu orang yang setiap hari ada di MK sebagai ahli. Jadi, dia tahu. Bukan tiba-tiba nongkrong disitu (MK) sebagai tukang bakso,” kata Rocky Gerung.
https://t.co/eMjAsueCfh
@PolJokesID ”Bivitri, Uceng (Zainal Arifin Mochtar), dan Feri itu orang yang setiap hari ada di MK sebagai ahli. Jadi, dia tahu. Bukan tiba-tiba nongkrong disitu (MK) sebagai tukang bakso,” kata Rocky Gerung.
https://t.co/eMjAsueCfh
@elisa_jkt ”Bivitri, Uceng (Zainal Arifin Mochtar), dan Feri itu orang yang setiap hari ada di MK sebagai ahli. Jadi, dia tahu. Bukan tiba-tiba nongkrong disitu (MK) sebagai tukang bakso,” kata Rocky Gerung.
https://t.co/eMjAsueCfh